Kita hidup di zaman anak muda menyebut dirinya sebagai kaum millennial. Kaum yang katanya melihat popularitas dan pencapaian dari jumlah followers di sosial media, jumlah likers di setiap postingan, dan ketanggapannya dalam mengikuti tren di masyarakat.

Lantas benarkah yang demikian layak disebut sebagai anak kekinian?

Hidup di zaman ini memang mau tidak mau, siap tidak siap harus mengikuti perubahan yang terjadi di masyarakat. Tidak ada yang menyalahkan jika yang kita inginkan adalah menjadi anak muda yang kekinian. Dengan segenggam followers di tangan, bayangan kamu menjadi terkenal dan banyak uang. Jadi, tak salah bila setiap anak muda mendambakan menjadi sosok kekinian untuk membuat kehidupannya lebih baik lagi.

Nah, jika kamu ingin menjadi salah satu dari sosok kekinian itu, siapkan buku catatan dan penamu untuk mencatat tips and triknya ya guys! So, check this out!

1. Jangan Berharap Jadi Generasi Kekinian, Jika Bersikap Terbuka Saja Kamu Tak Mampu

Masih Mau Lanjut ke Tips Selanjutnya? via https://www.instagram.com

Jadi ini syarat utama dan pertama yang harus dilakukan sebelum memutuskan hijrah menjadi kaum kekinian. Kamu harus mulai mengubah pikiran konservatif bin kolotmu menjadi pemikiran yang lebih terbuka. Eits..jangan salah kaprah dulu.

Terbuka di sini maksudnya bukan kamu serba mengiyakan dan membenarkan perihal budaya yang bertentangan dengan prinsipmu. Tapi lebih kepada bagaimana kita bisa menerima pendapat orang lain tanpa berusaha memaksakan  kemenangan pendapat pribadi. Belajar menjadi sosok pendengar yang baik bukan pembicara yang selalu ingin menang sendiri.

2. Kemasi Barangmu, Tinggalkan Zona Nyamanmu!

Anak Kekinian itu Mau Pindah dari Kontrakan Ternyaman via http://www.bussiness2community.com

Selanjutnya kamu harus belajar menjadi sosok yang tangguh. Darimana kita tau jika diri kita tangguh atau tidak? Ada indikatornya? Bagaiamana cara menelitinya?

Advertisement

Gampang banget, jadi orang tangguh itu cuma satu tolak ukurnya. Sudahkah kamu berani keluar dari zona nyamanmu? Mencari hal-hal baru dan menguji ketangguhanmu di sana? Bukan untuk pamer sana-sini, melainkan untuk membuat perubahan dalam hidupmu.

Kamu tahu 'kan mutiara tidak terbentuk dengan kediamannnya di dalam kerang? Ia terbentuk sempurna sebagai batuan berharga dengan cara ditempa derasnya ombak, benturan dengan karang, hingga akhirnya ia lahir sebagai bebatuan yang berharga.

3. Kalau Nggak Bisa Jadi yang Pertama, Jadilah Beda!

Karena bukan cuma baju yang butuh merk! via http://www.iambeautifullymade.com

Nah poin selanjutnya yang harus kamu ikuti jika ingin jadi anak kekinian adalah tampil beda. Kamu tau kan kenapa selebgram punya banyak followers? Karena mereka berani tampil beda daripada hanya sekedar berbagi hal yang sudah umum di pasaran. Tapi tetap saja harus tampil beda yang berbau positif, ya.

Keuntungan lain yang bisa kamu dapatkan dengan tampil beda adalah you make your own brand alias branding diri sendiri.

4. Kekinian Itu Milik Mereka yang Mau Berkreasi

Make a List, Things to do! via http://www.lifehacker.com

Selanjutnya adalah menjadi seorang yang kreatif dan inspiratif. Kenapa kita harus kreatif? Bukankah tidak semua orang diberi anugerah menjadi pribadi dengan segudang ide kreatif? Tentu tidak, beberapa orang memang dilahirkan dengan bakat kreatif dan kurang kreatif. Kurang artinya masih bisa dibenahi dan dilatih agar lebih kreatif. Nah kenapa kita harus kreatif? Karena dengan kreativitas kita mampu membuat sebuah perubahan.

Bukankah sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi sesama?

5. Kekinian adalah Kombinasi dari Jiwa yang Kuat dan Raga yang Sehat

This is the last but not a least. Jadi gini, kamu pengen jadi anak muda yang kekinian tapi kamu sakit-sakitan? Ga mungkin kan? Jadi mulai sekarang, ubah gaya hidupmu jika kamu masih hobi bermalas-malasa, enggan berolahraga, dan hobi mengonsumsi makanan cepat saji. Memang tidak mudah, tapi percayalah dalam tubuh sehatmu ada jiwa yang kuat. Bukankah tampil sebagai anak sehat lebih disukai daripada sakit-sakitan?

Kamu ingin disukai kan bukan dikasihani? So, mari hidup sehat!