Generasi 90-an mungkin masih ingat derita perut di akhir bulan atau kumatnya sakit maag saat dikejar-kejar deadline. Beberapa tahun yang lalu, variasi makanan cepat saji masih sangat terbatas, paling mentok mi instan dan sereal minuman. Layanan antar makanan juga belum sebanyak akhir-akhir ini. Tetapi dengan semakin berkembangnya teknologi di era informasi sekarang ini, kita sebagai konsumen semakin dimudahkan dengan begitu banyaknya pilihan makanan cepat saji dan layanan antar makanan. Semuanya dengan harga terjangkau dan menu yang bervariasi. Tidak ada lagi cerita hanya makan mi instan di akhir bulan atau minum sereal sachet-an kalau lagi dikejar-kejar deadline. Sekarang tinggal pilih makanan yang kita inginkan dari aplikasi, klik dan tidak lama kemudian makanan datang ke lokasi kita.

Sayangnya ada satu efek yang saya anggap kurang baik; yaitu semakin banyaknya perempuan yang tidak bisa memasak.

Jangankan memasak, mungkin menyalakan kompor saja ada yang tidak tahu, atau bahkan takut! Ini menyedihkan. Menurut saya, kemampuan memasak adalah kemampuan yang harus dimiliki orang setiap orang, terutama perempuan. Kemampuan memasakmu bisa meluluhkan hati cowok-cowok dan membuat pacarmu jadi makin sayang. Lagipula, memang nggak malu sama mertua kalau nggak bisa masak?

 

1. Nggak ada yang instan. Coba saja belajar perlahan-lahan

Sama seperti hal-hal lainnya. Bila kita tidak tahu; kita harus mau belajar.

Memasak sebenarnya mudah sekali karena setiap hari kita pasti makan. Lidah kita tentunya terlatih untuk merasakan berbagai macam rasa. Ini sudah modal utama untuk belajar memasak. Tidak ada perempuan yang tidak bisa masak, yang ada hanyalah perempuan yang tidak mau belajar memasak.

Memang diperlukan banyak latihan. Asal kita mau belajar, suatu saat nanti kita pasti bisa. Banyak keuntungan dari bisa memasak sendiri. Selain jadi lebih irit, kita juga bisa memastikan kebersihan bahan-bahan yang kita pilih dan keseimbangan menu harian kita.

2. 'Malu bertanya, sesat di jalan' adalah ungkapan yang tepat jika ketidakbisaanmu memasak kamu biarkan saja

Rajin-rajinlah bertanya pada orang yang ahli memasak. Bertanya bisa pada siapa saja. Saya sendiri paling senang bertanya pada ibu. Resep masakan beliau adalah makanan yang biasa saya makan sejak kecil; jadi saya sudah punya gambaran bagaimana rasa yang seharusnya dari makanan tersebut.

Saat ini resep-resep makanan sudah banyak beredar di media sosial dan kita bisa langsung bertanya dengan pemilik resep tersebut bila kita kesulitan. Jangan malu juga untuk meminta komentar dari orang-orang yang mencoba masakan kita. Semakin banyak feedback, semakin bertambah pula ilmu kita. Mudah, bukan? 

3. Jangan cuma nonton acara gosip, mulailah menonton acara memasak dan mempelajarinya :)

Mungkin banyak yang kesulitan mengikuti instruksi dari resep tertulis, maka kita bisa belajar dari acara di TV atau di Youtube. Dengan menonton, kita bisa melihat dengan jelas proses memasak dan setiap tahapannya. Menonton di Youtube lebih mudah lagi karena video bisa kita pause atau kita ulang lagi bila kita belum yakin.

Bahkan handphone atau Ipad kita bisa kita letakkan di dapur saat kita mencoba memasak, jadi sambil kita menonton kita bisa langsung mempraktekkannya. Kurang mudah gimana lagi?

4. Untuk pertama, kamu bisa gunakan bumbu siap saji dulu sebagai andalannya

bumbu jadi

bumbu jadi via https://www.pexels.com

Saat ini sudah banyak sekali bumbu jadi yang dijual dengan segala macam variasi. Kita tinggal memilih bumbu apa yang kita inginkan. Biasanya di bagian belakang kemasannya dicantumkan bagaimana cara memasaknya dan variasi menu yang bisa dibuat dari bumbu jadi tersebut.

Kita sudah tidak perlu repot-repot lagi belanja segala rempah-rempah lalu mengupasnya lalu menguleknya, semuanya tinggal dipadukan dengan bahan-bahan makanannya saja. Hayo, masa masih bilang susah juga? Syedih :(

5. Intinya harus perbanyak latihan. Jangan menyerah; coba terus, coba lagi, dan coba saja!

Sama seperti proses belajar lainnya, tentunya tidak bisa sekali coba langsung jadi mahir. Diperlukan kesabaran dan banyak latihan. Awal-awalnya makanan kita mungkin terasa tidak enak tetapi bila kita rajin bereksperimen lama-kelamaan kita pasti bisa. Jangan khawatir bakalan mules memakan masakan sendiri, tinggal beli obat di apotek. Hahaha.

Dengan semakin banyak latihan, kita akan mempunyai semakin banyak pilihan makanan dan camilan di saat-saat genting; misalnya di akhir bulan. Jadi nggak makan mi instan terus, nggak sehat!

Jadi gimana? Masih mau malas-malasan masak karena tanganmu takut kotor? Coba pikirkan baik-baik lagi ya, Girls!