Merantau untuk pertama kalinya bisa jadi membuat perasaan campur aduk. Antara senang karena akan menghadapi hal baru atau sedih karena harus meninggalkan keluarga dan sahabat, takut karena tidak yakin apa yang akan dihadapi. Apalagi bila tempat yang akan dituju berada sangat jauh. Setelah berkali-kali pindah perantauan, sampai sekarang pun saya masih selalu mengalami campur aduknya perasaan tersebut.

Merantau seringkali dihindari oleh banyak orang karena berbagai pertimbangan. Alasan apapun yang jadi pertimbangan untuk tidak merantau sebenarnya bisa diubah dengan menambah perspektif yang berbeda tentang perantauan dan memperluas wawasan soal daerah yang dituju. 

Sebelum memberikan tips-tips untuk perantau pemula, saya akan menceritakan secara singkat riwayat perantauan saya. Pertama kali saya merantau yaitu pada tahun 2005 ke Surabaya untuk kuliah, saat itu saya berusia 17 tahun. Setelah lulus kuliah, saya bekerja di Teluk Bintuni, Papua Barat untuk bekerja sebagai dokter PTT selama 1 tahun 3 bulan. Setelah dari Bintuni, saya merantau lagi ke Waingapu, NTT selama 1 tahun, bekerja di salah satu RS swasta di sana. Berlanjut lagi, saya pindah ke Batu Kajang, Kalimantan Timur selama 1,5 tahun. Terakhir sampai saat ini, saya berdomisili di Sampit, Kalimantan Tengah.

Berdasarkan resume saya ini, ijinkan saya dengan rendah hati menyampaikan tips yang saya anggap cukup valid bagi perantau pemula. Tetapi karena saya hanya merantau di area Indonesia, maka tips yang saya sampaikan pun mungkin hanya relevan bagi yang akan merantau di wilayah Indonesia saja.

1. Karena akan segera jauh dari keluarga, awali segalanya dengan lantunan do’a

Seperti dalam melakukan hal-hal lainnya, sebelum merantau atau memilih tempat perantauan, saya menyarankan kalian untuk berdo'a. Berdo'a akan memberikan ketenangan, meningkatkan rasa keikhlasan dan kerendahan hati untuk meminta petunjuk dari Yang Kuasa karena merantau bagi saya bukanlah hal yang sepele.

Merantau bisa menjadi titik balik dalam hidupmu dan untuk hal sebesar ini kalian harus menyertakan kekuatan Yang Maha Kuasa. Bangunlah kebiasaan untuk berdoa, karena berdoa senantiasa dibutuhkan, baik sebelum, selama dan sepulang kalian merantau. Saat merantau, bisa jadi tidak ada orang yang bisa kalian andalkan atau kalian mintakan tolong, bisa jadi akan ada momen di perantauanmu di mana hanya Tuhan yang bisa menolong. Jadi, jalinkan komunikasi yang baik dengan-Nya.

2. Agar tujuanmu jelas, jangan asal memilih tempat rantau!

Advertisement

Meskipun sudah kalian kali saya pindah tempat merantau dan tempat-tempat rantau yang saya pilih hampir tidak ada benang merahnya (kecuali bahwa semuanya ada di Indonesia), saya selalu memilih tempat rantau dengan cermat dan tidak gegabah.

Pertama-tama, saya akan melihat tempat perantauan yang tersedia. Karena perantauan saya sebagian besar berhubungan dengan pekerjaan, maka saya memilih dari lowongan-lowongan kerja yang tersedia. Setelah saya kumpulkan beberapa kandidat yang menarik bagi saya, saya menghubungi contact person untuk pekerjaan tersebut. Hal yang saya tanyakan antara lain: akses, tempat tinggal dan hal-hal lain seputar pekerjaan (job description, fasilitas, gaji, dll). Bagi sahabat-sahabat Hipwee yang merantau untuk bersekolah, bisa menanyakan hal-hal yang berkaitan tentang sekolahnya.

Bagi saya pribadi, akses dan tempat tinggal merupakan informasi yang penting supaya saya bisa memperkirakan apa yang akan saya hadapi: tiket pesawat ke arah mana yang harus saya beli, berapa banyak penerbangan tersedia dalam seminggu, berapa banyak bagasi yang bisa ditanggung, setelah dari pesawat apakah saya harus naik kapal lagi atau menempuh perjalanan darat lagi, apakah sudah disediakan tempat tinggal atau saya masih harus mencari kos sendiri.

