Pernahkah mendengar jika pria Jawa dilarang menikah dengan wanita Sunda ? tidak ada yang mampu menjelaskan atas dasar apa mereka membuat aturan seperti itu. Memang tidak semua suku Jawa setuju dengan pernyataan diatas, tapi di era modern ini masih banyak orangtua yang melarang anak laki – lakinya menikahi wanita bersuku Sunda. Dikutip dari situs berita merdeka.com bahwa mitos tersebut diduga akibat tragedi perang bubat. Peristiwa tersebut melibatkan Prabu Hayam Wuruk yang ingin menikahi putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Balik lagi ke mitos, mitos adalah suatu informasi yang sebenarnya salah tetapi dianggap benar karena telah beredar dari generasi ke generasi. Hal tersebutlah yang biasanya masih dipercaya para orangtua zaman dulu yang kemudian diturunkan kepada penerusnya.

Siapa yang dirugikan dalam hal ini ? wanitanya ataukah prianya ? Keduanya telah sama – sama dirugikan akibat mitos yang belum tentu kebenarannya.

Inilah 5 mitos yang masih dipercaya bahwa pria Jawa dilarang menikahi wanita Sunda.

 

1. Jangan mau sama perempuan Sunda, mereka matre loh

Matrealistis & realistis itu beda loh !

Matrealistis & realistis itu beda loh ! via http://teoope.com

Matrealistis merupakan ungkapan untuk wanita yang hobi memanfaatkan pria demi kepuasan pribadi, sedangkan realistis adalah orang yang selalu berfikir secara real dan bertindak sesuai dengan kenyataan yang ada disaat sekarang dan untuk masa depan. Jelas dua hal tersebut sangat berbeda !!

Jika wanita sunda semua dikategorikan matre maka untuk apa mereka banting tulang bekerja dari pagi buta sampai menjelang malam.  Ini zaman modern, bukan zaman none belande yang menjadikan wanita itu jadi sosok yang lemah dan hanya bergantung pada pria. Wanita – wanita sekarang punya jiwa yang sama kuatnya dengan pria, mereka mampu mencari penghasilan sendiri untuk masa depan dan mampu menjadi tulang punggung keluarga.

 Masih mau bilang matre ? mungkin orangtua kamu kurang piknik bro …

2. Yakin mau sama cewe Sunda ? Mereka itu cuma mau senengnya doang, dikala kamu susah mereka akan pergi meninggalkanmu

Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang (itu cuma lagu kalee)

Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang (itu cuma lagu kalee) via http://aneh92.blogspot.co.id

Lagi – lagi pernyataan tersebut sangat menyesakkan dada, bagaimana bisa mereka berpikir seperti itu. Agnes Monica bilang “Cinta Tak Ada Logika”, maka jika dua insan manusia saling mencintai dengan tulus tentu mereka akan selalu ada dalam suka dan duka. Jika salah satu pihak pergi meninggalkan pasangannya dikala susah, sudah dijamin itu bukan cinta, tapi hanya nafsu semata dan hal seperti itu dapat dilakukan oleh siapa pun dan dari suku manapun.

Sampein salam saya buat orangtuamu, kurang – kurangin nonton sinetron

3. Perempuan Sunda itu pemalas dan tidak bisa mengurus keluarga

Hoaaaammmm . .

Hoaaaammmm . . via http://thebinde.com

Pemalas itu udah sifat manusia jadi tidak perlu harus disangkut pautkan sama Suku, kalau dasarnya sudah malas yaaa mau diapain juga malas. Survei membuktikan bahwa rata – rata cewe sunda rela meninggalkan pekerjaannya demi mengurus suami dan anak – anak mereka. Mereka akan selalu memutar otak bagaimana caranya agar suami betah dirumah, menyiapkan segala kebutuhan suami mulai dari bekal dan baju yang harus digunakan setiap harinya. Jika wanita lain menyewa jasa asisten rumah tangga, maka tak jarang mereka lebih memilih mengerjakan segala sesuatunya sendiri terutama dalam hal mengurus anak.

Mungkin Ibumu keseringan liat kucing tidur pagi - pagi kali broo . . .

4. Perempuan Sunda itu “ cewawakan “ alias tidak bisa jaga sikap

Hidup itu gk usah dibawa ribet shaayyy . .

Hidup itu gk usah dibawa ribet shaayyy . . via http://mindtalk.com

Jika “cewawakan” yang dimaksud adalah cewe sunda suka tertawa dengan volume yang besar, sepertinya itu terlalu berlebihan untuk disangkut pautkan dengan soal tidak bisa jaga sikap. Tidak bisa jaga sikap itu artinya seseorang yang tidak mampu menempatkan diri sesuai dengan situasi dan kondisi, misalnya saat orangtua lagi ngomong mereka duduk dengan mengangkat kedua kakinya atau pada saat selesai makan mereka bersendawa, nah .. itu baru namanya tidak punya sopan santun.

Wanita Sunda memang tak segemulai wanita Jawa yang harus tertawa dengan tersipu – sipu malu atau berbicara dengan volume yang sangat lembut, tapi wanita Sunda memiliki jiwa humoris yang besar bahkan cenderung sedikit “ gila “ dan hal - hal konyol seperti itulah yang membuat suasana tidak membosankan baik dalam berteman maupun dalam menjalin sebuah hubungan.

Tolong sarankan Ibumu agar jangan kebanyakan nonton Sule yang hobi ngelawak dengan logat Sundanya

5. Jika kalian menikah, mereka pasti akan mendominasi suami

Suami adalah pemimpin keluarga, setinggi apapun pendidikan seorang istri, suami tetap jadi pemimpin dalam rumah tangga. Setiap wanita pasti memiliki sisi lemah dan tidak mungkin mampu menempati kedudukan atau posisi suami dirumah. Jika sang istri mampu mendominasi suaminya, mungkin sang suami terlalu mencintai sehingga semua yang berhubungan dengan keluarga baik dari segi keuangan maupun mengurus rumah tangga diberikan dan dipercaya sepenuhnya kepada sang istri. Biduk rumah tangga seseorang hanya orang tersebutlah yang mengetahui, pihak luar baik orangtua sekalipun hanya mampu menilai dari luar karena setiap rumah tangga dipimpin dengan orang yang berbeda dengan cara dan pola pikir yang berbeda juga.

Jangan kebanyakan nonton film suami – suami takut istri, sampaikan pada ibumu lebih baik nonton istri – istri penyayang suami