1. Bangkit dari keterpurukan; kembali ke titik awal ketika titik akhir nyaris terasa buntu.

NU’EST in Produce 101 season 2 via https://soompi.com

Lima tahun setelah debut sebagai sebuah boygroup yang mengusung tema electropop band, NU'EST tak kunjung mereguk kesuksesan besar seperti halnya beberapa grup yang debut di tahun yang sama seperti mereka. Buruknya penanganan agensi, masa promosi di Korea yang tidak maksimal dan aktivitas grup yang lebih banyak dilakukan di luar negeri, membuat NU'EST seolah tidak dikenali di negara sendiri. Bahkan grup junior sesama agensi mereka meraih kepopuleran yang jauh lebih besar.

Namun hal ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk memulai langkah baru, meskipun kritik dan protes karena dianggap curang harus mereka terima. Sejatinya, merangkak kembali dari bawah setelah berjibaku dengan kesulitan tidak pernah terasa menyenangkan, bukan? NU'EST mampu menunjukkan bahwa menjadi trainee lagi bukan masalah jika itu berarti mereka memiliki kesempatan kedua untuk bersinar.

Jadi, bila kamu merasa hidupmu diambang kegagalan, kenapa tidak mengulang kembali ke langkah awal dan mencoba untuk memperbaiki agar tidak ada lagi kesalahan yang sama? Tekan tombol re-startmu, mulai lagi lalu berkembanglah sebaik-baiknya.

2. Kerasnya kompetisi sebaiknya tidak membuatmu menyerah dengan mudah; lawan balik!

Sorry Sorry Team 2 – Produced alone by Hwang Minhyun via http://google.com

Advertisement

Diawali dengan kontroversi dan protes, tidak lantas menyurutkan semangat keempat member NU'EST dalam menunjukkan sisi kompetitif mereka. Berbekal pemikiran bahwa Produce 101 mungkin merupakan kesempatan terakhir mereka sebelum agensi membubarkan grup mereka, Jonghyun dkk mengerahkan kemampuan terbaik mereka dan membuktikan bahwa mereka bukanlah grup tanpa talenta. Pada konser evaluasi pertama, Hwang Minhyun diberi kesempatan untuk memilih trainee terbaik menurut versinya dan kemudian membentuk tim legendaris 'Justice League' yang menampilkan performa apik dari lagu milik Super Junior 'Sorry Sorry'. Kemampuan Jonghyun sebagai Leader grup yang mampu meminimalisir konflik dalam tim dipuji oleh K-Fans sehingga rankingnya pada putaran selanjutnya meningkat pesat.

Masih dalam kesempatan yang sama, Minhyun, Dongho (Baekho) dan Minki (Ren) juga menarik perhatian dengan penampilan memukau mereka di atas panggung. Hal ini mematahkan kritik pedas pada class evaluation sebelumnya dimana tiga member NU'EST berada di kelas rendah. Meskipun tidak memenangkan kompetisi pada putaran ini, Kang Dongho mampu menyihir penggila Kpop dengan suaranya yang lembut dan berkharisma saat membawakan lagu 'Boys in Luv' milik BTS. Video performancenya ditonton sebanyak jutaan kali di situs NAVER dan Youtube.

Ini menunjukkan pada kamu bahwa kompetisi ada untuk membuatmu kuat, bukan menyerah. Hadapi, kerahkan seluruh potensimu seakan itu adalah penampilan terakhirmu. Lawan balik semua yang merendahkanmu dengan hasil akhir yang memukau!

3. Usahamu yang tulus dan sungguh-sungguh, pada akhirnya akan terbayar dengan apresiasi positif dari orang lain.

Kim Jonghyun, The Nation’s Leader via http://google.com

Salah satu momen paling ikonik yang akan dikenang oleh Kpop fans dan menjadi cikal bakal kekecewaan banyak orang saat Jonghyun gagal debut bersama WANNA ONE adalah ketika idol berusia 22 tahun tersebut membantu anggota timnya yang kesulitan dan memimpin tim legendaris 'Justice League' dengan sikap kepemimpinannya yang luar biasa. Dia mampu bersikap tegas dan 'pasang badan' saat anggota tim-nya tidak bisa memberikan penampilan yang diinginkan. Perhatian dan kepeduliaannya pada tim pulalah yang mengantarkan 'Sorry Sorry Team 2' menjadi penampilan yang paling disorot netizen dan mendapat apresiasi luar biasa. Semua trainee bekerja keras di bawah kepemimpinan Jonghyun, bahkan ketika dia tidak meraih poin tertinggi, dia tetap tersenyum. Baginya kemenangan tim lebih penting daripada kemenangan individu. Salut!

