Perasaan sulit dalam menggapai sebuah impian membuat beberapa orang lebih memilih untuk menyerah duluan dibandingkan mereka berjuang mati-matian untuk menggapainya. Padahal nyatanya tanpa disadari beberapa kesulitan yang dialami semakin mendekatkanmu dengan sebuah pencapaian. Seperti halnya bayi, mereka berusaha keras untuk bisa berjalan, jatuh lalu bangun lagi hingga tanpa sadar mereka sudah bisa berjalan, walaupun mungkin dengan sedikit bantuan orang tuanya. Ini bukan soal kegagalan, ini cuma persoalan sebuah pencapaian.

1. Kamu tidak gagal, kamu hanya baru saja berpindah dari level awal ke level berikutnya

Kamu hanya baru saja pindah level via http://www.wokeeh.com

Ini dinamakan sebuah proses dimana untuk menjadi angka 1, maka kamu harus memulainya dari angka 0. Angka 0 menandakan permulaan, dimana untuk bernilai dan menjadi angka 1 maka harus dimulai dari angka 0. Artinya, apapun usaha keras yang kamu lakukan dan tak menghasilkan dalam bentuk materi, kamu bukan berarti gagal. Kamu sebenarnya menghasilkah sebuah proses dimana itu akan mendekatkanmu ke level berikutnya.

Katakanlah kamu mencoba memulai belajar berenang, awal permulaan mungkin kamu akan tenggelam. Apakah itu gagal? Tidak juga. Sebenarnya jika kamu sadari, itu yang namanya proses. Coba bayangkan kamu tak pernah mencoba sama sekali belajar untuk berenang, maka tak akan ada namanya proses dan kamu pun sudah pasti tidak bisa berenang. Orang yang mencoba mulai belajar berenang walaupun masih tenggelam, sudah pasti bisa berenang, hanya saja butuh waktu untuk pembelajaran.

2. Kamu tidak gagal, kamu hanya belum tahu rezekimu akan datang darimana

Ambilah pelajaran dari pohon apel via http://niemanmarkets.com

Ada sebuah pohon apel yang kamu tanam, lalu setiap hari kamu siram hingga pada akhirnya pohon itu tumbuh besar, tapi kamu belum tentu tahu pohon apel tersebut akan berbuah dimana. Artinya, ketika usaha yang selalu kamu lakukan hanya mendapatkan kegagalan, sebenarnya kamu tidak gagal sepenuhnya. Kamu hanya belum tahu rezekimu akan datang darimana.

Advertisement

Walau pohon apel yang kamu tanam belum juga berbuah, setidaknya akar pohon apel tersebut semakin dalam menancap di tanah. Artinya walaupun usahamu selalu mengalami kegagalan, sebenarnya kamu menghasilkan. Dalam hal apa? Dalam hal pengalaman. Bukankah keberhasilan juga sangat ditentukan dari sebuah pengalaman? Akar pohon yang semakin dalam menancap ditanah menggambarkan seberapa tajam dan kuat pengalaman yang telah kamu lakukan.

3. Gagal? Tak perlu ditangisi, itu hanya sebuah batu keras yang pada akhirnya akan lewat di hidupmu

Anggap saja itu batu besar yang lewat di hidupmu via http://www.wokeeh.com

Semua orang pasti pernah merasakan kegagalan. Tapi hanya sedikit orang yang masih melanjutkan perjuangan walau kegagalan terus menghampirinya. Perlu kamu tahu, Bill Gates, Elon Musk, Lary Page dan kawan-kawannya walaupun sudah dikatakan berhasil namun nyatanya masih saja mengalami beberapa kegagalan.

Contoh, Bill Gates dengan Microsoftnya yang masih gagal dalam memerangi kejahatan ransomware di OS Windowsnya. Elon Musk yang pernah gagal dalam peluncuran roketnya SpaceX Falcon 9 beberapa tahun yang lalu. Lary Page dengan Googlenya yang pernah gagal dengan Google Glassnya beberapa tahun yang lalu. Lihat? Kegagalan sebenarnya bukanlah sebuah akhir, tapi sebuah batu besar yang sebenarnya akan lewat di hidup kita dan kemungkinan akan datang kembali di lain waktu. Jadi jangan menyerah, gagal itu harus dilewati bukan ditangisi.

4. Dari kegagalan, kamu juga mendapatkan banyak pembelajaran. Jadi untuk apa berhenti?

Ibarat catur, kamu dapat pembelajaran dari setiap langkahnya via http://www.meetechno.com

Walau kamu tidak mendapatkan hasil berupa materi, kamu sebenarnya tetap menghasilkan dalam hal ilmu. Ketika kamu mencoba lalu gagal, pada akhirnya kamu akan belajar lagi sambil menganalisa kesalahanmu ada dimana. Dari sanalah kamu akan bisa menyadari, bahwa kamu mendapatkan ilmu yang jarang dan tak pernah dipelajari sewaktu di sekolah ataupun kuliah. Ilmu itu yang disebut pengalaman.

5. Kamu ditakdirkan tidak hidup untuk masa lalu, kamu ditakdirkan hidup untuk masa yang akan datang

Berjuang dan menang, atau menyerah dan kalah. Pilihan ditanganmu. via http://anguerde.com

Ketika kamu gagal, lalu kamu berhenti. Apa pilihanmu selanjutnya? Kembali menjalani hidupmu untuk masa lalu? Ingatlah bahwa kita sebenarnya tidak ditakdirkan menjalani hidup untuk masa lalu, kita ditakdirkan untuk menjalani hidup di masa yang akan datang. Artinya, tak akan pernah ada pilihan jalan kembali jika kamu menyerah ditengah jalan. Hidup itu ibarat sebuah permainan, jika kamu memulai sebuah permainan maka kamu harus menyelesaikannya.

Bayangkan kamu seorang pemimpin sebuah tentara yang datang untuk menyerang negara lain, kamu dan tentaramu datang menggunakan kapal dan jarak antara tempatmu dengan negara yang kamu tuju sekitar ribuan kilometer, dan itu harus melewati laut. Kamu hanya harus perlu membakar seluruh kapalmu dan menjelaskan kepada seluruh tentaramu bahwa tak ada jalan pulang. Berjuang sampai akhir dan menang atau memilih tak berdaya dan dikalahkan oleh negara lain. Hanya itulah pilihannya.

Jadi kegagalan sebenarnya bukanlah sebuah akhir ataupun sesuatu yang harus ditangisi. Kegagalan itu hanyalah sebuah jurang besar yang harus dilewati. Merasakan kegagalan terus menerus memang berat rasanya, tapi satu yang harus kamu perlu ingat, bahwa dari kegagalan itulah sebenarnya menuntun kita beberapa langkah menuju keberhasilan.

Jangan takut gagal. Jadilah seorang pejuang!