Tidak ada seorangpun yang bisa mendefinisikan kata "CINTA". Tidak aku, tidak juga kamu. Setiap orang yang pernah merasakan cinta pasti punya pengertian sendiri mengenai Cinta. Cinta bisa jadi sebuah hal yang menakutkan untuk mereka yang pernah dikecewakan dan disakiti cinta. Cinta bisa pula diartikan kebahagiaan untuk mereka yang sedang dimabuk Cinta. Namun menurutku, Cinta itu adalah sesuatu yang teramat berharga, bukan karena aku sedang jatuh cinta, bukan pula karena aku telah dibutakan karena Cinta, melainkan aku adalah seseorang yang pernah berada bersama mereka, orang-orang yang patah hati. Lucu memang, aku merasa dia begitu berharga padahal jelas cinta telah merenggut sebagian dari kebahagiaanku.

 

 

1. Melangkah Bersamamu

Sepatu, Selalu Bersama Tak Bisa Bersatu

Sepatu, Selalu Bersama Tak Bisa Bersatu via https://www.google.co.id

Ingatkah kamu saat pertama kali kita bertemu?

Saat itu kamu berjalan persis dibelakangku, dan saat aku menoleh kebelakang, kamu tersenyum padaku. Aku tau saat itu aku jatuh hati padamu. Senyuman yang selalu menjadi semangatku dikemudian harinya, senyuman yang selalu menghiasi malamku sebelum aku memejamkan mata. Lalu aku tau bahwa aku telah jatuh cinta.

Saat itu aku tau kamu mengikutiku dan menatapku dalam diammu. Andai kau tau bahwa aku juga melakukan hal yang sama sejak saat itu. Ingat pulakah kamu saat aku berjalan menuruni tangga dan aku masih menyempatkan diri untuk melihatmu meski hanya sekejap mata memandang.

Taukah kamu sejak malam itu, aku menemukan kembali senyumku. Senyum yang sudah lama tenggelam semenjak aku bersama dia yang selama ini tidak pernah benar-benar mencintaiku. Hadirmu benar-benar berikan sebuah warna baru...

2. Badai Pasti Berlalu

Badai Pasti Berlalu, Namun Cintaku Tak Lekang Oleh Waktu

Badai Pasti Berlalu, Namun Cintaku Tak Lekang Oleh Waktu via https://www.google.co.id

Cinta tak selamanya indah. Bisa saja dia membuat luka. Cinta itu seperti hidup, kadang kamu harus melawan berbagai macam cobaan, baik yang mampu kamu lewati maupun yang bahkan tak mampu kau bayangi. Kadang kamu harus menerjang badai agar kamu belajar bagaimana menghargai angin semilir, kadang kamu harus menangis hanya untuk sekedar menghargai sebuah senyuman. Ketika seseorang tersenyum kepadamu, bisakah kamu memastikan bahwa dia sedang bahagia? Tentu saja jawabannya tidak, kamu tidak bisa menebak isi hati seseorang. Mungkin saja dia begitu terluka, saking terlukanya bahkan dia tak mampu lagi mengeluarkan airmata bahkan untuk setetespun.

Badai pasti berlalu,

Dia ada untuk menguji seberapa kuat kita bertahan? Seberapa besar cinta ku pada dirimu dan juga sebaliknya.. Bisakah kita bertahan hingga badai berlalu? Mungkin aku harus meralat pertanyaanku, lebih tepatnya, maukah kamu melewati badai ini bersamaku hingga nanti ia akan berlalu?

3. Dimatamu Aku Berteduh

Sepasang Mata Yang Meneduhkan

Sepasang Mata Yang Meneduhkan via https://www.google.co.id

Kadang aku merasa bingung ketika menatap matamu, rasanya aku tersesat. Kadang aku melihat pelangi yang indah pada kedua bola matamu, kadang mereka nampak seperti lautan kepedihan yang tak terselami, aku berusaha untuk memahaminya. Dan tak jarang aku gagal, entah apa yang bisa aku tafsirkan. Namun yang aku tau pasti, mata itu selalu meneduhkanku, sama seperti pelukmu yang selalu menenangkanku, meredam tiap isak tangis yang kadang tak mampu kubendung. 

Aku begitu takut setiap kali menatap kedua matamu, begitu pula saat menikmati senyummu. Aku takut jika suatu saat mata itu tak lagi meneduhkanku dan senyum itu tak lagi terukir untukku. Aku suka menatap mata itu dalam diamku, aku suka menatap mata itu dari sudut pandang yang bahkan tak kau sadari, bukan karena aku pecundang tetapi rasanya aku ingin menatap mata itu tanpa satu orangpun yang tau.

4. Setangkai Bunga Kian Melayu

Jika Tak Sempat Kuberi Untukmu, Kan Kusimpan Hingga Layu

Jika Tak Sempat Kuberi Untukmu, Kan Kusimpan Hingga Layu via https://www.google.co.id

Ternyata mencintai tidak seperti yang aku pikirkan. Yang aku kira saat aku tulus mencintai, maka kamupun akan melakukan hal yang sama. Nyatanya kamu sudah ada yang memiliki, namun kau juga mencintaiku, tapi apalah daya, kau lebih dulu bersamanya. Lalu mengapa engkau mengawali pertemuan ini jika pada akhirnya hanya seperti ini.

Selama menjalani kisah cinta ini bersamamu, aku berusaha untuk menjadi seseorang yang bisa membuatmu merasakan bahwa engkau beruntung telah bersamaku, namun lagi-lagi aku gagal. Kau tetap saja memilih dia. Kau bilang jika dia bukanlah orang yang pantas untuk kau sakiti, lantas bagaimana denganku? APa aku yang pantas kau sakiti saat ini? Jika itu membuatmu bahagia maka lakukanlah.

