“Selamat Bu, Pak, anaknya lahir sehat!”

Ketika kita lahir, tidak ada orang yang lebih bahagia kecuali kedua orang tua kita, terlebih jika kelahiran sang anak memang sudah dinantikan bertahun-tahun lamanya. Tentu saja, tidak ada yang bisa mengalahkan rasa bahagia Ibu dan Bapak ketika itu.

Sejak kita ada, orang tua pastilah menginginkan agar suatu saat nanti kita menjadi anak yang berbakti dan memberikan banyak kontribusi positif bagi kehidupan banyak orang. Orang tua bekerja keras tanpa kenal lelah agar kita bisa mendapatkan pendidikan dan segalanya yang terbaik.

Seiring berjalannya waktu, kita tumbuh dan semakin mengerti arti kebebasan. Mulai saat itu juga, kita mulai berani melawan perintah orang tua yang tidak sesuai dengan kehendak kita.

Sebaiknya kita perlu introspeksi diri ketika mulai bermunculan masalah di kehidupan. Kalau kita bingung apa penyebabnya, mungkin kita perlu tahu bahwa bisa saja itu berasal dari perilaku  yang menyakiti hati Ibu dan Bapak. Berikut adalah beberapa dosa yang bisa secara tidak sadar telah kita lakukan dan ternyata menyakiti hati orang tua:

 

1. Mengabaikan nasihat orang tua

Dengarkan saja, nasihatnya tidak akan merugikanmu.

Dengarkan saja, nasihatnya tidak akan merugikanmu. via http://static.republika.co.id

Hei Anak Muda, jangan mudah marah! Nasihat orang tua mungkin terdengar membosankan karena sangat klasik, bahkan tanpa diberi tahu pun kita sudah mengerti akan hal tersebut. Namun, jangan remehkan nasihat orang tua. Mereka hanya ingin supaya buah hatinya tidak terjerumus dalam hal-hal yang negatif dan merugikan. Kalau kamu sudah tahu, dengarkan saja. Tidak masalah kan?

2. Membentak saat adu argumen

Tolong sopan!

Tolong sopan! via http://www.kesekolah.com

Dalam masa pertumbuhan dan perkembangan manusia menjadi semakin matang, ada masa di mana kita mulai memiliki pendirian sendiri. Ketika kita sudah memegang suatu prinsip dan ternyata orang tua kontra, sering terjadi adu argumen.

Bukan salah, tetapi perhatikan etika. Kamu sedang berbicara dengan orang yang telah melahirkan dan membesarkanmu, melindungimu, mengupayakan kebahagiaanmu. Jangan membentak! Jika kamu punya pendapat lain, sampaikan baik-baik dengan sopan dan santun, tanpa menyakiti hatinya. Penyampaian pendapat yang tulus dari hati, bisa saja meluluhkan hati Ibu dan Bapak. So, keep calm and say what you want.

3. Tidak meminta izin orang tua

"Ibu doakan sukses ujian, Nak." via http://forbesindia.com

Hei, ini penting! Ingat ya, restu Tuhan bergantung pada restu orang tua. Kalau kita punya hal penting untuk dilakukan, misalnya mendirikan usaha, wawancara kerja, ujian, menikah, dan lain-lain, jangan lupa minta izin! Jangan hanya karena alasan tertentu hingga kita tidak meminta izinnya. Ketahuilah, apa yang menjadi hal penting untuk kita, juga merupakan hal penting bagi Ibu dan Bapak kita. Mengapa? Karena kita adalah kesayangan mereka.

4. Membandingkan keadaan orang tuamu dengan orang tua yang lain

Hargai perjuangan mereka untukmu!

Hargai perjuangan mereka untukmu! via https://asepsaepulbahri.files.wordpress.com

Tidak semua dari kita beruntung lahir di keluarga yang serba berkecukupan. Sebagian anak memiliki orang tua yang kaya, punya banyak harta, dan tiada kekurangan suatu apa pun. Namun, sebagian yang lain harus menerima kenyataan bahwa untuk mendapat uang saku saja harus bekerja terlebih dahulu karena orang tua tidak memiliki uang untuk diberikan.

Apa pun keadaan yang kita alami, jangan pernah membandingkan orang tua kita dengan orang tua yang lain. Orang tua telah bekerja mati-matian tanpa kita ketahui, tetapi mungkin rezeki memang belum banyak. Jadi tolong, syukuri apa yang bisa diberikan orang tua kepada kita. Itu akan sangat membantu meringankan beban pikiran mereka. Bersyukur juga akan membantu kita hidup lebih bahagia. Percayalah.

5. Lupa bahwa orang tua adalah malaikat kita di dunia

Terima kasih, Ibu dan Bapak!

Terima kasih, Ibu dan Bapak! via http://www.dailymoslem.com

Jika kita sedang membenci Ibu dan Bapak, ada baiknya kita ingat bahwa tanpa mereka kita bukan apa-apa. Kita bisa hidup sampai sekarang karena kehendak Tuhan dan perjuangan mereka mengurus kita sebaik mungkin. Ayo sekarang merendahkan hati dan berani meminta maaf atas kesalahan dan dosa kita terhadap orang tua. Peluk Ibu dan Bapak, katakan bahwa kita sangat menyayangi mereka.

Bagaimana Kawan? Sudah ingat mengapa hidupmu kurang bahagia? Semoga setelah membaca tulisan ini, kita jadi lebih sadar bahwa tidak ada hal yang dilakukan orang tua bertujuan untuk menggagalkan mimpi-mimpi kita. Percayalah, pengalaman hidup mereka lebih banyak dan pastinya mereka lebih tau banyak hal dibanding kita. Jangan mudah marah dan melawan bila apa yang disampaikan orang tua tidak sesuai dengan keinginan kita. Katakan baik-baik, buat mereka mengerti maksud kita. Mereka akan lebih merasa dihargai dan tidak akan segan mendoakan kita. Hasilnya, hidup kita akan jauh lebih bahagia. Jangan lupa, tetap sayangi Ibu dan Bapak selagi masih ada kesempatan!