1. Anak Santri Mampu Tampil di Olimpiade Dunia

Siswa Madrasah NU Raih Juara Olimpiade Matematika Internasional di Singapura via http://www.nu.or.id

Tak jauh berbeda dengan sekolah umum, santri-santri juga banyak belajar pengetahuan lainnya seperti fisika, matematika dan bahasa. Kemampuan mereka tak sebatas hanya dengan ilmu agama saja, kecerdasan mereka tak bisa dipandang sebelah mata. Masyarakat harus melihat bahwa santri juga layak diperhitungkan dunia. Hal ini terbukti dengan banyaknya olimpiade yang mereka ikuti , salah satunya adalah

Tujuh santri dari Pesantren Bustanul Ulum Pamekasan Madura berhasil meraih medali perunggu Olimpiade Matematika Internasional yang di gelar terpisah di Beijing dan India

2. Anak Santri Juga Bisa Belajar di Luar Negeri

Universitas Al-Azhar via http://www.kaskus.co.id

"Menuntut ilmu hingga ke Negeri China". Semua orang pasti tak asing dengan kalimat tersebut. Begitu juga dengan para santri, mereka juga punya keinginan dan hak-hak sama dalam menuntut ilmu, tak terbatasi oleh tempat dan waktu. Belum lagi, banyaknya pondok pesantren modern yang menawarkan program beasiswa bagi santri-santri yang berprestasi tentu memudahkan mereka yang semangat belajar hingga ke luar negeri.

3. Anak Santri Turut Andil Membangun Masyarakat yang Madani

Advertisement

Membangun budaya masyarakat madani via http://achmadtaher.blogspot.co.id

Masyarakat yang madani tercipta dengan prinsip moralitas yang di junjung tinggi. Tak ayal saat seorang santri baru menyelesaikan sekolahnya, mereka banyak di cari oleh masyarakat setempat, untuk sekedar memberikan ceramah atau bahkan memberikan aspirasinya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Konsep masyarakat madani sendiri adalah konsep yang mengedepankan nilai-nilai sosial, toleran dan aspiratif. Sehingga diharapkan ilmu-ilmu yang dipelajari selama di pesantren bisa diterapkan dengan baik di masyarakat.

4. Anak Santri adalah Pejuang Ilmu yang Sangat Mandiri

Belajar sedari dini via http://www.google.com

Disiplin dan mandiri adalah hal yang tak bisa lepas dari para santri. Mereka sudah di didik sedari dini untuk menjadi manusia-manusia yang mandiri. Mereka sudah terbiasa melakukan apa-apa sendiri, termasuk urusan memasak dan mecuci. Jadwal yang padat membuat mereka sulit untuk bermalas-malasan. Mereka juga berpikir bersantai tanpa melakukan apa-apa hanya akan membuat rugi, itu sebabnya jika memasuki area pesantren jangan heran banyak dari mereka sibuk dan berkutat dengan kitab/bukunya masing-masing, bahkan tak jarang kebiasaan mereka ini terbawa hingga pulang ke rumah loh.

5. Anak Santri adalah Pasangan Ideal Untuk Dinikahi

Calon pasangan ideal via http://www.rumahnikah.com

Seburuk-buruknya orang, dalam hati mereka tetap ingin mendapatkan pasangan yang baik untuk mengarungi hidup bersamanya kelak, khususnya laki-laki. Untuk itu jika memiliki pasangan seorang santri, bersyukurlah. Selain memiliki background agama yang baik, santri wanita juga pandai dalam segala hal. Pandai mengatur segala keperluan mu dan mereka juga patuh pada perintahmu (dalam hal-hal yang baik). Tak perlu diragukan lagi mereka adalah calon istri-istri idaman yang mampu melengkapimu nanti.

Jadi mari kita hilangkan paradgima bahwa santri adalah manusia kolot yang sulit bersosialisi dan hanya mengetahui agama saja. Buktinya keberadaan mereka mampu memperbaiki segala kerusakan moral yang terjadi semasa ini. Santri adalah garda terdepan untuk memperbaiki bangsa untuk lebih beradab lagi.