Tiap manusia lahir dengan berbagai karakter dan tipe yang berbeda, tak bisa dipungkiri seringkali itulah yang membuat manusia satu dengan yang lainnya berbenturan. Entah itu karena perbedaan pendapat, pola pikir, dan bahkan tanpa terlihat berbeda pun sudah bisa membuat perselisihan.

Pasti banyak dari kalian yang menemukan keanehan – keanehan ketika bahkan kalian belum mengenal orang lain yang berada dengan satu wilayah dengan kalian pun sudah terasa pandangan – pandangan sinis yang tentu kalian sendiri diberikan suatu kemampuan alami mata kalian untuk mengartikannya. Banyak penyebab mengapa seseorang yang belum kalian kenal sekalipun terlihat seakan tidak ingin bertegur sapa dengan kalian meskipun dari dalam diri kalian sendiri sebenarnya sudah ada etikat baik.

Biasanya, perilaku orang seperti ini adalah wujud dari pelampiasan atas ketidakpuasan pada diri mereka, atau biasanya juga dikarenakan orang seperti ini pernah mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan dari orang lain. Bahkan,ketika orang seperti ini hanya melihat dari kesamaan fisik atau gaya penampilan antara dirimu dengan orang yang pernah memperlakukan dirinya dengan tidak baik, seakan secara otomatis sensor mata dan hatinya menolak untuk beretikad baik denganmu. Seperti umumnya, ada saja orang lain yang lebih senang mengurus kepentingan dirimu dari dirinya kepentingan sendiri. Seperti juga ketika kamu bertetangga, pasti ada saja tetangga yang tidak kamu harapkan kedatangannya berlanjut dengan menyebar gosip tidak sedap tentang kehidupanmu yang sebenarnya kebanyakan berawal dari atas dasar iri.

1. Ia menganggapmu cuek

Ketika seseorang berkenalan dengan banyak orang lainnya, tidak semua orang bisa begitu saja mengartikan dirimu sebagai seorang yang ramah untuk berkenalan. Tidak setiap waktu juga ketika kamu bertemu dengannya adalah waktu yang santai untuk melempar sapa atau menyisakan beberapa menit untuk berbincang. Ketika kamu terburu – buru dengan sesuatu, bisa dipastikan kamu juga mempunyai prioritas lain untuk lebih diutamakan. Terkadang itulah yang terlalu cepat memantik sumbu kesalahpahaman di awal perkenalan yang terkadang juga baru kamu sadari setelah beberapa waktu seseorang itu menunjukkan etikat yang tidak “welcome” kepadamu

2. Ia gagal mencari perhatianmu

Kondisi selanjutnya ketika ia tidak merasa mendapat perhatianmu, yaitu dengan sengaja menggodamu dengan suara yang sengaja ia keraskan ketika kamu lewat atau ketika berada di sebuah ruangan yang berbeda namun berdekatan jaraknya. Bisa dengan berbagai cara seperti sengaja meniru apa yang kamu katakan sebelumnya, menggodamu dengan umpatan, atau sengaja berbincang dengan temannya dengan suara yang dibuat – buat. Namun kamu sendiri pun juga mempunyai hak untuk mau berkenalan dengannya atau tidak karena memilih seorang teman itu juga penting. Sebaiknya kenali dulu etikatnya, jika cara ingin mendapat perhatianmu mungkin tidak sengaja menyinggung perasaanmu, karena tidak semua yang ingin mengenalmu memang seperti niat mereka untuk menjadi temanmu. Ingatlah bahwa terkadang mereka hanya ingin mengetahui kelemahan atau beberapa hal tentang dirimu dengan perlahan, sampai ia berhasil mencapai apa yang ia inginkan.  

3. Pernah ada kebencian terhadap individu lain

Advertisement

hate someone via https://www.google.com.ua

Sering sekali ini menjadi pembeda yang paling utama, ketika seseorang pernah membenci seseorang dengan membenci segala fisik, gaya penampilan atau gaya hidupnya yang secara langsung ia terapkan ketika ia melihat dirimu yang sebenarnya tidak tahu menahu tentang masalah yang pernah dia alami. Mungkin ia pernah sakit hati dengan seseorang dengan perkataannya, perlakuan terhadap dirinya, atau sesuatu hal yang lain dan itu ia lampiaskan dengan memproyeksikan bahwa tipe orang – orang seperti demikian dengan ciri – ciri yang tidak ia sukai adalah seseorang yang tidak layak mendapat respect darinya. Padahal beda orang beda wajah dan otomatis beda sifat yang ia miliki. Penampilan bukanlah segalanya untuk menilai seseorang.

 Terkadang hal ini juga tidak bisa disalahkan, karena faktanya orang – orang yang memiliki sisi ketidakpuasan terhadap dirinya seperti ini mempunyai kondisi pergaulan yang sama. Ketika dalam lingkup pergaulannya sering menunjukkan kebencian yang sama, maka secara reflek iapun akan mengamini bahwa ini adalah hal yang bisa juga ia lakukan. Sulit memang menangkap logika orang – orang dengan tipe seperti ini, namun kamu terkadang memaklumi bahwa moral tidak sebanding dengan dirimu adalah hal yang paling bisa memberimu pemahaman. 

