Ketika kita beranjak dewasa, pergi dari rumah untuk merantau adalah tindakan yang tepat. Saat itulah kita mulai belajar untuk hidup mandiri. Mengahadapi semua permasalahan hidup yang ada dengan cara kita sendiri, tanpa ada campur tangan kedua orang tua. Begitu tiba waktunya, ada saatnya kita menikah kemudian membawa/dibawa pasangan kita untuk berjuang bersama di tanah perantauan. Berat tentunya, tapi berjuang bersama orang yang kita cintai ini tentu memiliki kenikmatan tersendiri.

Seiring berjalannya waktu, akan hadir seorang anak yang akan ikut meramaikan perjuangan kita. Bayi kecil yang tingkahnya terkadang membuat kita tertawa, heran bahkan terkadang jengkel. Yang paling disibukkan dari kehadiran si kecil ini tentu saja sang ibu. Yah, kalian mamah-mamah muda yang jauh dari orang tua, pasti akan merasakan suka-duka berikut ini ketika mengurus si kecil.

 

1. Pasca melahirkan, bukannya bisa istirahat kamu justru akan sering begadang

begadang sampai ketiduran

begadang sampai ketiduran via https://gozzip.id

Bayi yang baru dilahirkan jelas perlu waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Hal ini membuat siklus tidurnya jadi tidak menentu. Terkadang siang tidurnya lama, malam justru baru tidur saat dini hari. Otomatis kamu pun harus mengikuti pola tidurnya yang belum teratur itu. Masalahnya adalah, ketika siang hari saat si kecil tidur, kamu justru tidak bisa ikut istirahat karena banyak pekerjaan rumah yang harus kamu selesaikan seperti mencuci, memasak, atau menyetrika. Kebayang kan betapa lelahnya?

2. Kebingungan saat anak panas habis imunisasi

imunisasi bayi

imunisasi bayi via http://www.parenting.co.id

Meskipun anak menjadi panas setelah mendapat imunisasi itu hal yang wajar, tapi tetap saja kepanikan akan melanda. Kamu pasti bingung mau diapakan saat si kecil mendadak panasnya tinggi. Belum lagi tangisannya yang gak berhenti-berhenti meski telah kamu gendong. Bisa jadi malam itu kamu tidak bisa tidur sama sekali karena stress mikirin anak. Kalau saja kamu satu rumah dengan orang tua, si nenek pasti akan dengan senang hati menggendong cucunya lalu membiarkanmu untuk beristirahat.

3. MPASI tak semudah yang dibayangkan, kamu akan stress kalau si kecil susah makan

Setelah si kecil berusia 6 bulan, maka sudah waktunya untuk memberikan makanan pendamping asi. Tidak semua jenis makanan bisa kamu berikan kepada si kecil. Ada takaran tertentu yang harus dipenuhi agar mendapatkan hasil yang optimal dalam tumbuh kembangnya anak kamu nanti. Kamu pun akan sedikit ribet dalam menyiapkan makanannya. Mulai dari memilih jenis makanan, memasak sampai menyuapinya. Dan saat yang paling susah adalah ketika mulai menyuapi. Tidak semua bayi langsung suka dan cocok dengan apa yang kamu sajikan. Kalau merasa tidak cocok atau sedang tidak nafsu, maka si kecil akan melakukan GTM (gerakan tutup mulut). Saat itulah kesabaran kamu sebagai mamah muda benar-benar akan diuji.

4. Kamu harus belajar ilmu "parenting" secara otodidak

mengajari anak

mengajari anak via http://i.huffpost.com

Seiring berjalannya waktu si kecil pun akan terus tumbuh. Golden age-nya adalah sebelum usianya 5 tahun. Saat yang tepat untuk menanamkan banyak hal baru dan positif. Banyak nilai yang mulai bisa kamu tanamkan pada saat itu. Mulai dari hal sederhana seperti duduk saat makan sampai kebiasaan jangan pelit dengan teman. Segala macam pelajaran parenting itu harus kamu kuasai, untuk memastikan agar anakmu kelak menjadi orang yang baik dan berguna. Sangat banyak yang harus kamu ketahui untuk memperlakukan anak dengan tepat. Kamu harus rajin membaca dan bertanya kepada mereka yang lebih dulu punya anak. 

5. Meski serba repot, tapi kamu punya "kemerdekaan" dalam mengurus anak

diajari orang tua

diajari orang tua via http://assets.kompasiana.com

Mengurus anak pertama di tanah perantauan tanpa adanya orang tua memang melelahkan. Hanya suami saja satu-satunya sandaran untuk berbagi dan berkeluh kesah. Namun tentu ada sisi baiknya juga kamu berada jauh dari orang tua ataupun mertua. Yah, keuntungan itu adalah kemerdekaan sebebas-bebasnya dalam cara kamu merawat anak. Kamu akan terlepas dari berbagai omelan kalau salah saat memandikan anak. Kamu tidak akan dimarahi saa ketahuan memarahi anakmu, kamupun tidak akan ditur harus begini-begitu saat anak lagi sakit atau tidak mau makan. Intinya mau kamu bentuk menjadi seperti apa anakmu nanti, kamu bebas melakukannya tanpa ada perasaan takut untuk dikomentari. 

Memang masih ada kemungkinan kamu dikomentari saat telepon atau video call dengan orang tua/mertua. Tapi setidaknya rasanya akan berbeda kalau mereka menegur langsung didepanmu. Kamu yang baru memulai masa-masa awal sebagai mamah muda, yang sabar yaa. Nikmati setiap momentnya. Sebab menjadi mamah muda itu tidak lama. Hanya beberapa tahun saja. Karena setelah usiamu memasuki 30an, kamu akan disebut "ibu-ibu", bukan "mamah muda" lagi.