Galau, jomblo, baper, kepo adalah kata-kata yang sering kalian ungkapkan di zaman sekarang. Apalagi banyak membuang waktu dengan mengunci di kamar sambil tiduran dengan smartphone di tangan kalian atau setiap hari nongkrong di cafe mahal seolah-olah ingin menunjukan gaya hidup kalian yang super. Update status di Path dan Instagram adalah kebiasaan yang tak bisa lepas dari kehidupan sekarang. Hey anak muda kalian ngrasa ga sih apa yang terjadi dengan bangsa ini ??. 

Presiden pertama kita Bung Karno pernah mengatakan “Berikan saya sepuluh pemuda, maka saya akan mengubah dunia”

Kata-kata itu seolah ingin menunjukan bahwa anak muda di Indonesia sangatlah luar biasa. Tapi kata-kata itu seolah terbantah dengan apa yang terjadi sekarang. Apakah kalian merasakanya kawan? atau ini cuma perasaan saya aja.

 

 

1. Selalu menyalahkan Pemerintah dengan segala hal yang terjadi tanpa memberikan solusi.

Mari kita Bantu Indonesia ini

Mari kita Bantu Indonesia ini via http://www.expresssuccess.net

Berkembanganya era teknologi sekarang ini membuat masyarakat modern tidak bisa hidup tanpa gadget/ smartphone, dan mayoritas orang di dunia ini pasti punya akun di media sosial. tidak bisa dipungkiri menyuarakan pendapat di media sosial adalah sesuatu yag lumrah untuk kita semua. terutama anak muda yang begitu aktif termasuk saya. ketika ada ketidaksesuai yang dilakukan oleh pemerintah langsung di media sosial penuh dengan caci makian dan menghakimi pemerintah, tanpa kita sadari hal itu membuat suatu rutinitas sehingga membuat budaya selalu menyalahkan orang lain. 

Bukankah mereka yang berkontribusi lebih sibuk melakukan daripada menyalahkan bukan ?

tidak ada salahnya sih kadang-kadang seperti itu. tapi menyalahkan dengan tanpa solusi bukankah seperti tanpa kontribusi ?. Tapi dibalik itu semua sisi positifnya adalah ternyata generasi kita lebih peduli terhadap bangsa ini dengan mencari tahu apa yang terjadi dengan pemerintah dan negara ini. Indonesia butuh kalian guys, mari memberikan solusi dan kontribusi. Bila sudah tepat waktunya mari kita terjun ke industri.

2. Perubahan Gaya Hidup supaya Mendapat Pengakuan dari Orang lain

Berhemat yuk

Berhemat yuk via http://www.kapanlagi.com

Hidup itu murah, merek dan gengsi yang bikin mahal. ya mungkin kalimat itu udah ga asing di telinga kalian guys, ya anak muda sekarang lebih sering nongkrong di cafe mahal, jalan-jalan ke luar negeri, traveling setiap saat, foto di dalam mobil, beli barang-barang bermerek Internasional, dan sebagainya pokoknya. semua itu dilakukan untuk menaikkan gengsi kalian bukan? atau ingin mendapat pengakuan orang lain bahwa anda orang kaya yang keren. 

Sebagian kaum menengah akan membeli banyak barang mewah supaya dikira kaya, orang kaya justru tahu pentingnya hidup berkecukupan

Yok kita kurangi itu semua guys, lebih berhemat juga. Merek Indonesia ga kalah bagus dengan barang luar negeri kok, Indonesia juga ga kekurangan tempat wisata untuk dikunjungi. eksis di Instagram dan path juga ga salah kok tapi jangan sampai melupakan kewajiban dan tugas kita, atau jangan sampe utang sana sini buat naikin gengsi,