Pernahkah kamu bayangkan bagaimana kujaga setangkai bunga ini hingga layu. Saat aku ingin memberikannya untukmu namun ternyata saat yang sama engkau tengah bersama dia. Biarlah, aku yang menjaga bunga ini hingga layu, karena aku telah berjanji bahwa aku tak akan membuangnya untuk yang kedua kali.

5. Jika Dia Bahagiamu, Pergilah...

Melihatmu Bahagia Bersamanya Saja Cukup Untukku

Melihatmu Bahagia Bersamanya Saja Cukup Untukku via https://www.google.co.id

Aku tidak pernah mau meninggalkanmu, aku selalu bertahan menjaga hubungan ini. Aku yakin kau pun begitu, hanya saja status kita berbeda. Engkau lebih memilih menjaga perasaannya dengan meninggalkanku. Jika kau katakan bahwa kau meninggalkanku hanya karena tak ingin aku lebih terluka, itu BULSHIT. Aku jauh lebih terluka saat kau memilih untuk mengakhiri hubungan ini. Aku tak bisa menerima semua ini berakhir. Namun setidaknya aku tau, bahwa aku pernah menangis sebegitu memilukan hanya untuk menentang kepergianmu dan aku pernah memohon sebegitu sungguh untuk menentang sebuah perpisahan denganmu. Kini harus bagaimana lagi au menahan kepergianmu?

Aku tidak perduli jika satu,dua, sepuluh, seratus, maupun seribu orang menentang hubungan kita. Aku sanggup menghadapi mereka meski harus mengorbankan seluruh hidupku, tapi aku tidak bisa melawan kehendakmu, dan kini saat kau memilih untuk meninggalkanku, aku pun tak bisa menolak. Aku mundur...

Bukan berarti aku menyerah, namun aku akan tetap berjuang sendiri untuk cinta yang masih kujaga untukmu yang kini telah bahagia bersama dia :)

6. Sedih Tak Berujung

Aku Tak Pergi Hingga Nanti Kau Kembali

Aku Tak Pergi Hingga Nanti Kau Kembali via https://www.google.co.id

Tidak ada seorangpun yang menginginkan sebuah perpisahan sekalipun itu untuk alasan sebuah kebaikan, sama halnya berbohong untuk kebaikan, tidak ada bohong yang baik sehingga tidak ada maknanya jika engkau berbohong demi kebaikan, tetap saja ia disebut sebuah kebohongan. Begitupun perpisahan, jika kau katakan bahwa perpisahan ini untuk kebaikanku, jika kau katakan bahwa perpisahan ini terjadi karena kau tak ingin melihatku sedih terus-menerus maka pernahkah kau berpikir bahwa dengan perpisahan ini engkau telah melukaiku bahkan lebih dalam dari yang kau bayangkan, pernahkah kau memikirkan bagaimana aku setelah kepergianmu?

Setelah engkau pergi, aku tak tau lagi bagaimana caranya untuk tersenyum. Aku bisa saja tetap tersenyum tapi sampai kapan aku harus berusaha menutupi kepedihanku, berpura-pura semuanya baik-baik saja setelah kau tinggalkan aku. Aku lelah, aku tak bisa lagi menutupi semuanya, aku berantakan, aku kehilangan semangatku, aku lelah harus menghapus sendiri airmata yang menetes, AKU TIDAK PERNAH BAIK-BAIK SAJA SEMENJAK KAU TINGGALKAN. Semenjak engkau pergi. Semua nampak seperti kesedihan yang tak berujung.

 

7. Suatu Hari Nanti

Biar Saja Hujan Membawa Setiap Luka

Biar Saja Hujan Membawa Setiap Luka via https://www.google.co.id

Jika suatu hari nanti dia menyakitimu, menolehlah kebelakang. Masih ada aku disini, masih ada aku yang selalu mencintaimu, masih ada aku yang selalu sakit ketika mengingatmu, masih ada aku yang menunggumu, berharap kau kembali, tanganku selalu ada disini untuk memelukmu dan menghapus airmata seperti malam itu, bahuku selalu siap menjadi tempat sandaranmu saat engkau lelah menjalani bersamanya. Kini, aku tak berharap banyak padamu, aku berjuang untukmu, aku bertahan pada kesetiaan, sampai nanti ia akan kehilanganarti, sampai nanti ia lelah untuk mencari, suatu hari nanti...

8. Tak Berawal dan Tak Berujung.

Kisah Kita Tak Akan Berakhir Selama Nafasku Masih Berembus

Kisah Kita Tak Akan Berakhir Selama Nafasku Masih Berembus via https://www.google.co.id

Aku masih mengingat ini. Mirip angka favoritemu kan, mirip angka 8. Pernah suatu hari kau katakan bahwa kau menyukai angka 8 karena dia nampak menyatu, tak berawal dan tak berakhir. Namun kini kuberikan kau simbol yang lebih bermakna, Infinity Symbol. 

Kini aku juga menyukainya, sama seperti kisah dan kasih sayangku untukmu. Hanya saja semuanya berawal namun tak berujung, sekalipun engkau telah memilih dia dan meninggalkanku, aku masih berjuang meski kini aku harus berjuang sendiri, aku tak peduli. Yang aku tau aku mencintaimu.

Kamu tau aku bukan orang yang lemah. Aku bahkan masih mampu tersenyum saat kau lukai aku, aku masih mampu memaafkan meski seringkali kau kecewakan, aku masih mencintaimu meski telah kulihat bagaimana kau tertawa bahagia saat menggenggam tangannya dan berada dalam pelukannya, aku masih disini menunggumu hingga nanti sudah tidak ada lagi alasanku untuk berjuang, namun sampai saat itu tiba, ijinkan aku tetap menyayangimu...