Dosa apa yang pernah kamu lakukan selama menyandang gelar sebagai murid?

Kalau dipikir-pikir, tentu saja banyak sekali dosanya. Dosa kecil maupun besar, tampaknya tak akan usai ditulis dalam waktu semalam. Sudahlah, mari menyebut dosa yang mudah saja, yaitu makan sembunyi-sembunyi di kelas.

Usai melakukan penelusuran panjang disertai dengan investigasi yang kasuistik, masih menjadi misteri kenapa rasa aneka jajanan itu kian nikmat saja kalau disantap secara sembunyi-sembunyi bersama teman sebangku. Di antara sekian banyak jajanan yang pernah kamu cicipi, 7 jajanan berikut ini adalah yang paling fenomenal:

 

1. Es Teh Manis Dalam Kantong Plastik

Begitu es teh manis mengalir di kerongkongan, nikmat dari Tuhan tak lagi dapat kau tampik.

Begitu es teh manis mengalir di kerongkongan, nikmat dari Tuhan tak lagi dapat kau tampik. via http://Chrisbeatcancer.com

“Ko, es teh manisnya satu, ko !”

“Satu, ya. Pake plastik gak, dek?”

“Gak usah, nih langsung tuangin ke tangan aja.”

Jajanan yang ada di daftar pertama ini begitu spektakuler. Murid mana sih yang tak pernah menyeruput segarnya sekantung es teh manis.

Ada perbedaan prinsip antara penjual es teh manis. Abang penjual dengan gerobak biasanya akan menarik-narik kantong plastiknya supaya panjang dan membentuk lekuk kaki, tangan, atau hidung. Entah apa tujuannya, mungkin saja agar plastiknya kelihatan besar padahal itu cuma tipu muslihat belaka. Sedangkan engko penjual menyajikan es teh manis seadanya saja terbungkus kantong plastik bening yang penyajiannya tak ada menarik-menariknya.

2. Permen Atau Cokelat Butiran

Warna-warni menawan menggoda iman kala kegiatan belajar mengajar

Warna-warni menawan menggoda iman kala kegiatan belajar mengajar via http://Recipegirl.com

Walau rasanya tak semenarik rasa jajanan lainnya, permen atau cokelat butiran jadi primadona sebagai “obat anti ngantuk” di kelas. Bentuknya yang praktis, ergonomis, mudah digenggam, dan rasa yang spesial membuat kamu sering membawanya ke kelas. Mau yang rasa buah segar atau rasa cokelat, sebungkus dua bungkus harus dibawa di saku seragam.

Disembunyikan di laci meja atau dibalik buku kimia, kesan pertama permen dan coklat begitu menggoda!

3. Aneka Gorengan Hangat Di Kantong Kresek

Kalau bukan PR yang belum selesai, pasti sekantong gorengan yang jadi rebutan.

Kalau bukan PR yang belum selesai, pasti sekantong gorengan yang jadi rebutan. via http://Boomee.co

“Bang, bakwannya 4 ya. Gak pake lama dong!”

“Bentar neng, bakwannya belom mateng, masih digoreng.”

“Ah mentah juga enak, kok. Cepetan udah mau bel masuk!”

Teman sekelas langsung hening seribu bahasa ketika hidungnya mendeteksi aroma bakwan hangat yang baru masuk ke kelas. Bakwan dan teman-teman satu kastanya seperti pisang goreng, cireng, tempe, tahu, dan ubi adalah sahabat setia di sela-sela waktu belajar. Kamu tak perlu repot membeli lipstik glossy karena bibirmu mengkilap alami kalau sudah menyantap gorengan. 

Ternyata cantik dengan bibir yang shiny menggairahkan itu tak harus mahal ya?

4. Ceria Bersama Popcorn Warna-warni

Sejatinya yang murah dan isinya banyaklah yang mengundang selera

Sejatinya yang murah dan isinya banyaklah yang mengundang selera via http://Mesinpopcorn.wordpress.com

Abang penjual popcorn warna-warni di depan sekolah selalu berhasil menarik perhatian murid-murid. Bukan karena tampang yang rupawan ala boyband Korea, melainkan karena dagangannya yang selalu disuka.

Popcorn warna-warni itu harganya terjangkau. Dulu sih dengan seribu rupiah, sekarung popcorn siap diamankan menuju ke kelas. Mengulum manisnya popcorn di dalam mulut sambil menatap takzim ke arah guru yang sedang menjelaskan, ah itu mungkin salah satu dosa termanis selama menjadi seorang murid.

