Berkenalan dengan banyak manusia tidaklah masalah, lalu bagaimana jika perkenalan itu menjadikan awal tumbuhnya rasa nyaman dari pertemanan pada orang yang spesial di hatimu? Ingin menjadikan ia satu-satunya sosok priamu/wanitamu dalam hidupmu, belum lagi dengan perbedaan-perbedaan kalian, jadikan kamu sadar sepenuhnya akan ada risiko jika tidak benar-benar yakinkan diri. Apalagi, selagi muda banyak yang belum kamu lakukan bersama dia, meskipun kamu pernah melakukannya bersama teman-temanmu, misal saja hobimu yang suka memilih destinasi ke gunung atau ke pantai sebagai tempat rileksasi diri.

Simple lho, jangan sampai kehilangan kesadaranmu sendiri karena sudah terlanjur mabuk kepayang dengannya. Apakah kau sangup melakukan setiap waktumu bersamanya, tanpa kamu sadari ternyata sering membuatmu melamun dan tidak fokus ketika kamu berada di aktivitas yang mengharuskan keterlibatanmu penuh, misal saja berada di seminar nasional kampusmu yang kamu sebagai MC, rapat sebagai kamu ketuanya, atau di kelas ketika ada presentasi. Hal-hal ini bisa menjadi catatanmu saat bersama dia.

 

1. Hilangkan keraguan dalam berteman, terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya

Berbicara tentang pertemanan, memang layaknya magnet yang tidak dapat dipisahkan. Setiap hubungan pertemanan, dibutuhkan untuk saling mengerti dan saling mendukung supaya berguna untuk jalinan persahabatan ke depannya. Tidak terlepas juga dengan intensitas keseharian yang dilakukan bersama-sama, meski sering melontar canda satu sama lain, pada suatu momen tertentu pasti akan ada aja yang diributkan.

Setiap manusia butuh interaksi kan.

Aku rasa ini benar. Hanya saja kita tidak menyadari tujuannya. Selama mengawali pertemanan dalam sebuah perkenalan, yang dicari adalah "apa sih kelebihan yang dia punya" dan "apa sih kelemahan yang ada pada dia". Iya atau iya?

Walau bagaimanapun juga, teman adalah orang yang telah berjasa membangunkanmu dari keterpurukan, menghiburmu saat senang maupun sedih. Begitu berartinya ia, di kala engkau tak bisa melihat wajahnya lagi.

Berteman sebenarnya tidak perlu ada keraguan. Kita pasti mendapati kelebihan dan kekurangan orang lain. Karena kita sama, hanya manusia biasa. Terlepas dari kelupaan akan pertolongan orang lain, bahkan teman kita sendiri pun.

"Dia ada di sisimu setiap kali kau membutuhkan, tapi apa kau ada di sisinya saat dia paling membutuhkanmu? Apa hubungan semacam ini yang kau sebut persahabatan?" - Wina Effendi

Pada saat-saat kamu sibuk, ketika ada yang butuh bantuan yang terucap adalah maaf. Namun, kita tidak sadar, ketika kita yang membutuhkan bantuan, mereka menyempatkan waktunya untuk menolong kita.

Haruskah perlu dipisahkan dulu oleh waktu dan jarak kita pada mereka ketika mereka yang baik, yang sering menolong, yang ada selalu buat kita itu pergi dan meninggalkan kita? Sudah menjadi bagian dari tugas sebuah pertemanan mempertahankan hubungan itu agar layak untuk jangka waktu yang lama. Lebih pentingnya adalah saling menerima kelebihan dan kekurangan.

2. Katakanlah, dia Mr. 100% sedangkan kamu Ms. 1% begitu juga sebaliknya, lalu perjuangkan atau tinggalkan?

Focus only you

Focus only you via http://unsplash.com

Hool,,,

Ketika kamu seorang mahasiswa dan juga aktivis di kampus, ditambah kegiatan organisasi lainnya, selalu butuh full battery untuk bisa memantau yang terjadi di kampus atau organisasimu kan. Hari-mu akan kacau, apabila kamu adalah orang yang kurang banget info kampus dan organisasi hanya karena kehabisan battery, ditambah lagi kamu berada jauh dari portable atau colokan buat nge-isi ulang battery mu. Yang terjadi pasti kamu akan ditanyai berbagai pertanyaan.

Contoh lain, ketika kamu jatuh cinta dengan seseorang mungkin, dia yang on time 100% mengawali harinya (dalam hal battery), sedangkan kamu selalu kehabisan battery. Yang si dia selalu nge-cekin keberadaanmu rutin setiap menit, tiba-tiba nggak dikabarin karena sebuah alibi battery hpmu ngedrop dan nggak ada waktu buat nge-isi ulang. Komunikasi dengan si dia bisa jadi nggak lancar deh. Berat kan meskipun terlihat sepele?

Sering kali lho, kita jumpai kejadian seperti ini. Baru hal battery aja belum yang lain. Positive thinking aja sih bila hal ini sering terulang. Lumayankan, dengan kamu membiasakan diri positive thinking pada orang lain, energy mu nggak terkuras habis, lho.

