Katanya memang hidup ini adalah tentang serangkaian pilihan. Kamu ingin pilihanmu tepat sasaran, tapi tak jarang ia berujung pada sebuah sesal. Pilihan kata-kata pun tak luput dari hal ini. Sebagai anak muda atau paling tidak, yang pernah muda, kita tahu betul ada saatnya ketika kita berkata tanpa pikir panjang. Ketika itu perkataanmu mungkin menggambarkan isi hatimu, tapi kini kamu harap tak pernah kau ucapkan di masa lalu. Kalau kamu renungkan kembali, pernahkah kamu ucapkan hal-hal ini?

 

1. "Aku ingin cepat lulus sekolah."

Kapan, sih, ini semua berakhir?

Kapan, sih, ini semua berakhir? via http://betanews.com

Atau ‘aku bosan belajar’, ‘aku ingin cepat lulus kuliah’, dan ‘aku ingin cepat kerja dan merasa bebas’. Tidak salah memang jika kamu ingin menyelesaikan pendidikanmu dan melaju ke jenjang yang baru. Tapi tidak ada ruginya pula jika kamu menikmati proses yang kamu lalui saat ini. Mungkin kamu lelah dan hari-harimu sering dihampiri rasa gundah. Namun percayalah, suatu saat nanti kamu akan merindukan masa-masa ini. Kebebasan yang kamu dambakan tidak akan datang sendiri, tetapi juga dibarengi tanggung jawab besar yang harus kamu hadapi. Coba tanyakan orang-orang yang lebih tua di sekitarmu. Pasti begitu banyak di antara mereka yang ingin kembali mencicipi indahnya masa sekolah dulu.

2. "Aku gak mau tidur siang!"

No! Pokoknya no!

No! Pokoknya no! via http://raddestmom.com

Perkataan semacam ini, entah ingat atau tidak, pasti pernah kamu ucapkan. Tubuh kecilmu dulu rasanya ingin bermain tanpa kenal waktu. Agenda tidur siang seringkali berujung derai tangismu tanda tak setuju. Setelah mengalami padatnya rutinitas di usiamu kini, tidur nyenyak terasa jadi kemewahan tersendiri. Jika kamu ingat-ingat lagi, tingkahmu dulu pasti membuatmu tersenyum geli.

3. "Aku ingin keluar dari sini dan hidup sendiri."

Aku bisa hidup mandiri.

Aku bisa hidup mandiri. via http://www.thecultureblend.com

Ada kalanya konflik di tempat tinggal membuat keinginan untuk hidup sendiri muncul di benakmu. Atau mungkin sekedar karena jiwa petualang yang tergoda untuk menempa kemandirianmu. Bukannya bermaksud membuatmu masygul. Tapi ingatkah kamu akan masakan ibumu yang mengepul panas di atas meja? Perhatian tanda kasihnya ketika kamu sakit? Canda tawamu dengan ayah di kala penat? Atau waktu luang bersama saudara-saudaramu?

4. "YOLO."

You Only Live Once

You Only Live Once via http://favim.com

Ya, YOLO. You only live once atau hidup hanya sekali. Ungkapan ini bisa membawa untung dan rugi buatmu. Untung, jika kamu sadar hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan suatu yang sia-sia. Rugi, jika kamu menggunakan ini sebagai alasan untuk melakukan hal-hal yang tak berarti. Apapun yang akan kamu lakukan, pikir dua kali. Apakah dengan ini dirimu di masa depan akan bersuka hati? Atau justru jadi bebanmu di hari tua nanti?

5. "Ah, besok saja."

Today I don't feel like doing anything.

Today I don't feel like doing anything. via http://www.flickr.com

Bukan hanya berlaku untuk diet dan olahraga (ingat 'diet starts tomorrow' atau 'workout starts tomorrow'?), prokrastinasi bisa dilakukan pada kegiatan apapun. Beruntunglah kamu jika kamu adalah tipe yang bekerja sebelum deadline menyerbu. Tetapi jikalau hal ini sering kamu sepelekan, apa yang harus dilakukan? Buat skala prioritas kegiatanmu dan mulai lakukan apa yang bisa kamu lakukan sekarang. Hal ini seringkali dianggap sepele, tapi memang segala sesuatu harus dimulai dengan niat yang kuat. Coba ingat rasa penyesalanmu dahulu karena hobimu menunda-nunda. Kamu ingin merasakan hal itu lagi?

6. "Aku ingin menjadi seperti dia."

Bisa gak ya aku jadi secantik dia?

Bisa gak ya aku jadi secantik dia? via http://www.dailymail.co.uk

Memiliki idola atau sekadar sosok yang kamu kagumi adalah hal yang baik. Tetapi jangan pernah kamu berharap untuk menjadi persis seperti dia dan justru jadi membenci dirimu sendiri. Kamu kan tidak tahu kesusahan apa saja yang mereka hadapi untuk sampai ke titik itu. Cintai dan kenalilah dirimu lebih dalam. Tidak ada yang melarangmu untuk menggunakan keberhasilan orang lain sebagai motivasimu. Tidup ini bukan melulu tentang menjadi lebih baik dari orang lain. Jadilah lebih baik dari dirimu yang dulu.

7. "Waduh, aku gak mampu!"

Masih banyak yang lebih hebat dariku.

Masih banyak yang lebih hebat dariku. via http://www.pinterest.com

Ketika dimintai tolong untuk menangani suatu project atau ketika sebuah tawaran datang menghampiri, beberapa di antara kamu mungkin menolak karena merasa tidak mampu. Namun ketika ada orang lain yang berhasil karena mengambil kesempatan itu, kamu merajuk pada dirimu sendiri. Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan rasa rendah diri. Yakinlah bahwa kamu bisa, atau setidaknya, mau berusaha untuk menjadi bisa. Jangan sampai kamu lepaskan mimpimu hanya karena sebuah ragu.

8. BONUS: "Kamu terlalu baik buatku."

Apa? Coba bilang sekali lagi?

Apa? Coba bilang sekali lagi? via http://giphy.com

Walaupun banyak yang tidak mengerti dengan pernyataan ini, tidak sedikit pula orang yang mengutarakannya pada orang lain. Kamu pernah meninggalkan seseorang dengan alasan ini? Serius? Seharusnya sih kamu bersyukur karena punya seseorang yang begitu baik padamu. Dan alih-alih meninggalkannya karena alasan ini, kamu bisa meningkatkan kualitas dirimu untuk menjadi sepadan dengannya. Atau jangan-jangan, ini cuma dalihmu saja? ;)