Tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak ingin sukses, terlepas definisi sukses yang berbeda-beda bagi setiap orang. Tetapi secara umum, sukses didefinisikan oleh semua orang ketika berhasil meraih apa yang diinginkan atau diimpikan selama ini. Sukses dalam karir, sukses dalam urusan asmara, dan sukses yang lainnya. Untuk mendapatkan semua itu, setiap orang pasti melakukan perjuangan bahkan pengorbanan yang terkadang tidak sedikit. Semua orang ingin sukses, tetapi yang perlu digarisbawahi adalah tidak semua pantas untuk sukses. Kenapa tidak pantas?, jawabannya adalah mungkin tidak pernah membuat dirinya pantas untuk mendapatkan kesuksesan. Kebanyakan orang hanya bermimpi tentang kesuksesan tapi tidak pernah membuat usaha yang pantas terhadap impiannya. Salah satu cirinya adalah mudah menyerah dan mengatakan bahwa "mungkin sudah takdir Tuhan". 

 

1. Terlalu mudah mengatakan "mungkin sudah takdir Tuhan", sama artinya mudah menyalahkan Tuhan.

Kegagalan itu perlu

Kegagalan itu perlu via http://statis.dakwatuna.com

Ibarat kata sebuah usaha dibuat skala 100 untuk bisa mendapatkan kesuksesan, maka 99 point adalah kewajiban kita untuk berusaha dan 1 point adalah Kuasa Tuhan. Meskipun tidak dapat dipungkiri dalam hal ini 1 point lebih besar daripada 99 point yang kita lakukan. Kita wajib untuk melakukan usaha sebesar 99 point, setelah itu 1 point biarkan Tuhan yang bekerja. Mana mungkin Tuhan akan bekerja jika kita hanya melakukan usaha kurang dari 99 point?, itu tandanya kita tidak pernah serius untuk memperjuangkan impian kita dihadapan Tuhan. Maka sebelum mengatakan kegagalan adalah takdir Tuhan, lebih baik evaluasi diri apakah kita sudah melakukan usaha sebesar 99 point ataukah hanya usaha kecil yang sebenarnya tidak pantas ditunjukkan ke Tuhan. Sungguh tidak pantas berlindung dibalik nama Tuhan atas impian yang tidak pernah benar-benar kita perjuangkan. Sikap seperti ini nampak religius tapi jika dilihat lebih dekat sesungguhnya juga sangat menghambat kesuksesan. Bukankah Tuhan sendiri tidak menyukai orang yang mudah menyerah?. Lupakan kata -kata "mungkin sudah takdir Tuhan" dan mulailah merayu Tuhan dengan menunjukkan bahwa kita pantas untuk impian kita. Siapa tahu saat Tuhan melihat usaha kita yang benar-benar hebat maka Dia akan merubah takdir, bukankah Tuhan maha kuasa atas segala sesuatu?.

2. Mudah mengatakan kesuksesan orang lain sebagai sebuah keberuntungan tanpa tahu seberapa berat perjuangan orang lain untuk mendapatkan impiannya.

Dodo Pengamen Depok raih tiket masuk UI

Dodo Pengamen Depok raih tiket masuk UI via http://news.okezone.com

Beberapa waktu lalu awal tahun penerimaan maba 2015, jagat dunia maya digegerkan oleh pengamen yang mendapatkan tiket menjadi mahasiswa baru Universitas Indonesia. Mulai dari social media line hingga banyak media online lainnya begitu masif memberitakan tentang keberhasilan Dodo. Salah satu hal yang menggelitik adalah banyaknya komentar yang mengatakan kalau Dodo masuk UI hanya karena faktor keberuntungan. Sikap yang menghambat seseorang untuk sukses adalah sulit menerima kesuksesan orang lain dengan melakukan penyangkalan tanpa sadar. Saat semua orang dengan gigih berjuang untuk mewujudkan mimpi, situ masih aja berkutat sama mimpi tentang keberuntungan. Jika keberuntungan itu ada maka itu hanyalah nama lain dari kerja keras. berikut ini kutipan dari news.okezone.com

Pola belajar yang dilakukan Dodo biasanya pukul 03.00 WIB bangun untuk salat tahajud dan diteruskan dengan belajar. Setelah salat Subuh, Dodo sudah keluar rumah untuk mengamen.

"Mengamen sampai jam sembilan atau sepuluh lalu pulang siap-siap berangkat sekolah siang. Pulang setengah lima sore, malam belajar lagi," ungkapnya.