Informasi-informasi seperti ini penting bagi saya pribadi dan untuk menjadi bahan bagi saya menjelaskan situasi tempat rantau kepada keluarga saya. Bagi beberapa orang, pertanyaan tentang air, listrik dan sinyal penting untuk ditanyakan, bagi saya pribadi selama orang sekitar bisa hidup dengan kondisi yang ada berada saya juga bisa. Jika memang kalian merasa perlu untuk menanyakan hal itu, silakan ditanyakan. Intinya, tanyakan segala sesuatu yang kalian anggap penting dan bisa menenangkan keluarga kalian.

3. Mintalah restu yang tulus kepada kedua orang tua. Suatu saat, ini pasti akan berguna

Jangan sekali-sekali berangkat merantau tanpa restu dari orang tua!

Bila orang tua kalian tidak merestui, batalkanlah perantauan kalian. Salah satu hal yang bisa menjaga kalian di tempat rantau adalah doa dari orang tua kalian. Maka, sebelum berangkat, pastikan kalian sudah mendapat restu dari orang tua kalian. Berangkat merantau tanpa restu dari orang tua hanya akan mendatangkan penyesalan bagi kedua belah pihak.

Saya sendiri belum pernah mengalaminya karena saya selalu meminta restu dari orang tua saya tetapi ada beberapa orang yang harus learn this the hard way. Kalian tidak ingin mengalami kesulitan ke depannya, kan? Perantauan hanya bisa dinikmati bila kalian yakin keluarga kalian ikhlas berada berjauhan dengan kalian.

4. Rileks dan jangan gegabah! Ini trik paling dasar buatmu calon anak rantau

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, memilih tempat rantau harus cermat dan dilarang gegabah. Bisa jadi kalian sama sekali belum pernah mengetahui tentang daerah yang akan kalian tuju sehingga informasi yang kalian dapatkan sangat minimal. Tidak jarang orang yang memberikan informasi memiliki persepsi yang berbeda tentang tempat tersebut.

Oleh karenanya kalian harus mengendapkan terlebih dahulu semua informasi yang kalian kumpulkan dan membiarkan waktu yang menyeleksinya.

Tetaplah tenang, jangan gelap mata dan lanjutkan berdo'a. Bila ada sedikit saja hal yang meragukan kalian, sebaiknya kalian tunda dulu keberangkatan kalian dan menelaahnya lebih lanjut. Bedakan antara kecermatan dengan ketakutan.

Saya tidak mendukung upaya mengumpulkan alasan untuk menunda-nunda perantauan kalian, when you have to go, you have to go. Tapi terkadang hal-hal kecil yang sebelum keberangkatan sudah menimbulkan perasaan tidak nyaman dalam hati kalian bisa menjadi suatu hal besar saat sudah tiba di perantauan. Dan kalian tidak ingin hal itu terjadi, apalagi keluarga kalian.

5. Siapkan barang yang penting saja, supaya niatan belajarmu nggak sia-sia

kebanyakan barang via http://palembang.tribunnews.com

Saya yakin kebutuhan setiap orang berbeda dan yang dianggap penting bagi setiap orang pun berbeda. Tetapi perantau pemula harus belajar tentang prioritas tatkala mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa. Ini seringkali berhubungan dengan total bagasi di pesawat, beberapa tempat tertentu menetapkan harga yang cukup mahal untuk 1 kg over-baggage.

Selain itu, membawa terlalu banyak barang yang berat pastinya menyulitkan jika tempat rantau yang dituju aksesnya jauh dan rumit. Saya pribadi selalu hanya membawa barang-barang untuk saya bertahan hidup selama seminggu pertama di tempat rantau. Saya selalu hanya membawa 1 koper ukuran sedang, 1 ransel dan 1 kardus ukuran sedang juga. Barang-barang ramah tamah biasanya tidak saya bawa karena saya bisa membelinya setelah sampai di sana.

6. Mulai sekarang, kamu akan melakukan apa-apa sendiri. Bersiaplah jadi pribadi dewasa yang mandiri!

Ini adalah langkah terakhir dan paling penting. Setelah sekian banyak persiapan kalian lakukan, jika ujung-ujungnya kalian tidak melaksanakan langkah terakhir ini, semuanya jadi sia-sia dan perantauan kalian gagal total.

Langkah ini memang biasanya menjadi langkah yang paling menakutkan. Jangan salah sangka, sampai sekarang ketakutan pun masih sering menyergap saya tiba-tiba sebelum berangkat merantau. Tetapi begitu kalian sudah sampai di tempat tujuan, kalian akan melihat bahwa ketakutan kalian tertinggal jauh di tempat asal kalian.

Jadi jangan lupa masukkan juga keberanian dan kepercayaan diri dalam tas kalian lalu berangkatlah! Semoga berhasil!