Hidung adalah salah satu anggota tubuh manusia yang bisa menjadikan ciri khas bagi pemiliknya. Entah hidung tersebut besar, kecil, lebar, sempit, atau di antara keduanya, hidung bisa menjadi sesuatu daya tarik sendiri bagi pemiliknya.

 

1. Para ilmuwan sekarang meneliti beberapa faktor yang mendorong evolusi hidung manusia.

Ambil Hikmah Hidung Pesek

Ambil Hikmah Hidung Pesek via http://google.com

Para ilmuwan sekarang meneliti beberapa faktor yang mendorong evolusi hidung manusia.

Para peneliti pada Kamis (16/3) mengemukakan satu studi menggunakan gambar tiga dimensi ratusan orang keturunan Asia Timur, Asia Selatan, Afrika Barat dan Eropa Utara yang mengindikasikan iklim lokal, khususnya temperatur dan kelembaban, memainkan peran kunci dalam menentukan bentuk hidung.

 

 

 

 

2. Ditemukan hidung yang lebih lebar lebih umum pada orang-orang dari daerah dengan iklim hangat

hidung lebar alias pesek

hidung lebar alias pesek via https://malangtoday.net

Dari penelitian tersebut ditemukan hidung yang lebih lebar lebih umum pada orang-orang dari daerah dengan iklim hangat dan lembab menurut temuan mereka. Hidung yang lebih sempit lebih umum pada mereka yang berasal dari daerah dengan iklim dingin dan kering.

3. Lubang hidung lebih sempit mungkin lebih baik dan menghasilkan lebih banyak keturunan

Ukuran Hidung

Ukuran Hidung via https://www.google.com

Selain itu, para peneliti mengatakan orang dengan lubang hidung lebih sempit mungkin lebih baik dan menghasilkan lebih banyak keturunan dibandingkan mereka yang memiliki lubang hidung lebih lebar di daerah lebih dingin dan lebih kering.

4. Orang dari daerah iklim dingin dan kering cenderung punya hidung yang lebih panjang dan lebih ramping

evolusi hidung

evolusi hidung via http://www.the-scientist.com

Temuan itu secara umum mendukung apa yang disebut aturan Thomson, yang diformulasikan oleh ahli anatomi dan antropologi Inggris Arthur Thomson (1858-1935), bahwa orang dari daerah iklim dingin dan kering cenderung punya hidung yang lebih panjang dan lebih ramping ketimbang orang-orang dari daerah beriklim hangat dan lembab.

Ahli genetik Penn State University, Arslan Zaidi, seorang penulis utama studi yang terbit di jurnal PLOS Genetics menyatakan dirinya sendang menguji hipotesis yang sangat sederhana mengenai hidung, yang tampaknya punya sejarah evolusi kompleks.

5. Perbedaan budaya dalam kecantikan bisa mengarah ke beberapa perbedaan hidung di antara populasi

Hidung eropa vs asia

Hidung eropa vs asia via https://www.flickr.com

“Orang bisa membayangkan bagaimana perbedaan budaya dalam kecantikan bisa mengarah ke beberapa perbedaan hidung di antara populasi. Sebagai contoh, apakah hidung yang lebih lebar dianggap lebih menarik dalam populasi relatif terhadap yang lain?” katanya sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (19/3) mengutip kantor berita Reuter