Apa kau baru saja merasakan hal yang banyak orang sebut dengan patah hati? Apakah itu membuatmu kacau? Menjadi malas untuk melakukan apapun, ingin sendiri saja mengurung diri di dalam kamar, ingin lebih banyak tidur, menangis sesenggukan sepanjang malam.

Apakah karena dia yang kau cintai tidak membalas cintamu? Apakah orang yang sangat kau inginkan bersamamu ternyata memilih bersama orang lain? Atau kau ditolak saat membuat pengakuan? Atau bahkan ditolak sebelum membuat pengakuan?

Semua ini tidak akan mudah dilewati tentu saja,

Tetapi daripada sekedar melakukan penyesalan diri dan sedih berlarut-larut ada  beberapa hal yang bisa coba kita lakukan 

 

1. Tata Kembali Hatimu

Menata Hati

Menata Hati via https://www.google.co.id

Tentu saja cinta yang tak berbalas akan membuat hatimu terasa sakit. Tetapi ingatlah, itu bukan kiamat dan akhir dari dunia.

Menangislah sepuasmu jika memang ingin menangis. Menangislah sampai matamu membengkak, sampai kantung matamu menghitam. Menangislah sembari merasakan setiap detail sakit yang terasa.

Marahlah jika memang kau ingin marah. Meskipun terkadang kau tidak tahu harus marah atas hal apa. Meskipun kau merasa sebenarnya tidak ada yang benar-benar bersalah.

Namun ingatlah, hati yang berantakan tetap saja harus ditata kembali. Tetap saja harus dibersihkan dan dirapihkan. Agar engkau siap menyambut kedatangan orang yang lebih baik di masa depan nanti.

2. Tetap Berharap

menggantungkan berharap

menggantungkan berharap via https://www.google.co.id

Mungkin bagi orang yang tidak sedang mengalami patah hati akan terasa berlebihan jika sampai merasa tidak memiliki harapan lagi setelah cintanya tidak berbalas. Tetapi sungguh, bagi orang-orang yang merasakannya tidak mustahil hal seperti ini terjadi.

Jika memang masih berada seperti tidak ada harapan lagi. Seperti tidak ingin lagi merasakan jatuh cinta, kau bisa meratapinya selama beberapa saat.

Tapi tetap ingatlah kau berhak kembali berharap. Kau tetap harus menggantungkan harapanmu. Untuk kembali jatuh cinta lagi. Untuk kembali tersenyum bahagia karena bisa menaruh hatimu pada orang yang baru.

Ingatlah bahwa kau tetap memiliki Tuhan untuk berharap. Tuhan yang telah menciptakan pasangan untukmu yang meskipun ia tidak tercipta untukmu saat ini, akan ada waktu sempurna saat Tuhan mempertemukanmu dengannya.

3. Sibukkanlah Dirimu

Menyibukkan diri

Menyibukkan diri via https://www.google.co.id

Merasa kacau, kehilangan semangat, malas melakukan apapun. Tentu saja kau akan mengalaminya selama beberapa waktu. Tetapi, berapa lama kau butuh waktu untuk seperti itu? Satu minggu? Dua minggu? Atau satu bulan? Okay, then take your time.

Tetap saja setelah  itu kau harus kembali bangkit. Rasa sakit karena patah hati tidak akan hilang begitu saja hanya dengan diam, mengurung diri, bermalas-malasan. Sibukkanlah dengan banyak beraktivitas. Merapihkan kamar, membersihkan rumah, mencuci baju, berolah raga, mengerjakan tugas kampus atau kantor.

Semua hal yang bisa kau lakukan, lakukanlah. Dengan menyibukkan diri, akan sedikit membuat lupa dengan rasa sakit yang kau alami. Sibukkanlah dirimu dengan hal-hal positif agar tidak ada celah sedikitpun bagi pikiran-pikiran negatif yang bisa merusak diri.

