Hai, apa kabar kamu disana? Berjalan dengan normalkah hari-harimu tanpa kehadiranku? Kuharap demikian. Aku selalu ingin kamu dalam keadaan baik-baik saja. Mungkin aku sudah pernah mengatakan kepadamu, bahkan seringkali aku katakan bahwa tidak akan mudah melewatkan hari tanpa kehadiranmu.

Tahukah kamu, aku masih saja sering mempimpikan kamu. Aku benci masih saja memimpikan kamu yang sudah berulang kali melangkahkan kaki menjauhi hidupku. Aku ingin berhenti menangis ketika terbangun karena mimpi itu. Aku ingin membiasakan diri hidup tanpamu.

1. Sudahkah kamu temukan penggantiku yang selalu sigap mengusap kepalamu ketika kamu jatuh sakit?

kamu terbaring sakit via http://blog.yourbestfatburner.com

Aku tidak pernah mengerti mengapa aku bisa memiliki perasaan yang begitu besar untuk seseorang yang dari dulu tidak pernah aku impikan bisa menjadi bagian penting dalam potongan puzzle hidupku. Masih ingatkah kamu bagaimana cara aku memperlakukanmu? Ketika kamu mengelukan sakit yang luar biasa di kepalamu, dengan sigap kudaratkan jari-jariku di sekitar pelipismu, menyembunyikan wajah khawatirku sekaligus diam-diam merapalkan doa agar sakitmu segera berakhir.

Bahkan tahukah kamu bahwa aku pernah meminta kepada Tuhan agar memindahkan sakitmu ke dalam tubuhku? Ingatkah kamu bagaimana aku memasakkan kamu makanan yang sebenarnya belum pernah aku masak sebelumnya? Aku memilih mencoba melakukannya agar aku bisa memberikan kebahagiaan dalam bentuk yang lain.

Masih ingatkah kamu bagaimana aku tersenyum ketika kamu dengan manjanya memintaku menggunting kuku-kuku tanganmu yang sudah mulai panjang dan kotor? Masih ingatkah kamu bagaimana aku mengambilkanmu air minum ketika tubuhmu enggan beranjak? Masih ingatkah kamu bagaimana aku membersihkan pakaianmu?

Advertisement

Masih ingatkah kamu bagaimana caraku memperlakukanmu? Ketika aku sudah tidak lagi disampingmu, apakah kamu mendapatkan perlakuan-perlakuan itu dari orang lain? Adakah seseorang yang bisa menggantikan posisiku untuk melakukan samua kebiasaan-kebiasaan itu

2. Mungkin aku adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu “asli”mu.

Aku mencintaimu bagaimanapun kamu via http://weheartit.com

Aku selalu menerima bagaimanapun keadaanmu, termasuk segala kekonyolanmu. Dari sekian banyak orang yang mengenalmu dengan baik, mungkin mereka tidak tahu bahwa kamu bisa gelagapan mencari telepon genggammu kemudian dengan segera menghubungiku ketika terbangun karena mimpi buruk. Kamu juga akan menekuk wajahmu ketika aku dengan sengaja ingin membuatmu cemburu.

Orang lain mungkin akan terhera-heran jika mengetahui sifat manjamu yang seringkali membuatku tersenyum gemas, dari mulai minta disuapi, merengek minta ditemani, atau hal-hal manja lain yang hanya kamu lakukan jika ada di depanku. Aku tidak pernah meninggalkanmu ketika kamu dalam kesusahan.

Apakah aku pernah berniat pergi ketika kamu sedang dalam keadaan terpuruk? Apalagi ketika kamu dalam keadaan senang, aku selalu senantiasa menemanimu. Aku mencintaimu ketika kamu sakit, sehat, senang, maupun susah.

3. Berada dekatmu membuatku merasa nyaman.

Pelukanmu selalu membuatku aman. via https://www.flickr.com

Bukan hanya kamu yang merasa nyaman berada di dekatku, begitupun aku. Pelukanmu selalu menjadi penawar kegundahanku. Aku nyaman, aku aman ketika sudah hanyut dalam rengkuhanmu. Mengemasi aroma dan suhu tubuhmu menjadi rutinitas wajib yang tidak boleh aku lewatkan ketika bertemu denganmu.

Aku bisa melupakan segala hal menyebalkan di dalam kepalaku ketika kamu memberikan senyum hangat untukku. Kamu berhasil membuatku mabuk dalam hangat tatapanmu yang mendarat tepat di bola mataku. Lalu bagaimana mungkin aku bisa melepaskan semua itu dengan mudah? Sekalipun badai yang mengoyak sangat hebat. Sekalipun badai selalu kembali datang setelah sebelumnya sempat reda.

4. Namun apa arti semuanya jika kita tak akan pernah bisa bersama.

Apa artinya jika kita tak bisa bersama via https://itiswrittenforyou.wordpress.com

Senyaman apapun ketika berada di dekatmu, sebahagia apapun ketika kamu ada di sampingku, apa artinya jika kita tak akan pernah bisa bersama? Aku memang tidak pernah bisa dengan mudah melepaskan semua hal tentang kamu. Aku mencintaimu seperti mencintai diri sendiri.

Lalu bagaimana mungkin aku ingin berpisah dengan diriku sendiri? Akan tetapi, mengetahui bahwa aku dan kamu tidak akan pernah bisa bersatu seperti memeluk sebatang pohon kaktus, menyakitkan. Aku ingin sekali bertahan disampingmu karna aku begitu menyayangi dirimu, tapi aku tidak mungkin terus menerus mendustai diri sendiri yang merasa sakit.

Berulang kali kubiarkan kamu pergi, untuk kemudian kembali menerima kepulanganmu kembali. Sayangnya aku hanyalah manusia biasa yang punya titik jenuh. Bagaimana mungkin aku harus terus menerus bersabar terhadap apa yang tidak mungkin aku miliki?

5. Jangan muncul kembali jika kita memang tak mungkin bersama.

Menghilang sajalah lagi. via http://www.themodernnomad.com

Kamu sudah datang dan pergi berkali-kali, dan aku selalu membukakan pintu untuk kamu pulang kembali. Lalu harus berapa kali aku melakukan hal yang sama agar aku benar-benar bisa memilikimu? Kepulanganmu setelah perpisahan yang memilukan selalu saja berhasil meruntuhkan benteng pertahananku yang susah payah kubangun selama kamu pergi.

Aku tidak pernah bisa menolak kehadiranmu kembali dalam hidupku. Maka kumohon, jangan sekali-kali menampakkan dirimu kembali di hadapanku jika kita tidak akan pernah bisa bersama selamanya. Tahukah kamu, aku tak akan pernah bisa tahu diri bahwa aku tidak akan pernah mungkin bisa memilikimu jika kamu selalu kembali menampakkan diri.

Bukan karena rasaku sudah hilang dan punah, justru sebaliknya. Aku begitu menyayangimu, sehingga aku tak akan sanggup menahan rasa sakit karena tahu kamu tak akan pernah bisa aku miliki.