1. Sampulnya itu lho, bikin gemes

Covernya yang unyu-unyu mirip cover comic 😀 via https://res.cloudinary.com

Seperti yang saya bilang tadi, kalo saya banyak baca buku parenting yang sering banget gambarnya mak dan anak, dan saya lebih sering menghabiskan waktu untuk membaca sembari menunggu antrian atau menunggu jodoh *eeehh*…

Pernah sih saya nunggu antrian tiket kereta di Stasiun Kota Malang sambil baca buku parenting yang gambarnya ada mak dan anaknya, ehhh ada yang nyletuk "Baru menikah ya mbak? Atau lagi hamil anak pertama" -__-") pertanyaanmu buk, bikin jleb

Selain covernya yang bikin gemes, dalamnya juga full colour….. Gila…. keren bingitz…. 

Entah ada angin apa, saya jadi suka baca kata pengantar, padahal mah….saya biasanya paling males baca kata pengantar >,< 

2. Buku sederhana bagi para mahasiswa rumpun psikologi

Advertisement

Ya, saya memang mahasiswa bimbingan dan konseling semester 2 yang sudah tua tapi berjiwa muda, whahaha :p 

Kalau mahasiswa (apapun jurusan kamu, terutama yang masih dalam rumpun psikologi) yang pernah belajar mengenai "Rules, Reinforcement, Token Economy, Daily activity, Role Play" dan sebagainya, pasti bosan dengan materi yang menurut inilah, itulah apalagi buku bahasa Inggris *pasti nggak terbaca kan ya

Kalian bisa lho belajar hal itu dengan cara yang lebih sederhana dan cepet dipahami lewat bahasanya Ibok Retno, beneran. step by step yang dijelaskan juga Jelas

Karena Ibok melakukan cara ini untuk mendidik Kirana.

3. Buku parenting yang mengupas dari sisi agama

Parenting bukan hanya sekedar mendidik anak secara psikologis saja, tapi juga harus berlandaskan agama. Saya suka cara Ibok yang "merayu" Sang Pencipta supaya dianugerahi anak yang sholeh-sholehah

Dan lewat buku Ibok ini saya suka cara dengan cara mendidik Kirana sejak dari dalam rahim…yakni mengenalkan Kirana dengan Kitab Suci (Surah Luqman, yang merupakan surah Al Qur'an yang menjelaskan mengenai nasihat Luqman kepada anak-anaknya, jadi secara nggak langsung membuka mata bagi para Ibu dan Calon Ibu bahwa tidak hanya surah Maryam dan surah Yusuf yang dibaca, tapi seluruh surah ayat di Al Qur'an itu baik kok, tinggal ibunya mau nggak berusaha rutin baca Al Qur'an whehehe).

Bagi yang beragama lain, bisa juga baca Kitab Suci sesuai dengan agamanya semasa hamil 🙂

4. Menjadi sahabat bermain anak

Kirana… ciiss via https://res.cloudinary.com

Metode parenting ibok yang sederhana tapi luar biasa,,,yang paling saya kagumi adalah "Menjadi Sahabat Anak" Terkadang orang tua berada di samping anak secara fisik, tapi nggak ada secara psikis. Kok bisa? Ya iyalah, anaknya lagi main-main, orang tuanya pegang hp sibuk update status hayoooo…

Kalau nggak gitu, dengan alibi nggak mau di ganggu, orang tua sering memberikan gadget kepada anak tanpa pengawasan. Ingat lho, memberikan gadget tanpa pengawasan itu bahaya, selain merusak psikis anak karena buka-buka hal yang aneh, bisa juga merusak fisik anak terutama mata.

Dalam buku ini, Ibok menjelaskan bahwa, Ibok tidak pernah memberikan gadget pada Kirana cuma tablet yang di mode lockscreen dan itupun didampingi Ibok.

Selain itu, meminta pendapat anak untuk beberapa aktivitas juga penting lho untuk menjalin komunikasi dan kedekatan hubungan antara ibu dan anak. Cara ini juga melatih kemampuan bahasa dan cara penyampaian pendapat anak sejak dini.

5. Resep sederhana yang bisa dijajal berbagai kalangan terutama anak kos

Sebagai anak gadis yang nggak dipercaya masak di rumah, saya lebih memilih masak di kos. Di bagian akhir buku ini, ada juga lho resep masakan sederhana yang bisa dikerjakan ibu…saking sederhananya anak kos juga bisa hasilnya.  enak banget *versi saya*  Apalagi saya suka ngemil dan makan di malam hari,,,sedikit resep dari Ibok, cukup membantu bikin naik badan.

Cuma ini yang bisa saya tulis mengenai buku Happy Little Soul…..koreksi bila ada salah….dan terima kasih 🙂