5. Mie Kering atau Makaroni

Dulu tak begini kemasannya, tetapi ya kurang lebih serupa.

Dulu tak begini kemasannya, tetapi ya kurang lebih serupa. via http://Tokopedia.com

Dua makanan ringan ini memiliki karakteristik yang hampir sama, yaitu rasa asin yang begitu hebatnya. Kalau makaroni memang sudah dijual dalam kondisi asin dan pedas, mie kering itu biasanya memiliki bumbu yang terpisah di bagian dalam kemasan.

Entah lapar, rakus atau memang suka, murid-murid cenderung sering memakan mienya dulu sebelum menutup ritual santap menyantap dengan mengemut sebungkus bumbu yang kaya akan bumbu penyedap. Bumbu yang asinnya luar biasa itu tak lagi terasa nikmat kala sakit sariawan membatasi bibirmu untuk memakannya. Tuh kan sariawan, kualat sih kamu!

6. Batagor, Siomay dan Kawan Sebangsanya

Sesungguhnya murid adalah pecinta kepraktisan garis keras

Sesungguhnya murid adalah pecinta kepraktisan garis keras via http://Baltyra.com

Penyajiannya yang dengan bumbu kacang yang pekat tak membuat murid-murid mengurungkan niat menyimpan batagor, siomay atau jajanan berbumbu kacang lainnya saat berada di kelas. Saat guru sedang sibuk menulis di papan tulis, sebungkus batagor hangat siap memanjakan lidahmu.

Hanya butuh satu tarikan gigimu untuk memasukkan si hangat batagor beserta bumbu kacangnya ke dalam mulut. Wah, sensasi gurih dan pedasnya bikin kamu jadi tak mudah mengantuk walau teman-temanmu sudah mulai melenggut dan tumbang satu per satu.

7. Martabak Telur yang Bentuknya Bulat

Kamu mendapatkan keterampilan memasakmu dari abang tukang martabak telur.

Kamu mendapatkan keterampilan memasakmu dari abang tukang martabak telur. via http://Article.wn.com

Akan jadi kepuasan tersendiri kalau kamu bisa memasak dan membolak-balikkan sendiri martabak telur yang kamu pesan. Telur yang dikocok dan sudah diberi bumbu serta daun bawang dituangkan pada loyang berbentuk bulatan-bulatan kecil dengan diameter kurang lebih 4 cm.

Hati ini riang tak terkira waktu mengambil seporsi martabak telur bulat yang dibungkus dengan lipatan kertas nasi yang dibentuk jadi wadah. Sayangnya, sekarang harga telur bertambah mahal sehingga jajanan ini mulai jarang ditemui di sekolah-sekolah. 

8. Jawara Kelas Berat: Nasi Uduk-Nasi Goreng

Tampilannya memang amburadul, tetapi ia berhasil membungkam teriakan dari perutmu

Tampilannya memang amburadul, tetapi ia berhasil membungkam teriakan dari perutmu via http://Twicsy.com

Ketika perut yang keroncongan mulai berbisik padamu untuk minta makan, maka nasi goreng atau nasi uduk yang dibeli di kantin sekolah adalah sebuah solusi yang tepat. Suapan demi suapan kamu sembunyikan dibalik buku pelajaran ketika sedang belajar di kelas.

Rasa nasi uduk atau nasi goreng itu sebenarnya semenjana saja, akan tetapi kandungan karbohidrat, lemak, dan proteinnya terbilang cukuplah untuk perutmu yang bak tempat budidaya naga.

 

Sekarang setelah kamu bekerja dan punya penghasilan sendiri, kamu bisa membeli kue atau jajanan apapun yang kamu mau. Semahal apapun, senikmat apapun, asalkan sesuai dengan seleramu. Tetapi kegembiraan ketika menyantap jajanan sederhana bersama sahabat di kelas akan jadi tabungan cerita yang membuatmu tersenyum simpul hari ini. Ya, hari ini setelah kamu membaca artikel Hipwee yang satu ini.

Ini saatnya kamu bersyukur karena bisa mencoba banyak jajanan waktu kecil. Sebab jauh di belahan bumi lainnya, masih banyak anak-anak yang masa kecilnya tak seberuntung kamu. Jangankan berpikir mau jajan apa hari ini, untuk menyambung hidup pun mereka harus memutar otak mati-matian. So, jangan hanya memanfaatkan uangmu untuk jajan melulu, ya. Karena kelak kamu bisa menggunakannya untuk berbagi berkat dan kebahagiaan kecil dengan orang lain di sekitarmu.