Siapa yang bisa menjamin jika perjalanan hidup ini mudah? Milyaran penduduk di muka bumi ini pasti pernah merasakan jengah dan nyaris putus asa. Bahkan tidak sedikit orang yang nekat mengakhiri hidup 'kan akibat banyaknya tantangan dan rintangan yang belum bahkan ada yang sudah terselesaikan membuat hati dipermainkan oleh situasi.

Tapi, 5 hal ini bisa jadi rekomendasi untuk ditanam dalam diri agar hidup terkendali. Bukan cuma untuk diri sendiri tapi juga orangtua yang telah menafkahi.

 

 

1. Percaya diri menjadi kunci utama dan sebagai modal yang paling mendasar

PD Aja Lagi

PD Aja Lagi via https://www.pexels.com

Percayalah. Semua itu pasti tercipta dengan timbal balik yang setimpal dari Tuhan. Dengan itikad baik, siapa pun tidak akan merasakan hal yang sulit.

Dengan adanya rasa kepercayaan diri, semua hal negatif yang berasal dari luar ataupun dari diri sendiri akan hilang dan tidak mudah mempengaruhi langkah yang telah terancang rapi. Jika di dalam hati telah tertanam rasa percaya diri, maka akan mempermudah langkah demi langkah menuju kesejahteraan ke depan.

Tentunya kedua orangtua kalian akan bangga jika punya anak yang optimistis. Sedih lho mereka kalau melihat anaknya sedikit-sedikit menyerah dan nggak tahan banting.

2. Ikhlas ternyata mempengaruhi kemudahan langkah menggapai asamu, lho

Ikhlaskan. Jika kita menjembataninya dengan kerendahan hati niscaya Tuhan senantiasa mudah memberi.

Mengolah hati memang sulit, tapi jika adanya kesungguhan untuk mengabdi dengan baik tidak dapat dipungkiri jika rasa ikhlas itu akan muncul beriringan dengan niat awal yang pada dasarnya tidak mengharapan secuil apapun balasan layaknya sebuah imbalan. Bicara keikhlasan sama halnya dengan membicarakan lubuk hati yang paling dalam.

 

3. Mendoakan adalah lambang bahwa manusia hanya ciptaan Tuhan; jangan sombong!

Berdoalah. Karena berjuang saja hanya akan terdengar seperti omong kosong. Panjatkan keluh kesah dan harapan bahwa kita bersungguh-sungguh ingin menunjukkan hal yang besar sebagai bentuk pengabdian diri. Memberi dan menerima sudah menjadi hukum alam di dunia. Tidak ada yang tahu apa yang akan Tuhan putuskan untuk kita, sebagai anak yang berupaya demi membalas jasa ibu dan bapak hanya perlu berserah diri akan usaha selama ini.

4. Tersenyum di kala susah memang tak mudah, tapi cobalah untuk tak menyerah :)

Apple Emoticon

Apple Emoticon via https://www.pexels.com

Berikan senyuman. Dengan begitu, mereka tidak akan merasa menjadi beban. Beri pencapaian seperti mereka mengupayakan segala macam cara untuk kita sebagai anaknya. Tidak perlu dipaksakan karena semua itu berat. Cukup beri waktu sejenak untuk menghargai diri sendiri akan menjadi obat tersendiri. Ingat, jangan lupa diri hingga melampaui batas.

5. Ucapan orangtua memang bagai kata keramat, yang takkan mungkin membuat langkah anaknya tersesat

Dengarkan kata keramat yang keluar dari mulutnya. Berupa nasihat mulia sebagai bekal kita mengukir pahatan yang sejauh ini kita perjuangkan.

Buat mereka bangga mempunyai anak seperti kita, bak mutiara anugerah tak ada dua. Tunjukkan pada semua penghujat dan penjahat yang telah mencabik hati keduanya hingga tergores luka.

Untuk itu, kita sebagai anaknya sudah sepatutnya membalut luka itu dengan kebahagiaan dunia dan akhirat. Jadilah anak yang berbakti dan murah memberi. Gapai asa yang selama ini kita cari. Dan jangan sakiti perasaan mereka yang telah tertolok pedang lunak para penghujat. Percayalah, keridhoan mereka jalan pintas menembus singgah sana Tuhan yang Maha Esa.

Selamat berjuang dan jangan putus asa!