Hari raya Idul Adha atau Hari raya Qurban merupakan salah satu hari besar umat Islam. Hari Raya ini diperingati di setiap musim haji yang bertepatan juga dengan tanggal 10 Dzulhijah setiap tahun Islam. Setiap tahun pula, jutaan Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba merayakan Idul Qurban dengan merelakan sebagian pendapatannya demi membeli hewan kurban, menyembelihnya, dan membagikan dagingnya untuk orang-orang yang tidak mampu. Menurut pendapat kamu, bagaimana orang-orang yang berkurban itu? Keren? Dermawan? Atau suka pamer? Mari singkirkan semua pendapat buruk yang mengganggu pikiran. Kita bahas saja kenapa orang-orang yang berkurban itu pantas disebut sebagai orang-orang keren sekarang ini.

 

1. Banyak kebutuhan, tapi dompet masih lapang

Sembako semakin mahal, tapi masih bisa beli kurban

Sembako semakin mahal, tapi masih bisa beli kurban via http://syariatislam.bandaacehkota.go.id

Rata-rata harga kambing saat ini adalah Rp2,5 juta dan harga sapi bisa mencapai Rp17 juta. Walaupun begitu orang-orang rela mengeluarkan uangnya sebanyak itu untuk membeli kambing atau sapi yang sebagian besar dagingnya tidak dikonsumsi untuk mereka sendiri. Apalagi di zaman sekarang yang sedang trend kenaikan harga sembako, harga BBM naik, ada isu harga listrik juga naik, sementara gaji masih belum naik juga. "Gak peduli gue susah, di luar sana ada orang yang lebih susah dari gue dan gue harus tolong mereka!" adalah motto hidup mereka.

2. Shopping dan traveling harus ditunda dulu buat kurban

Menunda Traveling demi Kurban

Menunda Traveling demi Kurban via http://lifehacker.com

Kurban itu gak susah buat orang yang banyak duit? siapa bilang? orang yang kaya pun juga punya keinginan untuk memenuhi standar hidup mereka atau menjalankan hobi mereka, seperti shopping, travelling, atau mengoleksi barang-barang tertentu. Namun keinginan itu harus tertunda jika ingin berkurban. "Beli hewan kurban yang murah aja, beres kan? Kurban beres, hobi tetep jalan...". Jangan salah bro.... Orang kalo sudah niat kurban itu juga punya etika mau sekaya apapun orangnya! Mereka pasti pengen memberikan kurban yang terbaik, bukan asal-asalan kurban aja.

3. Harga daging naik, hidup semakin susah, namun banyak yang tertolong

Saat harga daging sedang meninggi, rakyat kecil semakin tidak dapat menikmati mewahnya makan daging. Namun karena kedermawanan dari orang-orang yang berkurban, banyak orang yang terbantu untuk memenuhi gizi keluarga serta buah hati mereka.

4. Kemampuan berkurban bisa jadi simbol kemandirian finansial

Sukses Finansial

Sukses Finansial via http://www.molto.co.id

Sejak kecil di sekolah (uatamanya sekolah-sekolah di Indonesia) kita selalu berkurban dengan "bantuan" orang tua, atau dengan kata lain kita belum memakai uang kita sendiri untuk berkurban. Seiring berjalannya waktu, kita memiliki pendapatan sendiri hingga akhirnya mampu membeli hewan kurban kita sendiri. Sehingga banyak yang menjadikan kemampuan berkurban secara mandiri adalah indikator tercapainya kemandirian finansial.

5. Hidup susah, yang penting bisa kurban!

Hidup Susah, yang Penting Bisa Kurban

Hidup Susah, yang Penting Bisa Kurban via http://ternaknesia.com

Ibadah adalah kebutuhan mutlak untuk dijalankan oleh semua orang tidak peduli kaya ataupun miskin. Karenanya, semiskin apapun seorang muslim, menunaikkan Haji dan berkurban adalah sebuah cita-cita mulia yang harus dicapai, tidak peduli seminimal apapun pendapatan mereka. Jika mereka tidak mampu menjalankannya dengan pendapatan yang minim saat ini, mereka rela menabung selama bertahun-tahun menyisihkan sedikit demi sedikit pendapatan mereka untuk menjalankan kurban di masa depan.