Di dunia ini siapa yang tidak pernah bersedih? Dari usia kanak-kanak hingga usia senja, semua orang pernah tidak bisa menghindari diri mereka dari kesedihan. Dari masalah sepele hingga kesulitan akan himpitan hidup membuat orang tidak mampu terhindar dari perasaan bersedih. Lalu perlukan kita bersedih? Atau bisakah kita menghindari sedih?

1. Kesedihan adalah Teman Akrab Kecemasan.

kesedihan-kecemasan via https://encrypted-tbn1.gstatic.com

Adapun perbedaan antara keduanya adalah manakala suatu hal yang tidak disukai hati itu berkaitan dengan hal-hal yang belum terjadi, ia akan membuahkan kecemasan. Sedangkan bila berkaitan dengan persoalan masa lalu, maka ia akan membuahkan kesedihan. Dan persamaannya, keduanya sama-sama dapat melemahkan semangat dan kehendak hati untuk berbuat suatu kebaikan.

Dr. Alexis Carlyle pemenang hadiah Nobel dalam bidang kedokteran mengatakan “para pekerja yang tidak tahu bagaimana menghadapi kesedihan akan mati lebih cepat.” Kesedihan mampu menghalau kita kepada penyakit-penyakit lain, misalnya lebih mendalam lagi adalah depresi.

2. Bisa menghancurkan tubuh dan otak dengan kegelisahan, frustasi, kedengkian, dendam, pemberontakan dan rasa takut

Advertisement

Dr. Karl Maninger adalah seorang spesialis penyakit jiwa dari Mayo penulis buku berjudul Man Againts Himself melaporkan bahwa “kita sendiri bisa menghancurkan tubuh dan otak kita dengan kegelisahan, frustasi, kedengkian, dendam, pemberontakan dan rasa takut.” Pendapat lain dilontarkan oleh Dr. William Mark Gaugil dalam sebuah pidato ilmiah didiepan Persatuan Dokter Gigi Amerika, beliau mengatakan “perasaan yang tidak bahagia, seperti cemas dan takut sangat mungkin untuk memberikan dampak terhadap distribusi kalsium di dalam tubuh dan, selanjutnya akan mengakibatkan kerusakan pada gigi.”

Dr. Russell Cecil dari Fakultas Kedokteran Universitas Cornell menyebutkan adanya empat sebab utama yang membuat goyahnya persendian:

Hancurnya rumah tangga

Bencana yang bersifat materi dan kesedihan

Kesendirian dan kecemasan

Perasaan terhina dan dendam kesumat.

3. Dan Janganlah Kamu Bersedih

anak-anak-ceria via http://www.suara-islam.com

Bersedih itu sangat dilarang, ini ditegaskan dalam firman Allah dalam Suar Al-Imran ayat 139 yang maknanya “dan janganlah kamu bersikap lemah, dan jangan (pula) bersedih hati.

Bersedih hanya akan memadamkan api semangat, meredakan tekad dan membekukan jiwa. Dan kesedihan itu ibarat penyait demam yang membuat tubuh menjadi lemas tak berdaya. Mengapa demikian? Tak lain karena kesedihan hanya memiliki daya yang menghentikan dan bukan menggerakkan. Dan itu artinya tidak bermanfaat sama sekali bagi hati.

4. Membuat Hidup Jadi Keruh

manusia-kayu-bercermin via http://statis.dakwatuna.com

Ia ibarat racun berbisa bagi jiwa yang dapat menyebabkannya lemah semangat, krisis gairah, dan galau dalam menghadapi hidup ini. Dan itu, akan berujung pada ketidakacuhan diri pada kebaikan, ketidakpedulian pada kebajikan, kehilangan semangat untuk meraih kebahagiaan, dan kemudian akan berakhir pada pesimisme dan kebinasaan yang tiada tara.

5. Pikirkanlah Bahwa Hari Ini Tidak Akan Muncul Kembali

Masihkan Anda ingin kesedihan menghampiri Anda? Atau Anda telah sadar bahwa selama ini Anda justru memanjakan perasaan sedih terlalu lama bernaung dalam diri Anda?

Ketika Anda sedang dilanda kesedihan, ingatlah penyair asal italia Dante yang berkata “pikirkanlah bahwa hari ini tidak akan pernah muncul kembali.”