Bagaimana kamu memperlakukan orang lain adalah gambaran dari apa yang kamu rasakan di dalam hatimu - @mayaseptha

Baiklah, semua balik lagi ke perlakuan kamu pada orang lain kok. Hati-hati ketika kamu sudah menaruh harapan pada orang lain. Bukan karena kamu menyukai kepribadian mereka, bisa jadi karena kamu orangnya super baik, super ramah, super perhatian pada siapa aja. Apalagi pada lawan jenismu ketika mereka haus akan perhatian, kasih, dan sayang dari orang sepertimu.

3. Karena perbedaan bukanlah akhir, tetapi menjadi awal sebuah takdir

One Frame

One Frame via http://google.com

Different? Why not? Berbeda bukannya manis? Bila saling melengkapi antara kamu dan dia kan. Kamu yang introvert dilengkapi dengan dia yang ekstrovert ketika kalian berada di hiruk-pikuk manusia, misal saja situasi kondangan apa lamaran gitu.

Pertemanan merupakan investasi masa depan

Guys, perbedaan adalah wajar yang dirasakan setiap manusia. Kamu normal kok kalau merasakan nggak nyaman dengan orang lain karena berbeda. Akan tetapi, kamu nggak lantas meninggalkan seseorang hanya karena berbeda denganmu.

Halo, mau sampai bumi jadi persegi nggak akan menemukan seseorang yang sama persis denganmu dari segala sudut. Kamu bukan persegi yang punya 4 bidang dengan sisi yang sama dengan bentuk yang lainnya, karena kita manusia. Punya celah yang bisa ditemukan, kamu hanya perlu ditutup dengan kasih sayang dan kelembutan. Iya apa iya?

Kamu akan sadari nanti ketika sedang berjuang pada yang membuatmu jatuh hati.

4. Di saat gelap, kamulah yang menjadi penerangku

Candle Light

Candle Light via http://google.com

Pertemanan yang sudah terjalin cukup lama, tanpa banyak minta nggak ada malu untuk jadi dirinya sendiri, bahkan bisa sampai pada taraf malu-maluin, ya dong? Pertemanan cewe-cewe dengan cowo-cowo pasti sangat berbeda, apalagi satu cewe dengan satu cowo. Alright, semua kembali pada kesadaran masing-masing kok, ego masing-masing, dan pribadi masing-masing ya.

Ada positive-nya pertemanan cewe-cowo ini, mereka menjalin pertemanan cukup lama sehingga mengerti pribadi satu sama lain. Pertama, ada saling percaya; yang kedua, ada siap selalu ada baik di kala susah ataupun senang; dan yang ketiga, adanya ketulusan karena sudah punya ikatan batin meskipun tidak satu darah. Tidak semua pacar bisa melakukan ketiga hal itu, lho.

Kamu sudah cukup banyak melihat cewe-cewe yang hancur karena gagal bersatu dengan cowonya akibat dipisah jarak yang sangat jauh dan tidak bisa diukur seberapa jauhnya. Ya, jarak tak kasat mata itu yang terbentang dalam sebuah perbedaan

Duh, gawatkan?! Bisa terjadi sama siapa aja lho, bahkan pada teman dekatmu sendiri. Lalu? Apa yang sebaiknya kita lakukan? Setelah tragedi patah hati terhebat yang dialami temanmu, kamu ada rasa empati untuk menghibur dia. Segala hal kamu lakukan untuk membuatnya melupakan rasa sakit itu, dan meninggalkannya berlalu. Sebaik mungkin, kamu akan menjadi seorang teman yang baik di kala temanmu sedang tidak bahagia. Peranmu begitu besar dan dibutuhkan.

Di saat gelap, kamulah yang menjadi penerangku

Temanmu akan menyadari bahwa kamu adalah seseorang yang bisa membuatnya nyaman, diandalkan dengan ada di saat sedih dan senang. Lagi-lagi rasa simpati dan empatimu dibutuhkan mereka.

5. Nyatakan keinginanmu! Siapa tahu harapanmu bisa jadi akan dia kabulkan

Waitting

Waitting via http://unsplash.com

Keinginan yang selalu ingin bersama si dia hingga menginginkan hubungan yang terikat. Setidaknya, entah seberapa sering kamu memikirkan hal-hal lain. Pasti pernah lah ya kepikiran tentang seseorang yang sedang dekat denganmu, mengulik bagaimana dia, yang saling memberikan perhatian, memberikan solusi atas masalahmu, mengajakmu keluar sekadar untuk makan bareng, menghabiskan di penghujung harinya hanya untuk berchatting ria denganmu, hingga lupa tubuh kalian perlu diperhatikan juga. Asalkan bersamanya, segalanya terasa menyenangkan. Rutinitas-rutinitas bersama dia pun selalu dicari-cari.

"When you make decisions, you deal with consequences. Don't expect anything in return" - Wina Effendi, Remember When

Jika dia meresponse yang kamu perjuangkan, katakanlah padanya, keinginanmu untuk merubah pertemanan kalian menjadi hubungan yang serius. Kamu tidak akan tahu yang dia rasakan jika kamu pun tidak berbicara kan. Semoga berhasil!