Karena untuk membaca buku-buku bermuatan gagasan rekonstruktif karya Rene Dekart atau Imanuel Kant terlalu jelimet dan sepertinya akan menimbulkan gangguan psikis, jalan yang lebih mudah adalah menghafal quotes para filosof atau para motifator.

1. Menjadikan Orang Bodoh Sebagai Pendengar Setianya

smart ass via http://googlee.com

Banyak orang ingin terlihat pintar, tapi tak mau serius belajar, jalan terakhir adalah menghafal quotes tokoh-tokoh dunia, ditambah sedikit bumbu. Dengan itu seseorang bisa muntah-muntah dalam menuangkan ide curiannya yang di Claim sebagai Ide personalnya, karena manusia jenis ini cenderung mencari orang-orang miskin ide untuk menjadi keranjang kata-katanya. Tuhan pun membantu jalan mereka.

2. Idenya Comot Sana Comot Sini

Copy-Paste via http://googlee.com

Belum lagi sedikit opini personal dan penggalan hikmah dari kisah hidupnya, bisa jadi itu juga kisah orang lain yang pernah didengarnya. Orang itu terus berparade aksi intelektual type “Comot sana-comot sini”. Karakter yang terbangun oleh dis-intelektual biasanya lebih mementingkan pujian ketimbang kritikan. Baca di sini tentang motifator modal "enter".

3. Tidak Siap Mendapat Pertanyaan Kritis

Advertisement

mikir keras via http://googlee.com

Kadang setelah dia bicara, sekelibet terpikir pertanyaan tentang “apa maksud quotes barusan?”, karena sudah terlanjur ngoceh dan mendapatkan reaksi yang antusias dari para pendengarnya yang juga sangat minim wawasan, orang itu terus melakukan agresi kalimat yang telah dihapal dalam waktu lama, sekaligus membantu hapalannya agar quotes-quotesnya tidak hilang. Orang sok pintar cenderung represif karena sesungguhnya mereka tidak siap mendapat pertanyaan kritis.

4. Sok Pintar Adalah Reaksi Psikis, Bukan Dorongan Inteleksi

Intelektual via http://googlee.com

Sok pintar adalah reaksi psikis, bukan dorongan inteleksi. Sok pintar mengibaskan poin sistematis, mengurung diri yang nyata dalam kehendak mendominasi, karena yang lebih penting adalah bicaranya, bukan maknanya. Intelektual justru membatasi kata, mengunci perspektif non-sistemik, membagi kelas ide berdasarkan hirarkinya.

5. Orang Sok Pintar Bisa Bertahan Karena Dibantu Relatifitas

Impossible Is Nothing via http://googlee.com

Biar bagaimanapun juga, keberadaan orang-orang sok pintar yang saat ini ramai diminati orang, itu membuktikan bahwa relatifitas memang harga bagi manusia. Tuhan senantiasa memberikan kesempatan bagi siapapun untuk menjadi apapun, siapapun untuk diminati siapapun, apapun untuk menjadi siapapun dan apapun untuk diminati siapapun.

6. Teruslah Sok Pintar Karena Tuhan Maha Adil

punya tempat di dunia ini via http://googlee.com

Teruslah menjadi sok pintar apabila memang itu adalah jalan satu-satunya untuk bisa hidup seperti manusia pada umumnya, teruslah sok pintar apabila memang hanya itu cara untuk anda dianggap bernilai, terulah sok pintar dan yakini bahwa Tuhan maha adil dan orang-orang seperti anda akan terus memiliki tempat di alam yang besar ini.