4. Keluarlah dan Bermain dengan Sahabatmu

Orang yang akhir-akhir menjadi sangat kau cintai dan ingin kau miliki itu bukan satu-satunya yang kau punya. Kau masih memiliki teman dan sahabat, yang tentu saja mereka akan selalu dengan senang hati membantumu melalui kesulitanmu.

Keluarlah dari kamarmu. Pergilah dengan sahabat-sahabat baikmu. Jalan-jalan, makan bersama, berkaraoke.

Bercanda riang meskipun rasanya tertawa menjadi hal yang sangat sulit saat ini. Bahkan mungkin rasanya otot-otot wajahmu terasa kaku ketika dipaksa untuk tertawa.

Setidaknya bersama-sama dengan sahabatmu akan membuatmu menyadari bahwa hidupmu tidak berhenti hanya karena kau patah hati. Kau masih memiliki suatu hal berharga yang orang biasa menyebutnya dengan sahabat.

5. Masih Banyak yang Menyayangimu

Family loves you

Family loves you via https://www.google.co.id

Percayalah. Bahwa meskipun cintamu tidak berbalas, bukan berarti kau tidak memiliki cinta sama sekali. Lihatlah keluarga yang ada bersamamu. Mereka  yang selalu mencurahkan sebagian besar rasa sayangnya untukmu bahkan sedari hari pertama kau di lahirkan. Kenapa masih harus merasa kurang?

Lalu apakah adil untuk mereka yang sangat menyayangimu jika kau masih saja terus mengurung diri dan bersedih? Menjadi pesimis dan tidak lagi bersemangat karena merasa patah hati? Sedangkan kau harus tetap hidup dan berbahagia untuk dapat menerima kasih sayang mereka. Banyak-banyaklah melewati hari-hari dengan mereka.

Seperti halnya sahabat keluarga juga bisa selalu menjadi penghibur.

6. Berdoalah Untuk yang Kau Cintai

Jika kau sudah selesai dengan segala rasa sedih dan kesalmu maka belajarlah cara mencintai yang sesungguhnya. Bahwa mencintai adalah mencintai. Sedangkan mengharapkan balasan itu bukanlah yang disebut dengan cinta, melainkan itu hanyalah egoisme.

Mencintai adalah keikhlasan untuk memberi. Memberikan seluruh rasa sayang, perhatian, bantuan dengan segala ketulusan. Mencintailah tanpa merasa terbebani. Mencintailah tanpa merasa kau sudah terlalu banyak berkorban.

Dan kebahagiaan orang yang mencintai adalah melihat orang yang dicintai bahagia. Maka bersama dengan setiap munajat yang kau panjatkan selipkanlah doa untuk orang yang kau cintai.

Pada akhirnya, jika memang Tuhan mengingikan kau dengannya tidak akan ada satupun hal di dunia ini yang bisa mencegah hal itu untuk terjadi. Pada akhirnya dia akan menjadi milikmu di waktu yang tepat sesuai dengan skenario Tuhan.

Namun jika memang skenario terburuknya ia tidak akan menjadi milikmu maka dengan doa-doa yang kau panjatkan, ia akan berbahagia. Karena seharusnya kebahagiaan orang yang mencintai tidak lain adalah ketika yang ia cintai berbahagia.

Dan tentu saja untukmu, Tuhan akan mengirim pasangan yang juga akan membuatmu sempurna merasakan kebahagiaan. Yang mungkin tanpa kau ketahui ia senantiasa menyebutmu dan doa-doanya. 

Maka wahai para pemilik hati yang sedang patah karena cinta tak berbalas, kau berhak untuk menikmati segala rasa sakit dan kesal yang kau rasakan. Habiskan waktumu untuk menangis tersedu-sedu di malam hari. Mengutuk karena kesal dan marah.

Tetapi tetap saja kau harus tetap melanjutkan harimu. Kau juga harus tetap belajar cara mencintai  yang sesungguhnya.