Pada intinya Dodo bekerja keras untuk meraih itu semua. Dia bahkan mendapat ranking di sekolahnya, Lah situ bangun aja siang masih ngimpi soal keberuntungan lagi, apa ga malu sama ayam?. Pada intinya kesuksesan itu tidak ada yang didapat dengan mudah. Kalaupun lahir dari seorang anak konglomerat kaya raya, dia juga pasti suatu saat belajar juga bagaimana mengelola keuangannya. Sikap selalu bermimpi soal keberuntungan wajib untuk kita hindari. Jika ada orang lain sukses maka tirulah bagaimana caranya dia bisa sukses mendapatkan apa yang dia mau. Dengan menghilangkan pemikiran soal ilusi keberuntungan, maka otomatis pikiran kita juga akan menggiring kita pada tindakan yang nyata untuk memperjuangkan impian. 

3. Terlalu terpaku pada perhitungan peluang

Probabilitas/Peluang

Probabilitas/Peluang via http://images.slideplayer.info

Stop terpaku pada perhitungan matematis soal peluang. Terkadang ketika kita berusaha, kita selalu menebak-nebak dan menghitung berapa kira-kira peluang usaha kita akan berhasil. Tanpa kita sadari hal itu berdampak pada usaha yang kita lakukan, jika kita merasa peluang kita besar maka akan berusaha keras tetapi jika merasa peluang kecil maka sebaliknya. Padahal kita tidak pernah tahu kejadian masa depan, kita juga tidak bisa memastikan seberapa besar peluang yang benar-benar akan menghasilkan sesuatu. Seorang yang serius dan layak sukses tidak akan pernah memikirkan soal peluang, tetapi soal bagaimana dia memaksimalkan usaha didalam sempitnya peluang. Jika yakin dan serius terhadap suatu mimpi, maka sekecil apapun peluang untuk meraih mimpi tersebut pastilah dia akan melakukan usaha secara maksimal.  

4. Berhenti berfikir soal kekungan diri secara berlebihan

terima kekurangan lihat kelebihan

terima kekurangan lihat kelebihan via http://intisari-online.com

Setiap manusia pasti memiliki kekurangan. Kekurangan adalah pelengkap suatu kehidupan manusia, jika tidak punya kekurangan pastilah dia bukan manusia tapi Tuhan. memikirkan kekurangan diri memang wajar tetapi harus sesuai dengan porsinya. Jangan terlalu memikirkan kekurangan diri dengan porsi yang berlebihan. Tetapi pikirkan potensi dan kelebihan diri secara lebih banyak karena disitulah muncul modal yang akan kita gunakan untuk memperjuangkan impian kita. Fokus pada kelebihan akan memunculkan banyak keyakinan. Setiap orang memiliki keunikan dan potensi masing masing, yakinlah bahwa kesuksesan bukan hanya milik orang yang kaya ataupun pandai. Kesuksesan adalah milik semua orang yang berani untuk memperjuangkannya.

5. Berhenti untuk malu membagi impian pada keluarga dan lingkungan

Sering kita menutup-nutupi jika kita memiliki impian atau sedang mengusahakan sesuatu. Mayoritas berfikir bahwa lebih baik diam-diam sendiri ketika berusaha dan nanti biarkan orang lain tahu ketika kita sukses. Bahkan tidak jarang  kita tertutup terhadap keluarga sendiri termasuk kedua orang tua. Tapi apakah itu semua benar? tentu tidak selamanya seperti itu. Sikap berani mengakui impian dan pamer dengan niatan sombong itu berbeda. Disini mengakui impian lebih kepada memberitahu untuk meminta restu, agar semesta tahu dan ikut mengamini kesuksesan kita. Setiap hal dan benda di dunia ini memiliki koneksi dengan Tuhan termasuk benda mati sekalipun. Jangan berfikir bahwa benda mati tidak bisa ikut mendoakan kamu, setidaknya minimal mereka bisa menjadi saksi saat kita berusaha. Apa kita yakin kalau sukses merupakan usaha kita sendiri? tentu banyak orang yang berperan dalam kesuksesan kita. Dengan lingkungan mengetahui impian kita, maka mereka sekaligus juga akan menjadi mentor kita dalam berusaha. Apakah kamu yakin menyembunyikan adalah jalan terbaik ataukah merupakan sikap pengecut yang hanya berani menghadapi kesuksesan tetapi tidak berani menghadapi kegagalan dan rasa malu?. Setiap perjuangan berdarah pasti akan membawa dampak bagi lingkungan, hal yang paling indah adalah lingkungan tahu bagaimana gigihnya kita untuk berjuang. Gagal? kenapa harus malu? toh semua orang pernah mengalami kegagalan. Tetapi janganlah lupa bahwa doa kedua orang tua dan lingkungan adalah hal yang paling mustajab dalam perjalanan meraih impian.