Jika kamu cinta pada orang tuamu, pasti kamu akan membuat keduanya bahagia. Namun, terkadang kita tidak sadar melukai hati orang tua dengan tingkah yang sebenarnya kamu anggap biasa. Seperti menyanggah nasehatnya bahkan sampai membentaknya.

Oleh sebab itu, perhatikanlah hal-hal berikut jika kamu merasa benar-benar mencintai kedua orang tuamu. Karena sebagai anak yang beranjak dewasa, ada hal yang kita tidak tahu perasaan bahagia seperti apa, senang seperti apa, dan rindu seperti apa yang dirasakan oleh orang tua.

1. Bangun pagi dan do’akan orang tua.

Doa bisa menjadi pelecut motivasi yang luar biasa via http://goo.gl

Jika kamu seorang muslim sudah pasti kamu tahu bahwa shalat subuh itu wajib, bangunlah dan doakan kedua orang tuamu. Ingat bahwa doa adalah suatu hal yang luar biasa, mungkin apa yang ada pada diri kamu sekarang juga karena berkat doa orang tua.

Doa itu tidak terbatas, hidup atau mati semua butuh doa. Bila rindu, salah satu jalannya adalah mencurahkan rindumu pada orang tua dengan doa.

2. Sayangi orang tuamu lebih dari temanmu.

Jangan melupakan teman sejati hanya karena teman baru selalu bermunculan via http://goo.gl

Advertisement

Semua pasti punya teman, tapi terkadang kita lebih rela menuruti perintah teman dibanding melaksanakan perintah orang tua. Pikirankanlah! Itu baru teman, bagimana kalo itu sahabat karib, bagaimana kalau itu pacar, bagaimana nanti kalau itu istri/suami, bisa-bisa nanti kamu lupa orang tuamu.

3. Sahabat terbaik adalah orang tua.

Bagaimanapun keluarga tetaplah keluarga via http://sirnc.org

Pernah dengar kalimat suci ini:

"Seandainya dalam dunia ini tidak ada Tuhan, maka yang paling pantas dan masuk akal disembah adalah orang tua."

Meski kau tak mencurahkannya pada orang tua, mereka akan selalu tahu bagiamana perasaanmu ketika mereka melihat tingkahmu saat itu. Ketika kamu murung sedikit saja, kekhawatiran orang tuamu sudah sangat besar. Saat kamu dalam keadaan banyak pilihan, mintalah selalu saran dari keduanya.

4. Pulanglah jika ada esempatan, meski orang tua tidak meminta.

Kau akan selalu meninggalkan jejak di tempat kau dibesarkan, jejakmu akan membawa rindu via https://goo.gl

Dengan usia yang bisa dibilang tak lagi muda, orang tua dengan perasaan rindu pada anaknya yang tengah merantau mungkin tidak dapat digambarkan dan diungkapkan dengan kata-kata. Bila kau tak terlalu jauh, sempatkanlah untuk selalu menengoknya bila ada kesempatan.

5. Bila pulang, senyumlah dengan senyum paling ikhlas dan bahagia.

Senyuman anak adalah penyulut semangat bagi orang tua via http://goo.gl

Sudah sebulan, setahun atau sudah lama sekali tinggalkan rumah. Dan ketika tiba saatnya kembali.Jika sudah tiba di rumah, semabuk dan selelah apapun kamu dalam perjalan, sesesak apapun kamu dalam mobil tumpangan. Jangan pernah tunjukkan ekspresi lain selain senyum ketika kamu baru tiba di rumah.

Senyummu akan terbalas dengan senyuman yang begitu indah, rasakanlah! Meski terkadang, rasa haru dan rindu orang tua padamu tak mampu terbendung dan seketika tumpah dalam tangisan kala menyambutmu didepan pintu, tetaplah tersenyum sambil berjalan ke arahnya kemudian peluklah.

6. Jangan pernah malu dibilang anak mami.

Kadang hal kecillah yang membuat perasaan bahagia orang tua tidak dapat tergambarkan. via http://www.lifebridgesolutions.com

Meski kamu laki-laki, jangan pernah malu di lihat tetangga di depan teras rumah menyapu dengan sapu lidi, menggantikan ibu mencuci piring, membuatkan kopi untuk ayah. Semua itu adalah kebahagian dan kebanggan tersendiri untuk orang tua.

Saat akan meninggalkan rumah dengan waktu yang lama, tepat saat keduanya mengantarmu sampai di teras rumah, cobalah salam lalu cium tangannya, setelahnya rangkul dan peluklah, sambil perkata: "Ma, pa, aku pamit!" kemudian kembali minta di doakan. Perjalananmu akan tenang.

