Kehidupan ini tidak lepas dari pebagai ujian kan? Dari SD kita harus dihadapkan pada ujian agar dapat melanjutkan ke pendidikan SMP, begitu juga ketika SMP untuk lanjut ke SMA. Terus hingga melangkah ke bangku perkuliahan dan dunia pekerjaan.  Dan ujian tersebut bukan semakin mudah, tapi semakin susah. Tapi karena kita terus belajar, maka yang susah jadi mudah, begitu kan?

Itu hanya sebagian kecil dari ujian hidup, setuju donk sama pernyataan itu?

Masih banyak lagi hal-hal yang disebut ujian dan nggak jarang kita dibuat hampir menyerah karena terlalu lelah, bukan karena kalah. But, remember guys! Kalah itu karena menyerah, bukan menyerah karena kalah. Bagaimanapun bentuk ujian kita, seberapa besar masalah kita, yuk saling memberi semangat melalui beberapa quotes ini. Semoga bisa jadi spirit booster buat kita!

 

1. Jeffrey Gitomer

mendakiendpw

mendakiendpw via http://theartfor.com

Hambatan tidak bisa menghentikan Anda. Masalah tidak bisa menghentikan Anda. Orang lain tidak bisa menghentikan Anda. Hanya Anda yang bisa menghentikan Anda

– Jeffrey Gitomer

Untuk quotes pertama ini, kita ambil contoh dari para pendaki, ya. Sebut saja pendaki pemula. Tentunya tidak mudah untuk mencapai puncah dari sebuah gunung. Butuh skill, tenaga, semangat dan bekal yang cukup.

Jalan gunung tentu tidaklah mulus layaknya jalan raya di kota (ya iyalah). Licin, dari kerikil sampai batu terjal juga ada, semak belukar, hewan melata dimana-mana. Ibaratkan saja itu semua adalah hambatan, ujian pertama. Dan saat kamu menyerah pada hambatan itu, ibarat kata sih kalah sebelum berperang. Masa sih mau nyerah gitu aja di garis start? Pastinya nggak donk ya. Dan ketika kamu memutuskan untuk lanjut, hambatan apapun tak akan bisa menghentikanmu.

Hambatan yang berhasil dilewati ternyata berhasil bikin tumit dan jari kaki lecet yang perihnya amit-amit, dan belum sampai puncak, masih harus nanjak lagi. Mau dilanjut perih, mau berhenti tapi nurani bilang “Yakin, cuma segini? Cuma sampai disini?”. Lanjut aja deh ya, biar bisa kebayar lelahnya dengan pemandangan yang luar biasa. Toh, masalah apapun tidak bisa mengentikanmu.

Ibaratnya, kamu ditantang untuk nggak gampang menyerah terhadap sesuatu yang kelihatan dan sekiranya masih bisa dijangkau tangan. Katanya anak muda tangguh 'kan?

2. Henry Ford

Ketika Anda berpikir Anda bisa, maka Anda benar. Begitu pula saat Anda berpikir Anda tidak bisa, Anda juga benar.

- Henry Ford

Pola pikir kita adalan pemegang kendali utama tindakan kita. Hal luar hanyalah sugesti dan motivasi, kritik dan saran, dan apapun yang bisa membangun bisa pula menjatuhkan. Tapi pengaruh apapun itu juga kita sendiri yang memutuskan akan berdampak seperti apa bagi diri sendiri. Pemikiran kita menentukan langkah apa yang akan kita ambil selanjutnya. Ketika kita berpikir kita bisa, pasti kita akan melakukan usaha untuk mencapai sebuah hasil.

Begitu pula ketika kita berpikir kita tidak bisa, kita tak akan melakukan usaha yang benar-benar maksimal sebab usaha tersebut akan sia-sia. Bukankah suatu proses tak akan mengingkari sebuah hasil? Jadi, tetaplah berpikir positif dan tetap optimis.

3. Dale Carriage

bullying

bullying via http://imguol.com

Daripada mengkhawatirkan apa yang orang katakan tentang Anda, mengapa tidak menghabiskan waktu untuk berusaha meraih sesuatu yang mereka akan kagumi.

- Dale Carriage

Dalam sebuah hidup, tidak ada satupun yang terlepas dari sebuah komentar. Apapun yang akan kita lakukan, pasti orang lain tetap ‘nyinyir’. Kadang kita dibuat tumbang karena sebuah cacian dan tak jarang kita dibuat terbang oleh sebuah pujian. Entah kata apapun, semenyakitkan maupun semembahagiakan apapun, tetap ucapakan terimakasih pada pemberinya. Tak usah dipikirkan secara berlebih, toh hidup kita ya kita yang jalanin kan bukan mereka? Syukur kalau mereka memberi dukungan terhadap apa yang sedang kita perjuangkan.

Lha kalau mereka hanya bisa berkomentar buruk terhadap apapun yang kita lakukan, walaupun itu adalah kebaikan, ya tetap bersyukur. Cobalah melihat telinga sendiri, introspeksi diri dan terus memperbaiki diri. Buktikan jika kamu bisa menciptakan hal yang begitu menakjubkan sehingga mereka akan terkagum. Begitu lebih baik, bukan?

4. Muhammad Ali

lilyanatontowi

lilyanatontowi via http://aljazeera.com

Saya benci setiap menit latihan, namun saya berkata ‘Jangan menyerah’. Menderitalah dahulu, lalu jalani hidup Anda sebagai seorang juara.

