Pernahkah kamu melihat janur kuning? Pasti pernah, apalagi jika kamu sering menghadiri resepsi pernikahan. Yap, janur kuning identik dengan pernikahan. Dan, siapapun yang melihat janur kuning, pasti langsung mengerti apa maksudnya. Dan yang biasanya kita temui, akan terlihat rona kebahagiaan di sana.

Berbeda halnya jika kita mendapati bendera kuning. Apa yang ada di benak kita? Kebanyakan pastilah kesedihan yang mendera. Ya, karena bendera kuning identik dengan adanya kematian seseorang.

Namun, saya tak tahu pasti, siapakah yang membuat symbol-simbol atau tanda-tanda seperti itu, tapi kita patut berterimakasih, karena ada suatu hal yang perlu kita renungi dan dijadikan pelajaran. Bukan karena warnanya sama-sama kuning, tapi ada yang lebih dari itu, ada persamaan yang patut menjadi renungan kita bersama di balik kedua simbol tersebut.

Konon, tradisi bendera kuning sendiri sudah ada pada zaman penjajahan Belanda. Warga saat itu banyak yang terkena penyakit menular, dan untuk menandai bahwa penghuni rumah terkena penyakit tersebut, maka dipasanglah bendera kuning di depan rumah warga. Bendera kuning pun berkembang menjadi penanda adanya kematian, karena banyak pasien yang tidak tertolong atau meninggal dunia.

Sedangkan makna simbolis yang terkandung dalam janur kuning melengkung di pintu gerbang berasal dari kata Janur, dari kiratha basa Jawa (Othak-athik mathuk), sejane neng nur (arahnya menggapai nur = cahaya Ilahi). Sedang kata kuning bermakna sabda dadi, semua perkataan bakal terwujud (kun fayaku-Nya Allah SWT) yang dihasilkan dari hati atau jiwa yang bening.

Dengan demikian, janur kuning mengisyaratkan cita-cita mulia dan tinggi untuk menggapai cahaya Ilahi dengan dibarengi hati yang bening. Nampak betapa tingginya filosofi janur kuning dalam prosesi pernikahan, yaitu disimbolkan harapannya untuk menggapai ridho Illahi dengan ketetapan Allah SWT melalui jasmani rohani yang bersih pada pelaksanaan hajatnya. Harapan yang baik pada acara yang baik itulah esensi sesungguhnya yang ada pada janur kuning. 

Dari uraian di atas, tampak jelas sekali perbedaan antara janur kuning dan bendera kuning. Lalu, apa sebenarnya persamaan antara keduanya?

1. Janur kuning dan bendera kuning merupakan tanda kehidupan

Janur kuning merupakan tanda awal adanya kehidupan, yaitu kehidupan baru bagi sepasang pengantin dalam mengarungi bahtera rumah tangganya dan sebagai tanda awal akan adanya kehidupan pada generasi selanjutnya. Sedangkan bendera kuning merupakan tanda awal adanya kehidupan, yaitu kehidupan yang lebih abadi setelah bertemu adanya kematian. Kehidupan kekal sebagai bentuk akhir pertanggungjawaban kita sebagai manusia selama hidup di dunia.

2. Janur kuning dan bendera kuning merupakan tanda kematian

Mengapa janur kuning adalah tanda kematian? Karena bagi setiap orang yang sedang patah hatinya menyaksikan pujaan hatinya bersanding dengan orang lain, janur kuning ini ibarat bendera kuning yang menjadi tanda awal adanya kematian. Kematian hati dan jiwanya, gambaran luka hatinya, karena gagal mempersunting tambatan hatinya.

Advertisement

Sedangkan bendera kuning memang sudahlah jelas menjadi awal tanda kematian seseorang dari kehidupan dunia. Tanda terputusnya semua kehidupan yang sudah dijalani selama di dunia.

3. Janur kuning dan bendera kuning merupakan tanda pengubahan status

Janur kuning akan mengubah status seseorang, dari yang awalnya "single" menjadi "double", sedangkan bendera kuning mengubah status fulan menjadi almarhum/almarhumah fulan bin fulan.

4. Janur kuning dan bendera kuning merupakan rahasia Ilahi

Inilah persamaan keduanya. Bendera kuning dan janur kuning meruapakan rahasia ilahi. Entah janur kuning ataupun bendera kuning dulu yang akan berkibar di depan rumah kita, kita harus sama-sama adil dalam mempersiapkan kedatangannya. Karena kematian dan pernikahan adalah suatu misteri kehidupan yang mungkin akan datang saling mendahului. Jika dalam mempersiapkan pernikahan saja kita butuh waktu berbulan-bulan, begitupun dalam mempersiapkan kematian, persiapan yang harus dilakukan harus lebih matang dari sekedar pesta pernikahan.

5. Janur kuning dan bendera kuning menggambarkan kesedihan dan kebahagiaan

Janur kuning menggambarkan kesedihan? Kok bisa? Ya, tentu bisa. Kesedihan ini lagi-lagi dirasakan oleh sang mantan kekasih yang masih berharap bisa kembali bersatu dengan orang yang dicintainya. Kesedihan ini juga biasanya dialami oleh orangtua ataupun mempelai yang harus berpisah dari orangtuanya, karena tanggungjawab orangtua saat ini sudah berpindah kepada mempelai pria. Dan karena sang mempelai harus mampu mengarungi kehidupan yang jauh lebih mandiri tanpa ada banyak keterlibatan orangtua. Kebahagiaan juga tentu saja dirasakan oleh sepasang pengantin yang menikah karena saling mencintai satu sama lain.

Bendera kuning menggambarkan kebahagiaan? Kok bisa? Tentu bisa. Hal ini akan dirasakan oleh orang yang meninggal dalam keadaan benar-benar rindu bertemu Tuhannya, sehingga ia pun merasa bahagia, karena tanggungjawabnya di dunia susah berakhir, dan akan mendapatkan balasan yang lebih baik dari Tuhannya, sesuai amal perbuatannya. Sedangkan kesedihan akan adanya bendera kuning sendiri biasanya dialami oleh keluarga atau orang-orang terdekat yang ditinggalkan.