Gunung Rinjani, merupakan gunung berapi tertinggi nomor dua di Indonesia setelah Kerinci. Puncak 3726 mdpl-nya seringkali menantang para pemuda tanah air maupun mancanegara untuk mencicipi keelokannya. Track yang dilalui pun punya tantangan tersendiri yang tak jarang membuat para pendakinya merasa kapok dan enggan kembai lagi menapakinya. Namun, 5 hal ini akan membuatmu mengingat kembali momen perjalananmu dan bakal membuatmu ingin segera mengangkat carrier dan mulai merencanakan untuk mengunjunginya kembali.

 

1. Savana Sembalun

Savana di Sembalun

Savana di Sembalun via http://instagram.com

Savana ini adalah surga pertama yang menyambutmu ketika memulai melangkahkan kaki dari pos perijinan Sembalun. Dari sini, puncak Anjani terlihat jelas gagah di depan sana, seolah memberimu semangat untuk tak lelah melangkah. Angin sepoi-sepoi juga akan terus menemanimu sepanjang perjalanan. Meski jalur ini tak selamanya datar, tapi pemandangan sekeliling Savana ini dijamin tak akan pernah membuatmu jera. Beberapa orang mungkin merasa track ini begitu berat karena terik matahari tak terhalang apapun, sehingga begitu menyengat kepala. Jangan lupa untuk memakai penutup kepalamu ketika melewatinya ya.

2. Tujuh bukit penyesalan

Salah satu track bukit penyesalan

Salah satu track bukit penyesalan via http://instagram.com

Tujuh bukit penyesalan ini adalah ungkapan dari para pendaki untuk tanjakan selepas pos 3. Tanjakan sebanyak tujuh bukit inilah yang harus dilalui untuk menuju Pelawangan Sembalun. Tak main-main, elevasinya hampir 45 derajat dengan panas matahari yang menyengat, seolah hawa dingin khas gunung tidak berlaku di sini. Hal inilah yang sering membuat mental para pendaki down melihat tanjakan yang tiada habisnya didaki selama berjam-jam. Namun, satu hal yang membuat sulit dilupakan dari setiap jengkal penyiksaannya, dari tempat ini kita bisa melihat deretan kota Lombok di bawah sana. Jika mata jeli memperhatikan, sebuah garis pantai terlihat jelas dari tempat ini. Tentunya dari puncak bukit ketujuh dan sedang tidak ada kabut menutupi pandangan kita.

3. Track summit

Track summit Rinjani

Track summit Rinjani via http://instagram.com

Siapa yang akan merindukan tempat ini? Sebuah jalan menanjak tinggi, lengkap dengan pasir super tebal yang selalu menelan hampir se-mata kaki. Jalan berpasir licin yang hampir membuat setiap pendakinya nyungsep dan bergelindingan indah di atasnya. Apa yang harus dirindukan dari sebuah tanjakan pasir berangin kencang yang seolah menantang pendaki untuk sampai di puncak Anjani?

Jawabannya adalah ketika kamu tundukkan kepalamu ke arah kanan pendakian, apa yang bisa kamu lihat? Dari sini Segara Anak mulai tampak. Degradasi warna danau yang mengagumkan, entah ada di mana lagi kalau bukan di Indonesia. Sebuah keindahan mata yang tak bisa diungkapkan dengan kosa kata. Di tempat ini, kamu akan bertemu dengan bunga abadi khas tanah tinggi. Edelweiss. Sebuah bunga yang terlihat indah jika tetap ada di pohonnya.

4. Segara Anak

Segara Anak

Segara Anak via http://instagram.com

Aku tidak yakin ada pendaki yang tidak merindukannya. Memang bukan perjalanan yang mudah untuk sampai di tempat ini. Bergelantungan di bebatuan dengan kemiringan hampir 90 derajat selama berjam-jam, tentu bukan sesuatu yang biasa saja.

Sebuah danau indah berwarna tosca lengkap dengan pemandangan Gunung Barujari di tengahnya, bak pulau indah yang selalu menjaga tempat ini agar tampak menawan. Sebuah tempat melepas lelah yang luar biasa mewahnya. Sebuah tempat mendirikan camp dengan title bintang sejuta. Sebuah tempat yang membuat bumi ini indah tanpa perlu lagi surga. Sebagai surga Rinjani, tempat ini biasa digunakan pendaki untuk melepas lelah setelah turun dari puncak.

5. Terakhir yang tak terlupakan adalah, teman sependakianmu!

Teman sependakian adalah saudaramu

Teman sependakian adalah saudaramu via http://instagram.com

Cobalah mengingat cerita perjalananmu. Bagaimana seorang teman adalah harta berhargamu pada saat tidak ada satupun keluarga yang ikut serta. Cobalah mengingat, bagaimana bahagianya kamu saat kalian tertawa bersama menikmati indahnya hari itu. Dan pada saat kalian saling diam karena tak punya kosakata untuk mengungkapkan betapa bahagianya kalian di tempat itu.

Mendaki gunung bukan melulu soal puncak dan dokumentasi dalam sebuah kamera digital. Cobalah mengingat semua teman seperjuanganmu mendaki puncak 3726 mdpl ini. Sebuah tawa hangat sahabat di dinginnya malam, tak pernah bisa terekam dalam videografi kamera tercanggih sekalipun. Memori otak kita merekamnya lebih dari itu.

Selamat baper, Rinjani memang bikin orang susah move on.