‘Kok bisa jauhan?’

‘Gimana kalau dia gini, dia gitu,dia ini, dia anu?’

‘Kamu percaya gitu dia nggak aneh-aneh di sana?’

‘Apa bedanya sama jomblo kalau punya pasangan tapi nggak deketan?’

Dan blablabla sebala-bala balanya. Bagi yang menjalani LDR (Long Distance Relationship) hapal lah ya dengan omongan lambe sebelah macam ini.

Sebelum hubunganmu terancam atau bahkan bubar berantakan berserakan nggak karuan gara-gara rumor begitu, coba ingat 3 hal ini deh ;

1. Tersenyum, bersyukur atas apa yang kita punya

Tujuan punya uang banyak, kekasih yang baik, pergi ke tempat-tempat yang diingini adalah untuk bahagia. Setuju? Setuju aja ya biar bisa lanjut aja nulisnya. OK, apakah saat kaya, saat punya uang banyak, saat punya kekasih baik, saat sudah berada di tempat-tempat yang ingin dikunjungi sudah pasti kita merasa bahagia? Apakah nggak mungkin kita merasa nggak bahagia? Yap. Faktanya banyak di antara kita, orang yang sudah punya banyak uang, eh masih ngeluh juga soal hal lainnya. Sudah memiliki kekasih yang baik, tapi masih juga menginginkan hal lainnya pada diri kekasih orang lain. Sudah berada di satu tempat yang diingini, eh ternyata masih juga protes kok gitu kok gini. Jadi, intinya bukan soal kita memiliki apa dan atau nggak memiliki apa. Tapi tentang maukah kita menerima apa yang kita memiliki dan yang nggak kita miliki. Dan merayakannya. Mensyukurinya. Berbahagia atasnya. Bukan soal apakah nggak LDR lebih bahagia dari LDR, tapi apakah kita mau menerima hubungan yang kita miliki dan mensyukurinya, LDR atau nggak LDR. Tanyakan pada diri, bahagia yang membuat kita bersyukur atau bersyukur yang membuat kita bahagia? Katakan selamat datang pada apapun gejala semesta, pamer gigi, senyuuuummmmm...

2. Hukum kausalitas dalam hidup

Yang baik untuk yang baik, begitu bukan?! Jodoh adalah cerminan hidup kita, yang menjaga hanya untuk yang terjaga. Fokus aja jaga diri baik-baik, sibukin diri dengan kebaikan-kebaikan, mengharapkan dan berprasangka yang baik. Kalau nurutin pikiran nggak baik, apa itu menjamin kesetiaan kekasih di ‘alam’ sana? Nggak juga kan. Kita sibuk gelisah aja yang ada, produktif juga nggak. Akhirnya kita jadi cermin yang nggak baik kan kalau hidup nggak bergerak dengan aktivitas yang baik. Terus bisa gitu kita mengharapkan jodoh yang baik?! Bisa aja sih ya. Tapi, ya hukum kausalitas belum terbantahkan sampai hari ini. Hidup adalah tentang apa yang kita beri, maka sewajah itu pulalah yang kita terima. Kita beri cinta, kita dapat cinta. Eh kadang ada aja orang sudah sangat baik, tapi mendapatkan pasangan yang sangat nggak baik malah. Itu ideal. Tuhan mempercayai Si Super baik untuk menggandeng Si Super nggak baik ke arah yang lebih baik. Kalau masuk akal, percaya aja sudah hihihii…

3. Mati

Nah ini nih ampuh nih untuk pasangan kekasih menjaga diri masing-masing. Bisa juga sih justru membuat pasangan kekasih yang belum menikah untuk putus. Loh? Eh? Soalnya yang diingat adalah mati. Bahwa setiap tarikan nafas justru satu tarikan ajal didekati. Dan setiap yang beragama meyakini bahwa segala amal hidup kelak akan dihadiahi surga kalau nggak neraka. Eh yang Agnostis? Yang nggak percaya agama tapi percaya Tuhan, terus kalau mau ngobrol sama Tuhan yang dipercayainya, mau tahu Tuhan nyuruh hidup gimana-gimananya, pakai apa kalau nggak melalui media kitab suci agama-agama?! Eh yang Atheis? Nggak percaya Tuhan, jadi nggak percaya kalau hidupnya dikuasai Tuhan? Coba aja matikan diri dalam sedetik kemudian hidupkan kembali, buktikan kalau kita lebih kuasa. Kalau nggak bisa, ya mungkin memang ada Sang Maha Kuasa, entah Tuhan, Yahweh, Gusti, Sang Hyang, Allah, entah siapa kita menyebutnya pokoknyaYang Paling Kuasa aja. Eh soal putus, bisa jadi loh kekasih mengatakan putusnya begini “Kita pasti mati dan nggak ada yang tahu kapan itu terjadi. Bisa tahun depan, bulan depan nanti, atau satu detik setelah ini. Aku ingin hubungan ini diakhiri. Semua yang baik bagi hidup dan matimu yang aku ingini , mau aku nikahi?” Eeeeaaaaaaa….

Jadi, kalau kamu adalah pejuang LDR dan ada yang mengatakan “Hari gini masih LDR?” Angkat kepalamu incess dan katakan dengan bangga “Masih dong”, sambil kedipin mata juga boleh. Para pejuang Longdistancers, kalian luar biasaaaaaa…

1. Di-Hiiiiiiii-in aja, pamer gigi pada semesta

Pamer gigi dan selamat datang semesta

2. Sebab kamu nggak senyum, akibatnya kamu nggak bahagia

Kasalitas. Sebab-akibat. Yin-Yang

3. Satu waktu yang pasti, mati

Advertisement

Waktu yang paling pasti, mati

4. I ll see you soon

I ll see you soon

5. Jarak adalah kekuatan, selama kita nggak melihatnya sebagai kelemahan

Longdistancers