4. Ada perasaan iri

Iri adalah penyebab lainnya yang juga paling sering membuat mengapa awal perkenalanmu dengan orang baru tidak berjalan semulus yang kamu perkirakan. Kali ini ia tidak membawa kebencian terhadap dirimu yang ia lampiaskan atas ketidakpuasannya terhadap orang yang pernah menyakitinya, namun lebih kepada iri dengan apa yang tidak ia miliki. Dan yang paling umum apa yang kamu kenakan dan apa saja yang kamu miliki dengan harga yang menurutnya lebih dari yang barang yang ia miliki. Penyebab lainnya adalah iri dengan kelebihan fisikmu, prestasimu, atau mungkin kepribadianmu yang disukai banyak orang. Terkadang kamu tidak menyadari, bahwa ia sebenarnya sudah lebih dulu mengenal atau mencari tahu tentang dirimu yang membuatnya memiliki rasa menolak untuk sebuah perkenalan yang seharusnya semudah saling melempar senyum. 

5. Ia mempunyai standar untuk lingkup pergaulannya

Ada tipe orang yang harus selalu mengikuti apa kemauan dirinya untuk berkenalan. Bisa dari kesamaan kepopuleran, status sosial, tingkat kesejahteraan, atau bahkan gaya penampilan dan kesamaan fisik saja sudah membuat ia tidak ingin membuka pintu perkenalan denganmu. Ketika ada satu saja kriteria yang tidak sebanding dengan yang ia mau, itu adalah sebuah pantangan. Jadi kepekaan terhadap penilaian seseorang terhadapmu juga menjadi alasan penting mengapa kamu tidak harus selalu berbaik sangka, apalagi dengan yang terlalu mengkasta – kastakan seseorang.

6. Ia adalah tipe orang yang apatis

Karakter ini terkadang juga menjadi poin penting mengapa seseorang enggan berkenalan dengan orang yang berada satu wilayah dengan dirinya. Sebuah hal yang tidak lazim memang untuk umumnya bagaimana manusia dalam kehidupan sehari – harinya juga memerlukan waktu untuk bersosialisasi. Walau tidak dengan banyak orang sekalipun, proses sosialisasi yang tepat sasaran adalah bagaimana seseorang bisa mengenal dan memberi timbal balik yang sama kepada seseorang yang dikenalnya. Dan simbiosis mutualisme dimana kedua pihak akan saling menguntungkan satu sama lain adalah bonus daripada sebuah proses sosialisasi.

7. Dia menentukan waktunya sendiri untuk berkenalan

shaking hand via https://www.google.com.ua

Tidak semua orang mempunyai kemampuan berinteraksi dan melakukan komunikasi selancar orang yang memang mempunyai bakat yang komunikatif. Bahkan seorang  yang terlihat pemalu sekalipun tidak selalu tipe orang yang kaku saat berkomunikasi. Boleh jadi ketika sendiri ia terlihat seperti seseorang yang tidak terlalu pandai berkomunikasi, namun ketika ia bertemu dengan lawan bicara atau berkomunikasi dengan suatu kelompok yang menerimanya ada tipe seorang pemalu yang bahkan lebih pandai berbicara dibandingkan dengan tipe orang yang terkenal periang dan cakap sekalipun. Sekali lagi, komunikatif bukanlah soalnya banyaknya kata yang diucapkan seseorang ketika berkomunikasi namun sebenarnya lebih kepada seberapa pandai orang itu memilih kosa kata ketika berkomunikasi dengan lawan bicaranya. Jadi, tidak ada salahnya jika kamu tidak terlalu cepat menaruh perasaan negatif terhadap orang baru yang ingin kamu kenal.

8. Dia tidak sedang ingin bertemu dengan banyak orang

Ada kalanya dibalik kebahagiaan yang dialami seseorang, ada juga tingkat stres yang juga tidak pernah selalu bisa diungkapkan dengan kata. Mencoba sebuah tingkat stres dengan orang terdekat ketika berdiskusi rasa terkadang tidak selalu menghilangkan semuanya. Dan ada juga masanya seorang merasa tenang ketika ia menarik diri dari keramaian sejenak untuk lebih mengenal dirinya jauh lebih dalam dan merenungkan segala yang ia rasakan. Ketika seseorang berada di titik terendahnya, seolah seperti ada perasaan untuk melihat orang lain saja ia merasa malas apalagi untuk berinteraksi lebih jauh. Namun bukan selalu berarti ia adalah orang yang apatis, prioritasnya saat itu adalah dirinya sendiri.

Nah itulah beberapa alasan, mengapa awal perkenalanmu tidak selalu berjalan mulus seperti apa yang kamu harapkan. Sadar saja, bahwa tidak semua etikat baikmu akan selalu berbalas sama dengan apa yang diberikan orang lain terhadapmu. Tentu yang lebih bisa kamu sadari adalah walaupun kamu melihat kesamaan bentuk tubuh dirimu dengan orang lain, sadarlah bahwa kamu dan dia mempunyai kepala di tempat yang berbeda begitupun juga dengan isinya.