Perkembangan musik di Indonesia mengalami perkembangan yang begitu cepat di dua dekade terakhir. Ini juga yang membuat banyak musisi dan band baru makin unjuk gigi dan mendapatkan prestasi besar di kancah musik nasional maupun internasional. Tak sedikit band dan musisi Indonesia yang punya gaung di negeri seberang dan benua lainnya. Tentunya para musisi ini harus diapresiasi dan didukung sepenuhnya.

1. Band Rock Pertama Dunia “The Tielman Brothers”

Band Rock Pertama Dunia “The Tielman Brothers” via http://www.lorongmusik.com

Dalam dunia musik sebenarnya Indonesia memiliki salah satu band rock legendaris yang cukup mendunia, bahkan bisa dibilang band tersebut adalah band rock tertua di dunia. Namun jika orang Indonesia ditanya, siapa sebenarnya band rock atau penyanyi rock tertua di dunia? Pasti kebanyakan dari mereka yang ditanya akan menjawab band-band yang berasal dari luar negeri, seperti The Beatles, The Rolling Stones, atau para penyanyi-penyanyi seperti Elvis Presley, Bill Haley, Fats Domino dan lain-lain. Namun siapa sangka sebenarnya band rock tertua di dunia ternyata berasal dari Indonesia, yaitu The Tielman Brothers.

The Tielmans Brother memang berasal dari Indonesia, tentunya kita harus berbangga hati sebagai orang Indonesia, karena bisa dibilang pelopor musik rock ternyata berasal dari orang indonesia. The Tielman Brother sendiri, terbentuk dari 4 anak mauda yang berasal dari daerah Maluku. Awalnya band ini bernama The Timor Rhytm Brothers dan kemudian berubah nama menjadi The Four Tielman Brothers, yang berpesonilkan empat Tielman bersaudara, yaitu Andy Tielman (gitar, vokal), Reggy Tielman (rhytm gitar, vokal), Phonton Tielman (double bass, vokal) serta Loulou Tielman (drum, vokal).

Sumber: http://www.lorongmusik.com/2013/03/the-tielman-brothers-band-rock-pertama.html

2. Slank

Advertisement

Slank adalah sebuah grup musik di Indonesia. Dibentuk oleh Bimbim pada 26 Desember 1983 karena bosan bermain musik menjadi cover band dan punya keinginan yang kuat untuk mencipta lagu sendiri. Dan berhasil menjadi salah satu musisi bersejarah dan dikenang serta berpengaruh sepanjang masa di Indonesia. Selain itu Slank juga menyandang predikat Indonesia Highest-Paid Music Star bintang musik berbayaran termahal pada tahun 2008 dan 2009 dengan honor Rp 500 Juta per show. Debut grup band yang satu ini merambah hingga ke berbagai negara seperti Amerika, Jepang, Korea dan negara lainnya.

3. Nidji

Grup yang satu ini sedang promo album anyar mereka di Negeri Jiran, Malaysia. Giring dan kawan-kawan kunjungi negara tetangga untuk menyapa Nidjiholic di sana.

Band asal Jakarta ini semakin melambung karirnya setelah melepas album KING OF SOUNDTRACK yang berisi koleksi terbaik Nidji. Band beraliran brit pop ini seringkali dipercaya untuk menggarap soundtrack utama beberapa film terkenal Indonesia.

Bahkan, karya-karya Nidji diakui oleh penikmat musik internasional. Stadion Old Trafford, salah satu tempat bersejarah di Inggris pun pernah dicicipi Giring dan rekan-rekan.

Sumber: http://musik.kapanlagi.com/berita/eksklusif-oh-ini-rahasia-sukses-nidji-go-internasional-7c5669.html

4. Gugun Blues Shelter

Gugun Blues Shelter via http://topcareer.id

Gugun Blues Shelter (GBS) menjadi satu dari sedikit band Indonesia yang sanggup menancapkan bendera di kancah panggung internasional. Tak tanggung-tanggung, GBS bahkan bisa satu panggung dengan musisi kaliber dunia seperti The Killers, Rod Stewart, hingga Bon Jovi. Bagaimana mereka melakukannya.

