Kamu mungkin susah move-on dari segala kenangan tentangnya. Tapi, tahukah kalau ini merupakan hal yang mubazir dan sia-sia?

Ada banyak masalah di dunia ini yang terkadang orang tersebut tejebak dan terlalu larut dalam masalah terutama masalah hati. Untuk mencapai bahagia tidak perlu muluk-muluk jika A harus A. Tapi buatlah yang bukan A menjadi A. Masih bingung? Perhatikan artikel ini hingga selesai, ya!

Untuk mendapatkan kebahagiaan seperti "dia", ada banyak hal yang bisa kamu lakukan, berikut ulasannya khusus untukmu!

1. Anggap pertemuanmu dengannya hanya kebetulan, bukan takdir apalagi sampai terbawa perasaan

Terkadang sulit untuk melupakan masa lalu yang bisa dibilang suram. Tapi ingat kamu tidak hidup di masa lalu, melainkan masa kini dan masa yang akan datang.

Bangkitlah dan berpikir positif adalah hal yang lebih baik. Saat kamu memiliki cerita rumit, untuk melupakan memang sulit namun kamu bisa memulai semuanya untuk melupakan dan menganggap kejadian tersebut kamu anggap cerita yang menghiasi hidup. Kamu bisa memulai berteman dengan orang-orang baru, mencari kesibukan sendiri, dengan demikian akan terasa tidak ada beban.

2. Apapun yang membuatmu bahagia, lakukanlah! Mumpung masih muda ‘kan?

Mau sampai kapan menoleh ke belakang? Memangnya hanya dia saja yang membuatmu bahagia? Kamu yang akan bahagia dan kamu sendirilah yang bisa menentukan nilai kebahagiaan seperti apa.

Advertisement

Hidupmu akan terlalu sia-sia jika hanya selalu memikirkan masa lalu dan memikirkan orang yang tidak akan pernah memikirkan kamu. Ayolah, Sob, hidup ini cuma sekali! Nggak perlu menghabiskan waktu untuk hal yang kurang bermanfaat.

3. Masih banyak cinta yang menunggumu di luar sana. Minimal, ada teman dan keluarga yang mendukungmu dengan setia

sahabat via http://google.com

Kasih sayang atau cinta yang Tuhan berikan bukan hanya kita berikan untuk satu orang saja. Orang di sekelilingmu saat ini berhak kamu cintai, apa lagi kedua orangtua.

Cinta dalam arti untuk lawan jenis bisa kamu dapatkan untuk menuju ke jenjang yang lebih serius, alias pernikahan. Kalau sama-sama percaya sih nggak masalah, giliran hanya untuk main-main, kamu akan sangat dirugikan banyak hal! Bukan cuma waktu, tapi pengeluaran apapun yang kamu berikan akan sia-sia jika ujung-ujungnya menyakitkan.

So, bukalah hatimu! Jangan keras kepala dan keras hati karena zaman sekarang banyak wanita yang hanya karena sakit hati, tiba-tiba melakukan hal konyol tanpa berpikir panjang akibatnya seperti apa. Akibatnya bukan kamu yang dirugikan saja, tapi saudara apalagi orangtua akan merasa terpukul bahkan malu dengan kelakukan anaknya sendiri!

4. Perbaiki kualitas diri untuk menyambut masa depan yang lebih baik lagi. Termasuk, untuk urusan menikah dan membina rumah tangga

Pertanyaan ini harusnya kamu terapkan dalam pikiranmu. Meskipun belum pernah terbesit masalah nikah, tapi di saat kamu melihat dia bahagia dengan pernikahannya, apa kamu sanggup melihatnya? Bahkan wanita zaman sekarang banyak dihantui rasa cemas terutama untuk umur, jodoh, ditambah lagi dorongan dari keluarga, teman-teman lain sudah pada nikah. Secara tidak langsung kamu pun akan cemas, "Entah kapan ya aku seperti mereka?"

Meskipun saat ini kamu belum mempunyai target, setidaknya ada hal yang perlu disiapkan dari sekarang. Seperti kerjaan, rencana hidup setelah menikah, dll. Tapi terkadang "bisa baper" kalau status masih jomblo.