Sejak penampilan itu, Jonghyun mendapat predikat 'Nation's Leader' dan mendapat dukungan yang luar biasa dari K-Fans. Album NU'EST yang sebelumnya tidak menduduki peringkat tinggi di chart musikpun melesat seiring dengan apresiasi K-Fans maupun international fans terhadap NU'EST.

Bukankah cukup jelas bagi kita untuk mengambil pelajaran bahwa setiap usaha yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan hasil yang setimpal? Jika kamu tulus dalam melakukan sesuatu dan mau berusaha keras untuk itu, setidaknya akan ada orang di luar sana yang menghargai dirimu dan mengingatmu sebagai orang yang layak diapresiasi.

4. Mereka yang berbagi perjuangan yang sama denganmu, menguatkanmu di saat sulit, memelukmu di saat terbaik adalah emas.

NU’EST members hug each other at the final evaluation of Produce 101 season 2 via http://instagram.com

Pada evaluasi final, Jumat, 16 Juni 2017 lalu, Produce 101 menghimpun vote dari para K-Fans yang kemudian mengumumkan 11 trainee yang berhasil debut dalam sebuah grup yang diberi nama WANNA ONE. Dari empat member NU'EST yang ikut serta, menariknya, hanya Hwang Minhyun yang berhasil meraih posisi 11 besar dan debut bersama trainee lain. Hal ini benar-benar menjadi buah bibir di kalangan fans karena Jonghyun yang selama ini selalu berada di peringkat 11 besar, bahkan beberapa kali meraih posisi pertama, harus tersingkir dan berpuas diri dengan posisi ke-14. Kenyataan itu membuat banyak pihak menyalahkan sistem Mnet yang membocorkan peringkat tertentu trainee di tengah-tengah acara, yang kemudian oleh banyak pihak dianggap sebagai tindakan ketidakadilan.

Terlepas dari hiruk pikuk itu, Minhyun yang seharusnya merasa bahagia karena berhasil debut terlihat tidak bisa menyembunyikan airmatanya. Ikatan yang kuat selama bertahun-tahun antara dirinya dan member NU'EST yang lain membuatnya tidak bisa menikmati euforia yang sama seperti trainee lainnya. Bagaimana dia bisa merasa bahagia ketika ketiga membernya yang telah berjuang bersama (kembali) dari bawah harus merasakan kegagalan lagi untuk kesekian kalinya?

Meski begitu, Jonghyun, Dongho dan Minki tetap memberi dukungan mereka, menghapus airmata Minhyun, menguatkannya bahkan mengatakan bahwa setidaknya salah satu dari mereka telah berhasil, jadi tidak ada yang perlu disesali.

Mereka telah merasakan pahit yang sama, sakit yang sama, luka yang sama, berjuang di jalan yang sama dan saling mendukung untuk kesuksesan bersama. Ketika salah satunya terjatuh, tidak ada alasan bagi yang lainnya untuk tertawa. Pun ketika salah satunya bersinar, tidak ada alasan bagi yang lainnya untuk bersedih. Karena sejatinya, seorang pemenang tidak pernah memenangkan pertandingan sendirian. Mereka yang selalu ada bersamamu di saat terbaik maupun terburuk adalah emas.

5. Hidup harus berjalan; meskipun kamu gagal, bangkit dan ambil kesempatan lain lalu bersinarlah

Emperor Hwang Minhyun via http://instagram.com

Tidak ada usaha yang sia-sia. Nampaknya itulah yang bisa kita simpulkan dari perjalanan NU'EST memulihkan kembali kebanggaan diri mereka sebagai idol group. Direndahkan, diremehkan, tidak diperhitungkan dan diperlakukan secara tidak adil mungkin telah mereka lalui selama bertahun-tahun. Sekarang setelah segala kritik dan hujan protes berhasil mereka lalui dengan prestasi, mereka memutuskan untuk memulai dengan lebih baik.

Meskipun Minhyun harus berhenti sementara dari segala aktivitas grup bersama NU'EST dan fokus dengan WANNA ONE, keempat member yang lain (bersama Aron Kwak) melanjutkan perjuangan mereka yang belum selesai. Entah keputusan seperti apa yang akan diambil oleh agensi mereka, namun setidaknya semua mata telah memperhitungkan mereka dan melihat bakat mereka yang sebelumnya nyaris tidak dianggap.

Teruslah berjuang untuk mewujudkan mimpimu. Sekali lagi, tidak ada usaha yang sia-sia, bahkan di kesempatan-kesempatan yang kamu ambil saat gagal.