Bagi sebagian orang, membaca buku bukan lagi menjadi suatu tuntutan ketika masuk dalam dunia pendidikan. Membaca buku  saat ini sudah menjadi gaya hidup, bahkan kebutuhan bagi sebagian orang. Begitu mendesaknya dan tergila-gilanya sebagian orang dengan aktifitas membaca, penulis sering menemui orang yang membaca buku di tempat umum: halte, ruang tunggu rumah sakit, dan tempat umum lainya.  

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari membaca buku. Selain memperluas wawasan, membaca buku diyakini mampu memperkuat daya ingat kita. Hal ini disebabkan, ketika kita membaca buku, otak bekerja lebih keras. Syaraf-syaraf otak yang dulunya ‘kendor’, setelah membaca buku kembali kencang. Membaca buku juga melatih kemampuan konsetrasi kita. Jadi, bagi pembaca yang mengalami sulit berkonsentrasi, mulailah membaca buku dari sekarang.

Dari berbagai manfaat yang bisa kita dapatkan dari membaca, alangkah baiknya jika manfaat itu bisa kita bagikan kepada yang lain. berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan setelah membaca buku, agar hobi membacamu lebih bermanfaat:

1. Menulis Resensi Buku

Menulis Resensi Buku via http://www.rompoebokoe.wordpress.com

Menulis resensi buku adalah aktifitas mengulas dan mengkritisi buku yang kita baca. Dengan menulis resensi buku, kita dilatih untuk menyampaikan ulang gagasan buku yang sudah dibaca. Dengan menulis resensi buku, secara sadar atau tidak, kita turut memberikan dorongan bagi orang lain untuk ikut membaca buku yang sudah kita resensi. Selain bisa memberikan motivasi untuk membaca bagi orang lain, resensi buku yang sudah kita tulis bisa menjadi semacam 'peta' bagi pembaca untuk memahami isi buku yang sudah kita resensi.

2. Mengadakan Diskusi Buku

Alangkah menyenangkan, jika kita bisa membagikan apa yang sudah kita baca kepada orang lain. Salah satu cara berbagi setelah membaca buku yaitu dengan mengadakan diskusi. Sewaktu penulis masih berkuliah, penulis beberapa kali mengadakan diskusi kecil-kecilan dengan teman dekat penulis tentang buku yang sudah dibaca. Hasilnya, selain pengetahuan bertambah, kita juga dilatih untuk berani mengungkapkan pendapat.

Advertisement

Penulis sarankan, ketika akan mengadakan diskusi buku, para peserta diskusi juga harus membaca buku yang akan didiskusikan. Jika yang membaca buku hanya satu orang (moderator saja misalnya), niscaya diskusi tidak akan berjalan lancar, karena ada kemungkinan peserta lain yang tidak membaca hanya sekedar menjadi pendengar pasif yang tidak berani berbicara. Dalam hal ini peran moderator jangan sampai mendominasi dalam diskusi. Usahakan posisi moderator hanya sebagai pemantik. Artinya moderator harus memiliki kemampuan untuk mendorong peserta diskusi untuk mengungkapkan pendapat.

3. Manfaatkan Sebagai Bahan Rujukan

Ilustrasi Mencari Refrensi via http://www.informasitips.com

Membaca buku memang aktifitas yang memberikan banyak manfaat. Salah satu manfaat yang penulis rasakan adalah kemudahan mencari bahan rujukan. Mudahnya mencari bahan rujukan menjadi keuntungan ketika penulis mengerjakan skripsi. Dengan banyak buku, penulis mampu mengerjakan skripsi dengan mudah. Alasan, kenapa banyak mahasiswa yang terhambat dalam mengerjakan skripsi, selain dosen yang sulit ditemui, yaitu sulitnya mencari sumber rujukan untuk skripsinya.

Jadi penulis sarankan, bagi yang masih menempuh kuliah, biasakanlah membaca. Kalau perlu jangan hanya dibiasakan, tapi cintailah membaca, karena ketika kita sudah terbiasa membaca maka proses pengerjaan skripsi sudah rampung 50%. Jangan lupa, ketika pembaca membaca satu jenis buku, usahakan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dan sertakan pula halamanya. Pencatatan ini berguna untuk memudahkan pembaca menggunakanya sebagai rujukan dikemudian hari.

4. Jadikan Sebagai Bahan Refleksi

Ilustrasi Merenung via http://www.alhikmah.com

Selain menambah wawasan, membaca buku bisa menjadikan kita lebih dewasa dalam menyikapi kehidupan. Banyak buku yang berisi tentang nilai-nilai kebaikan yang bisa kita jadikan sebagai bahan renungan. Penulis ambil contoh buku karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Bukan Pasar Malam. Dalam buku ini salah satu nilai kebaikan yang bisa kita petik adalah soal kehidupan manusia yang tidak abadi. Menyadari bahwa kehidupan kita tidak abadi, mampu mengajarkan kita tentang: kesedarhanaan, tidak memuja hal-hal yang bersifat material dan nilai-nilai kebaikan lainya.

Memetik nilai moral (kebaikan) melalui buku yang kita baca butuh kesabaran. Kenapa butuh kesabaran? Karena ada beberapa buku yang memberikan nilai-nilai moralitas tidak secara tersurat (kasat mata), melainkan tersirat. Agar kita mudah memetik nilai moral yang ingin disampaikan penulis buku kepada kita sebagai pembaca, jangan membaca secara terburu-buru. Nikmati saja. Tafsirkan dulu makna yang sudah kita tangkap dari yang kita baca. Buku-buku yang biasanya memberikan nilai-nilai moral secara tersirat biasanya buku ber-genre sastra.

5. Praktikan

Setelah kita menghatamkan satu judul buku, jangan kita berpuas diri terlebih dulu. alangkah baiknya, jika kita bisa mempraktikan apa yang sudah kita baca. Contohnya, setelah kita membaca buku tentang cara pembudidayaan ikan lele. Setelah kita menamatkan dan paham isinya, agar tidak menjadi mubadzir , apa yang sudah kita pahami alangkah baiknya jika dipraktikan. Entah dalam bentuk eksperimen sederhana atau kalau mau lebih bermanfaat bisa disosialisasikan kepada warga sekitar.