Hei, jangan khawatir! Kamu boleh saja jomblo tapi prinsipmu juga perlu diubah "jomblo hingga halal" akan lebih indah jika pacaran setelah nikah, 'kan?

Buat kamu yang saat ini kebetulan sedang menjalani sebuah hubungan, tanya cowokmu:

"Kapan abang ajak adek ke KUA?"

"Nanti, Dek, kalau abang sudah sukses"

"Nggak perlu sukses, Bang. Nanti kita berusaha bareng-bareng. Buat apa berumah tangga kalau hanya abang yang mikirin masalah rumah tangga? Kalau abang nggak mau, adek aja yang ajak abang ke KUA."

Percakapan sederhana ini terlihat biasa, namun mengandung arti yang sangat dalam! Jika kamu sudah melihat dia yang menyakitimu bahagia, kamu pun berhak bahagia dengan pernikahanmu dengan jodohmu sendiri. Ingat, jodoh sudah ada yang mengatur!

5. Belajarlah dari semut, makhluk kecil yang mengajarkanmu untuk tak menyimpan dendam dan amarah terlalu lama

Belajar dari semut via http://mamikos.com

Kok bisa belajar dari semut? 'Kan dia hewan? Jangan sampai menutup mata. Justru dengan belajar dari semut kamu bisa lebih bahagia.

Kamu sering lihat semut berjalan, kemudian jika bertemu dengan semut lainnya mereka saling bersalaman? Semut saja bisa melakukannya, kenapa kamu tidak? Bahkan dalam Islam, jika kita bersalaman dengan ikhlas, sedikit demi sedikit dosa bisa luntur, lho.

Janganlah terlalu larut dalam kesedihan. Jika kita mebiasakan hidup seperti semut, kesediahan akan hilang tergantikan dengan kebahagiaan. Bahagia tidak berarti harus kamu memiliki pasangan, melainkan dengan gaya hidup yang berkualitas akan lebih menyenangkan.

6. Bersyukur dan tidak banyak mengeluh adalah obat murah meriah, namun paling ampuh

Hal ini sangat penting, karena dengan bersyukur, hati pun akan terasa lebih tenang. Apapun yang Tuhan berikan pasti ada hikmah dan jika mengikhlaskan, maka suatu saat yakin bahwa Tuhan akan mengganti dengan hal yang lebih baik. Jika banyak mengeluh, maka tidak akan ada kemajuan didalam dirimu sendiri. Rutinitas sehari-harimu terlalu padat dan sayang jika kamu habiskan hanya dengan mengeluh saja.

Buatlah kegiatan yang lebih positif; jika kamu tiba-tiba mengingat hal yang membuatmu sakit hati. Jika kamu seorang muslim, lakukan salat, perbanyak dzikir, obati lukamu dengan melakukan hal seperti yang disarankan dalam islam. Dengan melakukan hal tersebut, kebahagiaan secara tidak langsung akan datang dan lukamu akan terobati.

7. Kamu tidak sendiri! Masih banyak orang yang juga pernah merasakan sakit hati

Kamu tidak sendiri via https://blog.mamikos.com

Sadarlah, di dunia ini kamu tidak hidup sendiri.

Meskipun kamu belum bertemu dengan jodohmu, masih ada teman, sahabat, keluarga yang bisa kamu ajak sharing, cerita apapun. Mereka pasti akan mendengarkan dan memberikan solusi yang terbaik. Untuk kamu yang memiliki pribadi introvert, ceritalah dengan orang yang anggap kamu nyaman dan terbukalah padanya. Karena biasanya hanya bisa di sembunyikan sendiri tanpa orang lain tahu masalahmu apa. Atau bisa saja kamu konsultasi dengan psikolog terdekat agar lebih bisa memahami kondisi kamu saat ini. Banyak hal positif yang masih bisa kamu lakukan, lho.

Itulah langkah yang perlu kamu lakukan saat melihat dia bahagia tapi kamu sendiri sedang terpuruk. Dengan cara bangkit dari keterpurukan, kebahagiaanmu akan datang dan ingat harus sabar dalam menjalani hidup ya, guys.