Kapan loe nyusul? Kayak KPR ajah pacaran lama-lama jauh lagi.

Mana cowo loe kayak bang toyib bener!

Ya terkadang gurauan itu kini serasa menjadi pertanyaan retorika yang sangat sulit untuk dijawab. Gemeretak bibir rasanya ingin mengelak atau membantah tapi apa yang bisa dibantah, memang ini kenyataanya. Menjawab hanya akan membuat mereka tertawa terpingkal-pingkal.

1. Walaupun tak ada gandengan saat ke kondangan, mohon hargai kami juga punya pasangan

pergi kemanapun sendiri via https://www.google.com

Eleh kamu ke kondangan kok gandenganya sama tas doang wkwkwk … ( bales lirikan sadis)

Mana arjunanya kok sendirian aja neng?

Terkadang pengen banget deh jawab ejekan mereka "ada kok ada, abangku lagi kerja".. tapi apalah daya mereka jauh lebih banyak dari keberanianku untuk mengatakan itu.

Advertisement

Menghakimimu karena kita berjauhan pun rasanya salah, mungkin kau disanapun merasakan hal yang sama. Alhasil saat pulang kondangan nanti aku menghadiahimu rengekan mengadu yang kau jawab santai itu.

"sayang tadi aku ke kondangan di ledekin sama si Tedy n temen-temen katanya aku kondangan gandenganya sama tas doang.."

"Yaudah sabar….(sambil terdengar suara senyumu lirih)

Ya sudah seperti itu saja rasanya sudah adem hatiku, hilang gerutu pulang dari kondangan tadi setelah mengadu padamu. Ya rasanya mencari pembelaan darimu sudah menjadi ritualku untuk mengalahkan emosiku tadi. Seperti ada semacam rasa dilindungi oleh kesatria hati.haha

Atau ingin rasanya menyumpal mulut mereka dengan kue donat tapi mereka terlalu banyak, lebih baik diam dan beri senyuman.

2. Terkadang ejekan itu seperti pemicu semangat, tapi ada kalanya serasa jahat

Terkadang ejekan itu seperti pemicu semangat, tapi ada kalanya serasa jahat.

Jahat ketika aku harus menghadapi ejekan itu sendiri. Aku sudah menghadapi rindu ini secara ganas, atau menangisi handpone ku untuk hanya sekedar menunggu kabarnya. Kalian tidak pernah tahu cinta kita sesendu itu.

Tapi ketika pertanyaan itu terlontar "kapan nih nyusul si Dayu baru kenalan aja udah nikahan tuh" .. Nyesss banget rasanya tau pengen ngosek-ngosek

3. Bukan berarti tidak ada niatan, kita justru lebih berusaha saling memapankan

pasangan kekasih via https://www.google.com

Nikah itu bukan hanya aku dan kamu, tapi ada biaya nikah ini itu. Aku bukan seperti kalian yang nikah dengan merepotkan orang tua. Kita justru lebih belajar untuk memantaskan masa depan.

Semoga Jarak ini senantiasa mengaminkan.

4. Saat kau marah rasanya ini cobaan, kau membuatku kesepian

Seberapapun menyebalkanya aku, aku selalu takut ketika kau marah. terlebih aku tak bisa mengadu padamu tentang keseharianku hari ini. Atau tentang mereka yang lagi dan lagi mengejekku.

Bukanya aku merasa takut akan kehilangan pembelaan saat kau marah, tetapi lebih kepada takut kehilangan kamu.

Cinta kita sesederhana itu, Jarak tak kan memisahkan kita asal kau jujur dan aku percaya. Ini simbiosis mutualisme bukan?

5. Mereka hanya iri tentang hubungan yang tak berhadapan, tapi selalu mesra ketika bertemu

mencintaimu via https://www.google.com

Yakin deh dalam hati mereka yang bilang " ih kayak KPR ajah pacaran lama-lama berjauhan lagi, mending gue yang jomblo" terselip perasaan kok bisa sih mereka punya hubungan se ambigu itu, Pengen deh punya pacar yang setia. Haha ngaku nggak loe??

6. Hubungan ini adalah tentang jarak dan waktu

aku dan kamu via https://www.google.com

Hubungan ini adalah tentang jarak dan waktu. Bukan tentang mereka yang mengomentarimu.

7. Jangan Melulu Sodori Kami Pertanyaan “Kapan Nikah? LDR an mulu!”

Ini terkadang menjadi beban untukku yang menunggu. Mohon ralat pernyataan itu dengan kalimat "seneng deh liat kalian langgeng yah, semoga cepet nyusul tanpa halangan apapun"

aamiin..