Perhiasan emas termasuk untuk cincin kawin sekalipun banyak dibeli orang-orang untuk digunakan sebagai penunjang penampilan. Perhiasan emas dapat mengubah penampilan seseorang menjadi terlihat lebih elegan dan mewah. Tidak heran banyak orang banyak mengoleksi perhiasan emas.

Namun, perhiasan emas sebenarnya juga bisa digunakan sebagai investasi jangka panjang. Harga jual emas yang selalu mengalami peningkatan bisa mendatangkan keuntungan bagi pemiliknya. Akan tetapi, Sebelum membelinya ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu sejarah asal muasal emas.

1. Asal muasal emas

Asal muasal emas via http://passionjewelry.co.id

Hingga kini asal muasal emas masih belum bisa diketahui secara jelas. Diperkirakan emas sudah ada di dunia sejak 40.000 SM. Hal ini didasarkan pada adanya penemuan emas di gua-gua di negara Spanyol di mana sebelumnya fosil manusia zaman Paleolitik ditemukan di dalamnya.

Namun demikian ada juga penemuan yang menyatakan bahwa emas sudah ada sejak 4.000 SM sebab sebuah kebudayaan di Eropa Timur menggunakan emas yang diduga berasal dari Pegunungan Alpen Transylvania atau Gunung Pangaion di Bulgaria sebagai perhiasan dan dekorasi. 

Selain itu di tahun 3.000 SM emas juga digunakan oleh orang-orang Sumeria sebagai perhiasan yang banyak dipakai oleh para raja di masa itu. Sampai sekarang sejarah asal muasal emas ini memang masih menjadi misteri yang belum dapat terpecahkan.

2. Emas sebagai alat tukar

Emas sebagai alat tukar via http://passionjewelry.co.id

Advertisement

Emas tidak hanya digunakan sebagai perhiasan dan dekorasi saja. Orang-orang mulai memakai emas sebagai alat tukar manusia sejak tahun 700 SM. Para pedagang Lydian pada masa itu mulai membuat koin-koin yang terbuat dari 63% emas dan 27% perak. Koin ini digunakan mereka sebagai pengganti mata uang saat melakukan transaksi.

Sementara itu di tahun 50 SM bangsa Roma mulai memproduksi koin yang terbuat dari emas yang diberi nama Aureus. Walaupun emas sudah mulai banyak dipakai sebagai mata uang namun nilai emas belum memiliki standar yang diakui secara umum. Baru pada tahun 1717 kerajaan Inggris menetapkan emas sebagai standar nilai mata uang. 

3. Sejarah emas di Indonesia

Sejarah emas di indonesia via http://passionjewelry.co.id

Diperkirakan emas sudah ada di Indonesia sejak masa kerajaan Sriwajaya pada abad ke-7. Kerajaan Sriwajaya yang saat itu makmur memiliki berbagai wilayah yang tersebar hingga ke Asia Tenggara. Di kerajaan ini banyak ditemukan adanya emas, misalnya saja arca yang terbuat dari emas, koin-koin emas, serta berbagai perhiasan emas.

Kemudian penggunaan emas mulai menyebar luas ke daerah-daerah lain di Indonesia. Kerajaan Jenggala mulai menggunakan koin emas sebagai alat tukar sejak abad ke-11. Dari sana penggunaan emas semakin meluas hingga berbagai kerajaan di Indonesia.

4. Perhiasan emas sebagai investasi

Investasi emas via http://passionjewelry.co.id

Kini emas, bahkan seperti cincin kawin sekalipun bukan hanya dijadikan sebagai alat tukar dan perhiasan tetapi juga sebagai bahan investasi. Keuntungan dari berinvestasi dengan perhiasan emas adalah kita bisa sering memakainya. Jadi emas tidak hanya tersimpan begitu saja di tempat penyimpanan tanpa ada manfaat lainnya.

5. Emas sekarang Ini

Emas sekarang ini via http://passionjewelry.co.id

Di lain sisi, ada berbagai bentuk dan model perhiasan yang bisa dibeli dan bisa disesuaikan dengan selera kita. Tidak hanya mempercantik penampilan namun perhiasan emas ini juga bisa kita jadikan alat investasi yang mendatangkan banyak untung.