3. Anak Muda Jaman Sekarang lebih Pintar tapi Kurang Greget !!

knowledge makes you powerful

knowledge makes you powerful via http://windamaki.wordpress.com

Anak muda generasi sekarang lebih pintar tapi kurang greget, mereka yang masuk sekolah sebelum tahun 1998 dengan sesudah 1998 pasti merasakan perbedaannya. mereka yang masuk sebelum tahun 1998 pasti merasakan luar biasanya hidup tanpa gadget, mental mereka terlatih karena lebih banyak ikut kegiatan yang menggunakan tenaga dan pikiran contohnya sepak bola jaman dulu udah makanan sehari-hari, di sekolah ataupun sepak bola dikala hujan dengan teman-teman di deket rumah. Kemudian banyaknya anak-anak yang ikut pencak silat, menari, mengaji, karawitan, dan lain sebagainya. kita bandingkan dengan generasi yang masuk sekolah setalah tahun 1998. memang lebih pintar soalnya informasi begitu cepat diterimanya melalui smartphone dan gadget tapi Lapangan sepak bola mulai kurang peminat, berlahan pencak silat juga kurang peminatnya, kebanyakan mereka lebih tertarik main gadget di rumah ataupun main game online di warnet.

Experience is the teacher of all things

 

bukan cuma itu saja mereka para pengurus organisasi di kampus pasti merasakan regenerasi yang kurang greget dan kekeluargaan di organisasi berkurang, ditambah berkurangnya juga mahasiswa yang loyal untuk organisasi. 

Meskipun begitu kita harus tetep optimis ya untuk membangun bangsa ini, dengan cara apapun asalkan positif dan pertahankan semangat dan ambisius kalian.

4. Mahasiswa harusnya Lebih Sering Membaca, Aktif Organisasi, dan Melakukan kegiatan Positif

Jangan pernah berhenti belajar

Jangan pernah berhenti belajar via http://www.theplaidzebra.com

Mahasiswa memang bermacam-macam jenisnya tapi kebanyakan Mahasiswa sekarang lebih sering menghabiskan waktu di dalam kamar kos dengan tangan memegang smartphone buka tutup media sosial apalagi kalo wifi kenceng bisa-bisa ga keluar kamar hanya untuk main game atau liat media sosal lainnya. di sisi lain ada mahasiswa yang sering hedon tiap hari, kegiatannya nongkrong di cafe mahal atau tempat mahal lainnya. Bukankah seakarang mahasiswa itu harusnya fokus mengupgrade diri dengan membaca di perpustakaan, ikut membantu kegiatan-kegiatan sosial atau aktif organisasi agar terlatih mentalnya, atau melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat lainnya. 

Mahasiswa itu harusnya jadi panutan untuk semua orang, bukan hanya mencari gelar saja.

Hey Mahasiswa mulai sekarang kita rubah yuk kebiasaan kita, mulai meng upgrade diri kita sendiri, supaya regenerasi bangsa ini membaik tiap periodenya.

5. Kurangnya Gairah mengikuti pembelajaran di Sekolah !

Berbeda Bukan alasan tidak bisa menjadi Keluarga

Berbeda Bukan alasan tidak bisa menjadi Keluarga via http://taufiqolate.blogspot.com

Sering sekali diberitakan orang tua memarahi guru karena memarahi anaknya atau karena di jewer. sekarang apa-apa salah guru padahal yang salah siswanya. antusiasme siswa sangat kurang untuk menerima pembelajaran. mereka tidak serius untuk mengikuti pelajaran juga. padahal banyak anak-anak di pedalaman yang ingin seperti kalian yang sekolah di kota terutama di jawa. 

Padahal jaman dulu di jewer, di cubit, ga masalah karena emang ada yang nakal. tapi kalo sekarang berbanding terbalik malah gurunya yang di salahkan, padahal muridnya yang bandel. ya memang jamannya udah berubah ya.

Pendidikan karakter dari kecil memang penting sekali. Jangan sampai menyesal bila besar jadi orang yang biasa-biasa saja

Bukanya mendukung di jewer atau di cubit. Ini supaya anak muda jangan jadi generasi yang lembek dan cengeng, apalagi anak SD udah galau masalah cinta. Dimana anak Muda yang tak takut salah itu? Yok belajar yang rajin fokus pada cita-cita, nilai di sekolah emang penting tapi bakat kalian di bidang non akademik juga penting kok. Semangat!!