Jika kamu sedang meniti karier di industri musik, tentu tujuan go international menjadi target besarnya. Tak hanya kamu yang punya target itu. Mungkin kebanyakan musisi Indonesia berjuang untuk mencapai itu. Dan kamu mungkin bisa belajar dari bagaimana GBS melakukannya.

Sumber: http://topcareer.id/berita-6529-strategi-gugun-blues-shelter-menembus-internasional.html

5. Superman Is Dead

Superman Is Dead via http://bp.blogspot.com

Tiga anak muda asal Bali yang bernama Bobby Kool (vokal), Eka Stone (bas) dan Jrx (drum) bertemu dan kemudian membentuk Superman is Dead (SID). Sebuah band beraliran punk yang akhrinya dikenal secara internasional.

Perjalanan karir SID boleh dibilang cukup menggemparkan industri musik Indonesia. Eksistensi band tersebut menjadikan mereka sebagai pionir band punk rock asal Bali yang telah go internasional. Tiga album telah mereka garap sendiri tanpa dukungan perusahaan rekaman besar, yakni “Case 15” pada tahun 1997, “Superman is Dead” di tahun 1999, “Bad Bad Bad” (mini album, 6 lagu ) tahun 2002.

Sumber: http://ganlob.com/2013/05/12/superman-is-dead-punk-lokal-dengan-rasa-internasional/

6. Shaggydog

Gema kiprah Shaggydog saat ini tidak hanya di dalam negeri tapi juga di mancanegara. Band asal kota Gudeg, Yogyakarta, ini menganggap bentuk penghargaan atau seringkali manggung di luar negeri dianggapnya sama saja. Band yang digawangi Heru (vokal), Richard (gitar), Raymond (gitar), Banditzt (bass), Lilik (kibor) dan Yoyo (drum) tetap melihat Indonesia sebagai industri musik yang sangat menjanjikan.

Shaggydog memang telah wara-wiri menggelar konser di luar negeri. Tidak hanya konser mini tapi sebesar konser Woodstock pun bukan hal yang baru. Namun itu tak membuat Shaggydog melupakan bangsanya sendiri. Buat kami musik indonesia secara industri sudah bagus tapi secara musisi sangat kurang. Konser di luar negeri pun kita bawa misi dengan memperkenalkan Indonesia di mata dunia karena selama ini mereka hanya tahu Bali saja.

Sumber: http://anthonypengenpinter.blogspot.co.id/p/shaggydog-merintis-untuk-go.html

7. Mocca

Awal berdirinya Mocca Band ini , pada mulanya Arina dan Riko merupakan teman satu kampus di Institut Teknologi Nasional (Bandung). Mereka tergabung dalam sebuah band kampus tahun 1997-an. Karena tidak cocok dengan anggota yang lain, Arina dan Riko pun sepakat mendirikan "Mocca". Dua tahun kemudian mereka bertemu dengan Indra dan Toma. Indra dan Toma merupakan teman satu kampus, mereka belajar desain produk di Institut Teknologi Nasional (Bandung), dan bergabung ke Mocca pada waktu yang sama.
Mocca pertama kali muncul dalam kompilasi Delicatessen (2002), dan langsung merebut hati penggemar.

Karier Mocca sepertinya terus bersinar dan mengukuhkan diri sebagai salah satu band indie Indonesia yang diakui di luar negeri. Dengan lagu-lagu berbahasa Inggris tentu menjadi modal utama agar musik mereka semakin layak dengar dan mendapatkan penggemar baru di luar Indonesia. Sentuhan musik sang jazz, kwee pop, dan suasana 60-an jadi ciri band asal Bandung ini. Tak heran jika Mocca memilki penggemar dan karier yang cukup baik di Asia dan Eropa. Salah satu perusahaan rekaman di Jepang mengontrak Mocca untuk memasukan satu lagu dalam album besutan mereka, juga ada iklan di Korea yang menggunakan lagu Mocca dan sangat disukai.

