Halo kamu yang disana...apa kabar? Masih berbangga diri bisa meremukkan hati hanya dengan satu kepalan?

Kadang aku disini masih merenungi itu semua. Ya, cerita tentang kita yang ada "di belakang" sana. Aku bukan tak bisa berpaling dari cerita kita, aku hanya berusaha mengambil pelajaran dari itu semua. Agar kebodohan yang serupa tak berulang kembali.

 

1. Masih ingat bagaimana dulu kamu melukaiku dan membuatku menangis?

dulu kamu pernah menjadi sosok yang paling kubanggakan

dulu kamu pernah menjadi sosok yang paling kubanggakan via http://google.com

Halo sayang, masih ingatkah dengan perilakumu dulu? Lupa? Ah ya, sini kubantu biar ingat....

Dulu aku sering menangis, mengemis perhatian padamu. Bukan, bukan karena aku mengejarmu. Tapi karena di awal, kamu sangat baik sekali hingga membuatku jatuh cinta. Itu yang membuatku mengemis perhatian, karena aku rindu kamu yang dulu. Kamu yang baik, dan mencintaiku.

Ingat bahwa aku dulu sempat terluka dan menangis? Sudah ingatkah sayang?

2. Masih ingat, justru kamu meninggalkanku setelah membuat kesalahan?

lalu ini akhir dari pembuktian cintamu

lalu ini akhir dari pembuktian cintamu via http://google.com

Dengan dalih "tidak ingin membuatku tersiksa"  kamu lalu pergi meninggalkanku. Lengkap dengan semua luka ini. Ya, memang aku sempat merasa tersiksa dengan perilakumu. Lantas setelah meninggalkanku, perasaan apa yang kamu dapat Sayang? Perasaan puaskah? Puas karena berhasil meremuk hati yang dengan polosnya kutitip padamu.

 

3. Aku memang terpuruk. Tapi untuk saat ini saja. Luka bisa sembuh dan aku masih bisa berbahagia.

pergilah, aku tak mungkin menggantungkan seluruh perasaan ini padamu

pergilah, aku tak mungkin menggantungkan seluruh perasaan ini padamu via http://google.com

Setelah semua keputusanmu yang semakin melukaiku, kini pergilah. Pergilah supaya kamu semakin merasa puas sudah menyakitiku. Aku memang terpuruk dan tak bisa apa-apa, tapi percayalah, kesuraman ini hanya akan terjadi di hari ini.

"Tak ada musim hujan yang mengguyur tanpa henti. Sesudahnya pasti ada pelangi indah. Aku yakin itu.

4. Jangan tertawa dulu, dunia itu sempit. Kita masih bisa bertemu lagi. Masa depan itu ada, mungkin esok kamu yang terpuruk.

jangan lupa, hidup itu seperti roda yang terus berputar

jangan lupa, hidup itu seperti roda yang terus berputar via http://google.com

Jangan tertawa puas dulu. Meninggalkanku sambil tertawa lantas yakin esok kita takkan bertemu. Kamu harus sadar, dunia itu sempit. Akan ada kemungkinan bahwa kita akan bertemu kembali.

Oh ya, setiap orang punya masa depan di kehidupan yang berputar seperti roda. Sekarang mungkin aku terpuruk dengan banyak luka, tapi di masa depan sana, tak ada yang tahu akan ada cerita apa disana. Mungkin aku sudah berbahagia. Mungkin juga kamu yang gantian ada diposisi terpurukku seperti saat ini.

5. Hidup ini seperti roda yang berputar. Alih-alih aku semakin terpuruk, aku justru menanti untuk bertemu denganmu saat aku sudah berbahagia.

aku tak akan pernah lari dari bayang-bayangmu

aku tak akan pernah lari dari bayang-bayangmu via http://google.com

Alih-alih lari dari bayang-bayangmu, aku justru menantimu hingga kebahagiaan datang menghampiriku. Aku hanya ingin membuktikan padamu, bahwa kebahagiaanku tak hanya bergantung pada dirimu.

Tanpa adanya kamu pun, ternyata Tuhan masih berbaik hati memberi kebahagiaan untukku.

Kita bertemu di masa depan, ya? Supaya kamu tahu aku tahu bahwa aku cukup kuat untuk berbahagia tanpamu :)