Dalam kehidupan sehari–hari, pasti kalian akan menemui yang namanya suatu gangguan pada mata entah itu pada diri kalian sendiri maupun teman kalian yang mengalaminya. Gangguan kesehatan pada mata ada bermacam–macam jenisnya. Mulai dari gangguan mata seperti rabun, iritasi mata, mata merah, mata berair dan salah satu gangguan mata yang malah dianggap lucu bagi orang yang melihatnya ini dinamakan penyakit mata blepharitis atau di Indonesia sering disebut dengan "timbilan" atau bintitan.

Bintitan adalah suatu gangguan pada mata yang nampak seperti ada benjolan lunak atau sedikit seperti memar memerah pada bagian pinggiran kelopak mata manusia. Sudah terlanjur dan merupakan salah satu kebiasaan masyarakat kita memberikan sebutan atau julukan pada sesuatu yang aneh atau tidak pada umumnya.

Bintitan pun sering dikaitkan dengan perilaku orang yang sering mengintip atau member sesuatu tapi ia memintanya kembali pada orang yang bersangkutan.

Mungkin persepsi seperti itu hanya bermaksud untuk menghibur saja dan tidak bermaksud serius. Namun jangan takut, penyakit mata blepharitis pada mata bukanlah penyakit berat jika kita membiasakan pola hidup yang bersih dan sehat. Semua bisa dicegah jika kita membiasakannya sejak awal dan mengetahui penyebabnya serta dengan penanganan yang tepat. Gejalanya yang dirasakan biasanya seperti panas dan gatal pada area yang terkena blepharitis.

Berikut penjelasan penyebab penyakit mata blepharitis atau bintitan agar kalian tidak lagi takut terkena penyakit ini!

1. Terbiasa terpapar debu membuat partikel mikro bakteri stafilokokus menempel, lalu menimbulkan kelopak mata lebih besar

Tingginya intensitas debu polusi di jalanan sangat tidak baik bagi matamu. Selain bisa menyebabkan iritasi mata, mata merah, dan lebih parahnya katarak, debu dari polusi juga bisa menyebabkan timbilan pada mata. Hal ini karena partikel mikro bakteri stafilokokus atau bakteri yang tidak kasat mata menempel pada mata kita dan tidak segera dibersihkan. Akibatnya kulit kelopak mata yang sensitif menampakkan benjolan merah tersebut yang diakibatkan bakteri.

Jadi sebaiknya jika memang sedang berkendara minimal tutuplah kaca helm-mu atau memakai kaca mata untuk melindungi mata kalian dari paparan debu secara langsung.

2. Keseharianmu yang selalu berada di dalam ruangan berkelembaban tinggi

higrometer via https://www.pexels.com

Di dalam ruangan yang lembab, pastinya tidak terdapat udara yang bersih di dalamnya. Hal inin disebabkan tidak adanya sirkulasi atau pergantian udara dari dalam dan keluar ruangan secara teratur. Jika kalian terbiasa di dalam ruangan yang lembab, hal ini juga dapat memicu perkembangan bakteri dalam ruangan yang tidak bisa kalian lihat dengan mata.

Advertisement

Selain cairan lubrikasi mata pada suhu lembab akan lebih tinggi, dan jika itu tercampur dengan keringat dan bakteri di dalam ruangan tersebut dan mengenai kelopak sekitar mata, maka bisa menyebabkan blepharitis atau timbilan

3. Sering mengucek mata? Coba perhatikan dulu, tanganmu bersih nggak?

Terkadang kita tidak sadar ketika setelah memegang sesuatu entah itu makanan, benda, atau tetesan air minuman, kita tidak segera mencuci tangan kita. Jari–jari tangan adalah salah satu bagian tubuh yang paling aktif bergerak. Tanpa sadar tangan kita yang tidak higienis, kita gunakan untuk memegan area sekitar amat, ataupun mengelap keringat langsung di area sekitar pelipis dan mata.

Hal ini membuat berbagai bakteri mikro tercampur di tangan kita dan mengenai bagian sekitar mata yang sensitif.

4. Bagaimana dengan bantal dan sprei-mu? Sudah steril?

Dirty pillow via https://i.ytimg.com

Pastikan kalian memperhatikan selalu kebersihan alas tidur yang kalian pakai. Karena saat tidur, apalagi saat posisi badan kita miring bagian di sekitar pinggiran mata akan mengenai alas tersebut. Pastikan kalian teratur dalam membersihkan maupun mencucinya. Jika alas tidur kalian seperti bantal dan sprei itu kotor, maka kalian tidak bisa menyalahkan penyakit timbilan menyerang anda karena kelalaian kalian sendiri.

5. Tidak rajin membersihkan benda seperti kacamata, softlens dan kipas angin

dirty glasses via https://c1.staticflickr.com

Bagi pengguna kacamata, kacamata adalah kebutuhan utamanya untuk membantu mereka mendapat penglihatan yang lebih baik. Namun jika kacamata hanya dipakai saja sedang aktifitas sehari-hari juga padat maka kacamata juga bisa memliki banyak bakteri di permukaan bagian-bagiannya.

Itulah kenapa kacamata oleh pihak optik dan dokter mata disarankan untuk dibersihkan setelah seharian dipakai. Terutama pada bagian frame dan lensa pada kacamata itu sendiri. Gunakan pembersih antiseptik pada frame jika perlu dan cairan pembersih khusus yang disarankan pihak optik ataupun dokter spesialis mata untuk lensanya.

Begitu juga dengan kipas angin, bagi kalian yang sering menggunakan kipas angin sebagai penyejuk ruangan kamar kalian, pehatikan juga kebersihannya. Debu akan mengumpul pada kipas angin yang sudah dipakai dalam beberapa waktu. Jika angin dari kipas angin sering terkena daerah muka bukan tidak mungkin debu yang menempel pada kipas akan berpindah ke bagian sekitar mata kalian yang menyebabkan mata bintitan.

Tuh, terbukti 'kan kalau bintitan itu bukan karena hobi ngintip?