8. The S.I.G.I.T

Bagi sebagian kalangan, khususnya penikmat dan seniman musik, istilah Indie mungkin bukan lagi hal baru dan asing. Dalam wacana musik, Indie (singkatan dari Independent) diasosiasikan sebagai band/solois yang menciptakan lagu sendiri dan direkam untuk diproduksi dan didistribusikan dikalangan terbatas (komunitas), atau oleh label rekaman yang belum mapan secara ekonomi, teknologi, distribusi. Fenomena lain dari Indie adalah bahwa ia juga bisa dibaca sebagai sebuah gerakan (underground), dampak dari selektifnya perusahaan rekaman (major label) yang mapan dalam hal produksi dan distribusi, juga kadang intervensi.

Creative Director, Sakaya Organizer, Neni Muhidin, lewat siaran press yang diterima redaksi Kantor Berita Sulteng.com, mengatakan, Empat anak muda dari Bandung yang menamakan band mereka The S.I.G.I.T. (kepanjangan dari The Super Insurgent Group of Intemperance Talent) membuktikan eksistensi mereka melalui jalur indie yang mereka pilih.

Ia mengatakan, dengan personil Rekti (vokal/gitar), Farri (gitar), Adit (bass), dan Acil (drum), The S.I.G.I.T. mencuri perhatian sebagian kalangan pemerhati musik dengan kiprahnya sebagai band rock n’ roll tidak saja bagi komunitas indie di tanah air dengan tampil sebagai bintang tamu dibeberapa event-event besar seperti LA Lights Indie Fest atau Urban Fest (Jakarta), tapi juga di luar negeri.
Neni menambahkan, sepanjang Juni 2007 The S.I.G.I.T. menjalani tur Australia yang diinisiasi oleh Caveman Record, label rakaman di Australia yang merilis dan mendistribusikan album mereka, Visible Idea of Perfection, debut album yang sebelumnya direkam oleh FFWD Record (Bandung). Album yang berisi 13 lagu dengan warna kental rock n’ roll. Beberapa hits The S.I.G.I.T. yang ada di chart atau daftar request radio-radio adalah Horse, Black Amplifier, Clove Doper, atau Soul Sister. Single Do As Your Opinion menjadi salah satu original soundtrack film Catatan Akhir Sekolah. Sebuah majalah musik berpengaruh di Inggris, NME (News Musical Express) pada 2005 memberikan komentarnya atas The S.I.G.I.T. ”Scorching Gonzo Zep Rock”, sebuah isyarat tentang ajakan sejenak melupakan legenda n’ roll Led Zeppelin.

Sumber: http://abiemoron.blogspot.co.id/2008/10/sigit-indie-yang-go-internasional.html

9. Burgerkill

Burger kill , band asal Ujung Berung, Bandung. Band yang beraliran death metal ini diambil dari sebuah nama restaurant makanan siap saji asal Amerika, yaitu Burger King, yang kemudian oleh mereka diparodykan menjadi "Burgerkill".

Band yang pernah sepanggung dengan band metal asing, yakni The Black Dahlia Murder, As I Lay Dying, dan Himsa berdiri pada bulan Mei 1995 berawal dari Eben, scenester dari Jakarta yang pindah ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya. Dari sekolah itulah Eben bertemu dengan Ivan (RIP), Kimung, dan Dadan sebagai line-up pertamanya.

Mereka berhasil merilis single pertamanya lewat underground phenomenon Richard Mutter yang merilis kompilasi cd band-band Bandung pada awal 1997. Nama lain seperti Full Of Hate, Puppen, dan Cherry Bombshell juga bercokol di kompilasi yang berjudul Masaindahbangetsekalipisan

Sumber: http://anggahadisuwarno.blogspot.co.id/2013/02/burgerkill-go-international.html