Di zaman kekinian, pasti kenal dong zona-zona dalam hubungan cowok dan cewek. Seperti misalnya, friendzone. Friendzone merupakan zona yang paling sering terjadi di dunia persilatan… ehh, dunia pertemanan, di mana kamu dan teman cowok/cewekmu sudah saling peduli, saling memahami, dan sering mendapat “cie-cie” dari teman-teman yang lain. Namun, hubungan kalian hanya sebatas sahabat saja, tak lebih. Nama lain dari Friendzone adalah TTM, atau Teman Tapi Mesra.

Demikian halnya dengan familyzone. Dari namanya, sudah bisa diperkirakan apa itu familyzone. Yup, hampir sama dengan friendzone. Familyzone merupakan kondisi di mana kalian sudah saling peduli, saling memahami, sering bersama, sering di-“cie-cie”, dan bahkan mungkin salah satu di antara kalian sudah baper, tapi ujung-ujungnya…

“Kamu sudah seperti adik sendiri.” Nyess…

Namun demikian, kedua zona tersebut masih kalah nyesek bila dibandingkan dengan betadinezone. Tahu betadine, kan? Iya, betadine adalah obat luka. Maka betadinezone adalah kondisi di mana dia datang kepadamu saat sedang terluka karena orang lain. Saat lukanya sudah sembuh, kamu nggak akan dibutuhkan lagi. Miris banget ya?

Nah, sebelum terlanjur baper dan nyesek sendiri, kenali dulu nih tanda-tanda bahwa kamu cuma dijadikan betadine.

 

1. Dia mungkin di sampingmu, tapi hatinya masih rindu yang dulu

Duduk bersama, tapi hatinya ke mana-mana

Duduk bersama, tapi hatinya ke mana-mana via http://www.kapanlagi.com

Kalian sudah saling nyaman, sering ngobrol, curhat-curhatan, jalan-jalan, BBM-an, tapi si dia nggak juga kasih kepastian. Itu artinya, memang sebatas itu saja kamu baginya. Sekadar teman ngobrol, curhat, dan teman jalan-jalan ketika dia sedang merindukan mantan.

Yah… dia mungkin bersamamu, tapi hatinya masih rindu yang dulu. Kamu bisa coba melakukan tes secara diam-diam untuk mengetahui apakah kamu memang penting baginya, atau hanya dibutuhkan ketika dia sedang kesepian dan dilupakan saat dia sudah tidak membutuhkan.

2. Sering membicarakan mantan

Mantan adalah masa lalu, yang masih dia harapkan untuk menjadi masa depannya.

Mantan adalah masa lalu, yang masih dia harapkan untuk menjadi masa depannya. via http://genk-remaja.blogspot.com

Kalau dia sering membicarakan mantan saat sedang ngobrol denganmu, sudah bisa dipastikan bahwa dia masih sering memikirkan mantannya itu. Meskipun hubungan mereka kurang lancar, bukan berarti dia sudah melupakan sang mantan. Bahkan, bisa jadi dia masih berharap pada matannya itu. Sebab kalau memang dia menganggap penting dirimu, seharusnya tak ada lagi kisah masa lalu.

Nah, kalau sudah begitu, kamu harus mulai memasang self defense untuk hatimu. Jangan sampai baper alias bawa perasaan. Dengarkanlah saja curhatnya layaknya seorang sahabat yang setia.

3. Memintamu mengerjakan tugas-tugasnya karena dia sedang galau

Membantu boleh saja, tapi sewajarnya

Membantu boleh saja, tapi sewajarnya via http://www.mybanktracker.com

“Neng, aku lagi nggak enak badan nih. Nggak bisa fokus kerja. Bantuin aku ngerjain ini yaa...”

Kalau kamu tipe orang yang suka mengalah, perhatian tinggi, dan nggak tegaan, pasti akan langsung luluh dengan permintaan seperti itu. Yah, membantu orang lain nggak ada salahnya. Malah kita memang dianjurkan untuk saling tolong-menolong. Ringan tangan bukan merupakan perbuatan yang tercela.

Namun, kalau kamu terlalu mudah, maka orang lain justru akan memanfaatkanmu. Membantu boleh saja, tapi sewajarnya. Sesuai kemampuan diri, dan jangan sampai mengganggu kepentinganmu sendiri. Jadilah orang yang baik, bukan orang yang bodoh. Orang bodoh adalah dia yang mudah dibodohi dan dimanfaatkan orang lain untuk kepentingan mereka, apa pun bentuknya.

4. Kamu bukan yang utama

Ada yang lebih penting daripada kamu baginya.

Ada yang lebih penting daripada kamu baginya. via http://wolipop.detik.com

“Cobain deh, ini mi pedas level lima. Favoritku. Cabainya 5 biji. Mantap!”

“Emm… tapi aku nggak bisa makan makanan pedas.” :(

“Wah, iyakah?”

“Kan, aku sudah pernah kasih tahu dulu.”

“Oh iya, lupa.”

Pernah mengalami situasi seperti di atas. Dia selalu melupakan apa yang telah kalian bicarakan sebelumnya. Entah hal yang yang sepele, ataupun hal yang penting. Itu artinya, kamu bukanlah yang utama, ada yang lebih penting baginya daripada kamu. Kalau memang kamu istimewa baginya, jangankan hal terpenting darimu, hal-hal remeh temeh yang pernah kalian obrolkan pun akan diingatnya.

5. Baru saja putus dan ada indikasi CLBK

And they’re back together.

And they’re back together. via http://www.loveheaven07.com

Coba deh cari tahu kapan dia dan mantannya putus. Kamu bisa mencoba untuk menanyakannya saat dia mulai membahas masa lalunya itu ketika kalian sedang ngobrol. Kalau mereka putus tidak lama sebelum dia mulai mendekatimu, bisa jadi kamu hanya dijadikan sebagai pelariannya.

Saat putus biasanya seseorang akan merasa rapuh, sedih, dan kesepian. Kamu hanya akan menjadi obat untuk rasa sedihnya, hanya dibutuhkan karena dia kesepian, dan menjadi pelarian ketika dia sedang merindukan sang mantan.

Apalagi selama kalian dekat, dia belum sepenuhnya move on dan ada indikasi masih berharap kembali dengan sang mantan. Maka ketika cinta mereka benar-benar bersatu kembali, kamu yang hanya dijadikan sebagai pengobat luka akan dilupakan. Kamu tidak dibutuhkan lagi, sebab dia sudah sembuh.

Maka jangan jatuh cinta kepada orang yang belum move on. Kalian mungkin tertawa bersama, tetapi masih ada masa lalu di hatinya.