Kalau ditanya, profesi apa yang paling mulia? Pasti jawabannya adalah guru. Kenapa? Itu karena seorang guru bakal dapetin gaji di dua masa, masa di dunia dan masa di akhirat.

Loh, kok bisa gitu ya? Tugas guru yang sama sekali tidak mudah, membimbing anak-anak generasi penerus bangsa menjadi seperti yang dicita-citakan oleh negara yang tertuang dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 alinea keempat yaitu "mencerdaskan kehidupan bangsa". Nah loh, jadi belajar pancasila nih. Oleh sebab itu, seorang yang berprofesi sebagai guru, jelas tidak bisa diremehkan eksistensinya.

Apalagi kamu yang memiliki pasangan seorang guru. Itu adalah hal yang wajib disyukuri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah menjadikan tulang rusukmu itu sebagai seorang yang dibutuhkan semua orang dan berjasa bagi nusa dan bangsa. MERDEKA!! Nasionalis banget yak. Inilah 5 alasan kenapa kamu tidak boleh melepaskan seorang guru, karena ia memenuhi kualifikasi sebagai seorang istri idaman.

1. Guru berkesempatan bekerjasama dengan semua tipe orang, ia mengerti pentingnya kebersamaan dalam perbedaan denganmu dan keluargamu.

Setiap manusia telah diciptakan dengan keunikannya masing-masing. Di antara kamu dan dia juga pasti ada perbedaan-perbedaan yang menonjol ataupun tidak. Seorang guru mampu menghargai segala keunikan yang kamu miliki ataupun keluargamu.

Keluarga adalah unsur terpenting dalam sebuah hubungan. Restu keluarga merupakan keharusan demi terjalinnya ikatan yang harmonis antara kamu dan dia. Keahlian dalam melakukan pendekatan dengan orang lain, tak perlu diragukan lagi pada diri seorang guru.

Bertemu puluhan murid dan terbiasa menjalin komunikasi dengan orangtua murid membuatnya mudah berbaur dengan keluargamu, calon keluarganya. Kemampuannya merangkul anak-anak bisa ia terapkan saat berjumpa dengan adikmu atau keponakanmu. Dengan semua tipe yang dimiliki oleh keluargamu atau orang disekitarnya, ia takkan kewalahan mengatasi itu semua.

2. Ia mampu mengontrol seisi kelas, ada yang perlu dikhawatirkan jika ia yang mengontrol rumahmu nanti?

Advertisement

guru di kelas via http://www.dailymail.co.uk

Saat kalian berkeluarga nanti, jelas kamu membutuhkan seseorang yang mampu menjadi manajer rumah tangga. Seseorang yang mampu mengurusi semua kebutuhan di dalam rumah kalian dengan baik. Dalam dunia pendidikan, seorang guru juga belajar tentang manjemen pendidikan di dalam kelas. Mulai dari mengatur jadwal belajar, mengatur ketertiban kelas, mengatur uang kas, serta memotivasi siswa untuk dapat mengatur dirinya sendiri (leader in me) dilakukan tanpa merasa terbebani sama sekali. Kelas dan seisinya mampu ia kontrol, apalagi kamu dan anak-anakmu nanti?

3. Belajar itu menjadi makanan pokoknya sehari-hari, dijamin anakmu kelak juga dituntunnya untuk belajar.

belajar mengajar via http://youtopiaproject.com

Setiap hari seorang guru selalu mendapatkan hal-hal yang baru dari media apa saja termasuk muridnya. Belajar itu menjadi makanan pokoknya sehari-hari. Tak heran, jika kelak anakmu juga dituntunnya untuk selalu belajar hal-hal baru.

Eits, belajar yang dimaksud di sini bukan hanya belajar secara konvensional lho. Tapi, seorang guru mampu menyisipkan hal-hal baik yang bisa menjadi pelajaran di dalam kehidupan sehari-hari termasuk saat sedang bermain. Kamu juga tidak perlu mencari guru les, toh istrimu mampu menjadi solusi untuk permasalahan belajar anak-anakmu kelak.

4. Kegaduhan di kelas saja bisa diatasi, jangan ragukan lagi tingkat kesabarannya.

Siapa yang tidak bersyukur memiliki pasangan dengan kesabaran tingkat dewa? Sifat sabar mutlak dimiliki oleh setiap guru. Bayangkan saja, saat terjadi kegaduhan dalam kelas, guru selalu memiliki jurus jitu untuk bisa menenangkannya. Lalu apa yang perlu dikhawatirkan saat kamu hidup berdampingan dengannya. Ia mampu menenangkan saat kamu gundah, resah atau bahkan saat emosi mendera.

5. Waktu luang saat musim liburan sekolah bisa ia habiskan berkumpul dengan keluarga.

Waktu libur seorang guru jauh lebih banyak dari pada pekerja atau pegawai lainnya. Seorang guru akan ikut libur saat anak-anak juga libur sekolah. Waktu-waktu luang seperti ini bisa ia gunakan untuk berkumpul bersama keluarga. Jelas kamu dan anak-anakmu nanti tidak bakal mengalami krisis kasih sayang. Toh, anak orang saja disayang dan diperhatiin, apalagi kamu dan calon anak-anaknya nanti?