- Muhammad Ali

Seperti kata peribahasa “Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Kita lihat saja atlet bulutangkis, mereka latihan setiap hari. Andaikata mereka tidak berlatih, mana mungkin medali emas didapatkan? Gelar juara juga tak akan diberikan padanya.

Jalani saja yang sekarang, jangan berhenti berjuang. Semoga saja kita akan segera bahagia setelah menikmati segala derita.

5. Truman Capote & Dennis De Young

kamuadalahpemenang

kamuadalahpemenang via https://totorogo.wordpress.com

Juara adalah pecundang yang bangkit dan mencoba sekali lagi.

– Dennis De Young

Saya pikir semua orang pasti pernah berhadapan dengan sebuah kegagalan. Entah sekali, dua kali atau bahkan hingga berulang kali. Tak jarang kita mendapati berbagai hinaan dari pelbagai kalangan. Dan karenanya, ada yang menyerah dan memutuskan berhenti, ada pula yang bangkit dan mencoba lagi. Keberhasilan tanpa kegagalan sepertinya memang kurang greget ya? Tapi setelah bergelut dengan kegagalan, saat menikmati sebuah keberhasilan munculah pernyataan yang begitu melegakan, “Akhirnya, setelah gagal berulangkali. Tidak sia-sia perjuanganku selama ini. Akhirnya aku mencapai puncak keberhasilan, bahkan mendapatkan lebih dari yang aku inginkan.”

Kegagalan adalah bumbu yang memberikan kesuksesan rasa yang lebih enak.

– Truman Capote

Ada kepuasan yang lebih ketika jatuh bangunmu tidaklah percuma. Dan mereka yang pernah meneriakimu sebagai pecundang akan memberimu ribuan selamat sebagai pemenang.

6. Jim Hensen

andabisasukses

andabisasukses via http://parade.com

Hidup adalah sebuah film. Tuliskan akhir cerita yang Anda inginkan. Tetap percayai.

- Jim Hensen

“Anak-anak, sekarang Bu Guru mau bertanya cita-cita kalian ya? Indra kalau sudah besar pengen jadi apa?”

“Indra mau jadi astronot, Bu. Indra pengin lihat bulan, planet mars dan semuanya yang ada di angkasa, Bu”

“Bagus, belajar yang rajin ya? Kalau Dila cita-citanya apa?”

“Kalau Dila pengin jadi sutradara, supaya ayah dan bunda juga teman-teman Dila bisa nonton film buatan Dila.”

Pasti kalian dari TK sudah dikasih pertanyaan yang sama oleh guru kalian, kan? Tentang cita-cita. Aku pun pernah. Kita semua pernah. Bahkan sekarang beberapa dari kita telah mewujudkan cita-cita yang dulu pernah kita utarakan di depan kelas.

Hidup memang harus punya arah dan tujuan, mau jadi apa dan mau kemana kita kelak, tanpa sengaja sudah kita rencanakan sejak masih susah membuang ingus. Dan semakin bertambah umur, kita semakin memantapkan hati tentang rencana masadepan. Mempunyai sebuah impian dan mengubahnya menjadi kenyataan, melalui sebuah usaha dan doa. Percaya bahwa kita akan mendapatkan apa yang kita harapkan, dan selalu berdoa pada Allah Yang Maha Menentukan.

7. Cuplikan dialog di film 99 Cahaya Di Langit Eropa

haimasalahbesar

haimasalahbesar via http://image-serve.hipwee.com

“Hai, masalah besar, aku punya Tuhan yang jauh lebih besar.”

- 99 Cahaya Di Langit Eropa

Masih ingatkah kalian dengan perkataan tersebut yang diucapkan oleh gadis kecil bernama Ayse dalam sebuah film berjudul ’99 Cahaya Di Langit Eropa’ ? Di sekolahnya bahakan ia adalah satu-satunya yang mengenakan hijab, dengan cemoohan sana sini ia tetap tegar. Bahkan ia selalu menebar kebaikan dan kebahagiaan, dan menyembunyikan sakit kanker yang mengancam nyawanya. Dan ketika Hanum bercerita mengenai keluh kesahnya, gadis kecil itu dengan begitu mantap dan gembiranya berkata, “Hai, masalah besar, aku punya Tuhan yang jauh lebih besar.”

Seringkali kita merasa bahwa masalah kita lebih rumit daripada masalah orang lain, sedang orang lain merasa masalahnyalah yang paling besar. Barangkali kita harus memandang dengan sudut orang lain juga, diluar sana lebih banyak masalah yang lebih kompleks daripada yang kita hadapi. Kita seringkali berlebihan mengeluhkan ini itu, padahal itu semua merupakan ketentuan dari Allah. Allah tidak akan menguji hambaNya melebihi batas kemampuannya, begitu kan? Jadi, pasrahkan saja segalanya pada Sang Pencipta.

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” – QS,. Ash-Sharh:5

Kadang kita tidak berpikir bahwa masalah dihadirkan bersama dengan solusinya. Tetaplah melangkah jangan pernah menyerah, sebab Allah selalu dekat dengan kita dan Allah akan mengabulkan doa hamba-hamba yang memohon kepada-Nya. Mengadulah pada-Nya ketika kamu tengah berselimut gundah.

Percaya Allah akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Bahkan ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, sedangkan orang-orang diluar sana sedang tertawa bahagia dengan segala yang mereka inginkan. Allah akan gantikan lebih dari yang kita inginkan. Semoga kita senantiasa dikuatkan dalam menghadapi berbagai ujian.

Selalu sertakan Tuhan dalam setiap urusan, entah yang menyakitkan maupun yang membahagiakan.