Sebagai anak IPA yang baru berjuang di jurusan Akuntansi, banyak banget suka dan duka yang mungkin hanya kita yang bisa merasakannya.

 

1. Duh, Temen-temen Anak Olimpiade Ekonomi Semua.

Pertama kali dinyatakan lolos di Jurusan Akuntansi pasti bahagianya bukan main, 'kan? Rasa bahagia itu mungkin mendekam di hati selama beberapa saat, setidaknya, sampai kamu join di group angkatan. Satu persatu anak mulai memperkenalkan diri--mulai dari nama, kota asal, sampai sederet prestasi yang pernah diraihnya.

 

"Hai, namaku X dari Kota Ini. Dulu aku anak OSN Ekonomi, tapi cuma sampai provinsi sih hehe."

 

atau, dua anak yang sama-sama berprestasinya mulai saling mengenali,

 

"Hai, namaku X dari Kota Ini. Salam kenal ya, semua!"

 

"X, dulu kamu ikut olimpiade akuntansi di Universitas Y bukan? Kaya pernah lihat."

 

"Iya, kamu juga ya?"

 

"Iya, tapi engga sampe menang huhuhuhuhu cuma sampe tiga besar."

 

Kalau kamu pernah merasa minder atau tiba-tiba meragukan dirimu sendiri karena situasi di atas, jangan khawatir. Semua anak IPA yang lintas jurusan di Akuntansi pasti pernah merasakannya, kok. Mari kita berpegangan tangan dan saling menguatkan.

 

(Tapi, sebenernya kita engga harus minder loh sama temen-temen yang sudah punya prestasi seperti itu. Jadikan mereka motivasi agar kita belajar lebih giat dan bisa meraih prestasi yang serupa, atau justru lebih tinggi!)

2. Semua Orang Berpikir Kita adalah Master of Mathematics.

"Kamu anak IPA, 'kan? Pasti jago banget Matematikanya!"

 

"Duh, pusing banget nih ngerjain matematika, yang anak IPA bantuin aku dong :("

 

Pernah engga kalian dengar komentar-komentar dan lolongan bantuan seperti di atas? Dengan menyandang status 'anak IPA', tiba-tiba semua orang berpikir kita jago banget di bidang Matematika. Kalau ada tugas yang kurang dimengerti, biasanya sih anak IPA jadi incaran nomer satu.

 

Padahal nih ya, padahal, mungkin kita engga sejago yang kalian pikir. Bisa sih, tapi standar anak SMA, jangan dibandingin sama yang udah S2 matematika murni juga.

3. Kata Anak IPS, "Ah, ini mah masih gampang!"

Kerasai

Kerasai via http://kerasai.com

Beberapa subject mungkin udah bikin kita pusing, bahkan di masa awal perkuliahan.

 

"Akuntansi perusahaan dagang kok sulit, ya? Banyak jurnal khususnya, terus untuk persediaannya ada FIFO, LIFO, ave--"

 

"--ah, itu mah masih gampang! Nanti ke depannya ada manufaktur, ada ini, ada itu, asdfghjkl."

 

Dan tiba-tiba anak IPA ingin menikah saja.

4. Mereka Cara Berpikirnya Udah Kritis-Ekonomis Banget.

Sekolah Tzuchi

Sekolah Tzuchi via http://sekolahtzuchi.com

Kalau ada topik hangat seputar Ekonomi, like, mata uang dollar yang menguat terhadap rupiah, temen-temen yang anak IPS asli udah lancar banget ngobrolnya. Cara berpikir mereka udah kritis dan ekonomis banget, deh, pokoknya!

 

Sebagai anak IPA, bukannya kicep dan jadi engga mau ngobrol, justru ini kesempatan kita buat menyerap ilmu dan informasi sebanyak-banyaknya. Jangan lupa banyak nonton berita dan baca artikel yang mendukung topik terkait, ya, biar kita terbiasa berpikir seperti seorang ekonom juga.

5. Tapi.. Kita Udah Tahan Banting Banget!

Karena sudah dua tahun menyelami kehidupan IPA, kita pasti udah terbiasa sama hal-hal berikut ini:

- Begadang untuk bikin laporan praktikum.

- Berhadapan sama guru killer.

- Menghafal banyak istilah dalam bahasa latin, nama-nama organ, dan istilah-istilah lain.

Mengerjakan tugas fisika yang rumusnya bisa bercabang-cabang.

- Berhadapan dengan lambang senyawa kimia yang bikin mata berkunang-kunang,

- Dan masih banyak cobaan lainnya.

 

Jadi, kita bisa dibilang udah tahan banting banget. Kita pasti bisa, kok, memelajari banyak hal baru di dunia perkuliahan karena kita udah terbiasa dibikin pusing,

 

Iya, 'kan?

6. Logika Kita pun Bisa Diandalkan.

Karena sudah terbiasa dilatih untuk berpikir logis, kemampuan kita dalam menganalisis dan memelajari hal baru bisa lah dijadikan modal untuk bertahan hidup di jurusan Akuntansi.

 

Dengan catatan, memang harus belajar dengan giat karena kita memulai segala sesuatunya dari awal.

 

Semangat, kita pasti bisa!