Jika kamu adalah fresh graduate yang sedang gencar-gencarnya mencari pekerjaan. Menghadiri job interview merupakan pengalaman baru yang tentunya dapat membuat susah tidur. Sibuk browsing artikel ini itu, bertanya kepada orangtua, kakak, teman, pacar, atau mantan untuk mendapatkan saran.

Tapi jangan khawatir, cukup simak beberapa tips yang Hipwee berikan berikut ini:

 

1. RISET RISET dan RISET!

Mengapa Riset? Riset sangat diperlukan untuk mempersiapkan diri menghadapi pertanyaan saat interview nanti dan menghindari memberikan jawaban bodoh seperti "Saya kerjanya nanti ngapain aja ya Bu?." Please deh.. jangan sampai itu keluar dari mulutmu ya.

Pertama, cari tau mengenai perusahaan yang kamu lamar. Kapan dan siapa saja foundernya, apa visi dan misinya, apa prestasi perusahaan tersebut hingga krisis seperti apa yang pernah dihadapi, gaji, lingkungan kerja dan yang lainya. Cari sebanyak mungkin sumber informasi mengenai perusahaan tersebut.

Lalu, pelajari job description posisi yang kamu lamar. Kamu bahkan harus meriset melalui google siapa user yang akan mewawancarai kamu selain HRD. Biasanya user adalah manager yang akan menjadi atasan langsung atas posisi yang kamu lamar. Buka profile linkedin dan kalau perlu sosial media nya. Mengetahui dengan orang seperti apa kamu akan bekerja nanti adalah hal yang penting.

Dengan bekal tersebut kamu dapat dengan lancar menghadapi pertanyaan dan mengajukan pertanyaan cerdas jika diberikan kesempatan bertanya.

2. Say NO! to Make-up Menor

over makeup

over makeup via http://purplle.com

Bagi para perempuan, gak perlu make-up menor, gambar alis seperti ulat bulu, apalagi pakai bulu mata antibadai demi mendapatkan perhatian. Ingat! seperti first date, the less the better. Berpenampilanlah sederhana namun tetap menarik. Cukup aplikasikan make up natural agar tetap terlihat segar dan menarik.

Untuk pakaian, kamu bisa menggunakan proffesional attire seperti kemeja putih/blazer dan rok selutut/celana bahan (untuk perusahan yang formal seperti BUMN/Kementerian). Bagi kamu yang melamar di perusahaan seperti agency, media, startup atau ecommerce misalnya. Gaya smart casual adalah yang paling pas. Intinya adalah sesuaikan penampilan dengan lingkungan perusahaan. Itulah gunanya riset di poin pertama. Kalau saltum siapa yang malu?

3. Be On Time

be on time

be on time via http://ordiate.com

Gak lucu banget kalau baru interview sudah telat datang. Itulah gunanya poin #1, kalau kamu tau pasti alamatnya. Kamu gak akan buang-buang waktu untuk mencarinya saat hari H karena sudah memperkirakan waktu dan jarak tempuh. Pergunakan aplikasi transportasi yang sudah banyak tersedia bisa menjadi salah satu alternatif untuk datang on time saat wawancara.

Pastikan kamu ke toilet dulu untuk merapikan diri sambil menunggu waktu interview yaa!

4. Eye Contact

eye contact rules

eye contact rules via http://www.digitalgurus.co.uk

Setuju deh sama gambar diatas!

Eye contact sangat diperlukan dengan siapapun lawan bicara yang akan dihadapi. Melakukan eye contact berarti kita menghargai, menghormati dan mendengarkan lawan bicara kita. Tersenyumlah untuk menghilangkan nervous, namun pastikan eye contact tetap ada. Karena kesungguhanmu dapat dilihat melalui mata.

Jika pewawancara ada lebih dari satu orang, tatap mereka satu-persatu sambil tersenyum dan ingat baik-baik namanya. Ingat kembali rules #1 ya

5. Atittude

attitude at interview

attitude at interview via http://howzzdat.com

Prestasi kece dan nilai IPK oke dalam CV tidak akan berarti apa-apa tanpa attitude yang baik dan rasa percaya diri. Jabat tangan dengan mantap dan tersenyumlah saat memperkenalkan diri ataupun saat undur diri. Jangan duduk jika belum dipersilakan atau jika si pewawancara belum duduk terlebih dahulu.

Pastikan posisi dudukmu nyaman, karena ketegangan seseorang dapat dilihat dari posisi duduk dan letak tangannya. Fokuslah pada pertanyaan dan jawab dengan penuh percaya diri. Tidak perlu terburu-buru, pastikan jawabanmu jelas dan tidak melenceng dari pembicaraan. Sesekali sisipkan humor standar agar tidak terlalu tegang.

Jangan lupa ucapkan terima kasih dan pamit saat interview selesai.

6. Jual Diri alias Self Promotion

Self Promotion

Self Promotion via http://lifehacker.com

Eitss, jual diri yang satu ini lain konotasinya loh!

Job interview adalah saat dimana kita dapat menjual diri kita dalam arti positif. Ceritakan mengenai pengalaman kerja/organisasi yang telah kamu lakukan waktu kuliah/pekerjaan sebelumnya, ceritakan kelebihanmu, prestasi, hobi, bahkan kelemahanmu. Tapi jangan lupa untuk memberitahu bagaimana cara kamu berdamai dengan kelemahan tersebut.

Misalnya "Ingatan saya sangat lemah, makanya saya selalu mencatat agenda penting dalam fitur di smartphone."

Selalu ingat semua tips ini akan sukses jika tips No.1 & No.7 dilakukan dengan baik dan sungguh-sungguh.

 

7. FOLLOW UP Pasca Interview

follow up

follow up via http://www.pmi.org

Kesalahan yang banyak dilakukan orang setelah selesai melakukan interview adalah follow up. Bagaimana cara melakukan follow up pasca interview? Cukup dengan mengirimkan email kepada HRD berupa ucapan terima kasih telah bersedia meluangkan waktu, katakan juga bahwa setelah interview kamu jadi semakin yakin untuk bergabung dengan perusahaan tersebut dan jangan lupa sampaikan bahwa kamu akan dengan senang hati diinformasikan mengenai apapun hasil interview.

Follow up dapat dilakukan hingga 3x jika belum mendaptkan jawaban. Untuk lebih lengkapnya silakan klik http://www.pmi.org/learning/Professional-Development/Career-Central/job-interview-followup-formula.aspx

 

Selamat mencoba dan semoga berhasil!