7. Saat Dinasihati olehnya, cukup bilang: Iya.

Lihatlah umurmu baru berapa dibanding orang tuamu via http://goo.gl

Semua pasti punya salah, termaksud nasehat orang tua. Tapi sesalah-salahnya nasehat orang tua, kamu lebih salah karena melakukan kesalahan ditambah seolah-olah membenarkan kesalahan dengan menolak dinasehati.

Terkadang pula saat di nasihati kita acuh lalu membandingkan-bandingkan sambil mengatakan "daripada begini, daripada begitu". Please deh, Stop it! Cukup bilang iya dan laksanakan jika mampu. Maka saat kamu melaksanakan nasehat baik dari keduanya, kebahagiaan mereka tidak bisa kamu bayangkan.

8. Jika tidak mampu melaksanakan nasihatnya, sampaikanlah dengan cara yang tepat.

Jangan pernah asal bunyi (asbun) terhadap orang tua via http://www.quora.com

Contoh kasus ketika orang tua menyarankan kamu kuliah di jurusan kedokteran, tapi kamu tidak mampu. Cobalah sampaikan dengan sangat halus bahwa kamu tidak mampu akan hal itu; "Aku benar-benar tidak bisa Ma/ Pa".

Lalu cobalah pilih pilihan yang kamu sanggupi, kemudian jika tidak ada, pilihlah yang kamu suka. Ketika kamu tengah menjalaninya, jangan pernah sampaikan keluhmu pada orang tua, cukup ceritakan bagaimana rasanya (yang baik-baik). Orang tua akan tahu bagaimana perasaanmu.

9. Saat menelpon, jangan beritahu sakitmu.

Kabar “dari jauh” munculkan seribu tanda tanya. via https://goo.gl

Sebagai anak, kamu tidak akan pernah tahu betapa besarnya perasaan khawatir orang tua kepadamu. Ketika kamu jauh, dan menyampaikan bahwa kamu sakit, bisa-bisa orang-tuamu yang malah sakit mikirin kamu, apalagi kalo orang tuamu ternyata juga sakit, bisa-bisa sakitnya tambah parah. Cukup minta didoakan agar kamu sehat-sehat saja.

10. Sambunglah silaturahmi dengan sahabat-sahabatnya.

Sebagai anak manusia, rasakan sendiri bagaimana rasanya memiliki sahabat. via http://ketahui.com

Seperti kita, orang tua juga pasti memiliki teman dan sahabat. Selain keluarga, yang patut kamu tahu juga adalah sahabat-sahabat orang tuamu. Ketika kamu punya kesempatan untuk bertemu dengan sahabat orang tuamu, apalagi yang jauh atau yang sudah lama tidak bertemu.

Cobalah sapa dan sampaikan bahwa kau adalah anak dari papa dan mamamu (jika sahabatnya belum tahu). Setelah tiba di rumah, sampaikan pada ibu/ayah bahwa kau pernah bertemu dengan sahabatnya, orang tuamu pasti akan tersenyum.

11. Sesekali ajaklah bercerita tentang perjuangan masa lalunya.

Semua orang punya nostalgia, warnai nostalgia Ayah-Bunda dengan warna bahagia via http://www.ceritamu.com

Kamu akan mendengar kisah luar biasa yang bisa kamu jadikan pelajaran berharga. Kesombonganmu yang melakukan sesuatu karena passion akan tercerahkan dari sosok yang telah begitu banyak mencicipi pahit-manisnya hidup.

Kamu akan sadar betapa masih labilnya kamu, dibanding orang tuamu sekarang yang sudah berumur 50an. Kamu juga mungkin akan terpikir untuk selalu menanyakan pilihanmu pada orang tua.

12. Cinta Itu Buta, Tapi Bisa Melihat di Restu Orang Tua.

Manusia seperti apa yang tidak butuh restu? via http://1cak.com

Untuk kamu para teeneger, orang tuamu tidak melarang kamu pacaran, tapi orang tuamu tidak pernah memaksa kamu pacaran, kalau begitu tidak usah pacaran dulu. Untuk kamu yang coba melepaskan lajangmu, perhatikan betul kata-kata orang tua.

Kadang belum ada restu karena persoalan materi, maka sampaikan baik-baik bahwa rejeki untuk suatu pasangan sudah ada jalannya, sama seperti orang yang menuntut ilmu sudah pasti ada jalan rezkinya. Kadang pula karena persoalan iman dan perilaku, maka yakinkan kedua orang tuamu bahwa calon pasanganmu akan berubah menjadi lebih baik. Ingat, sampaikan dengan cara yang baik.

Lihatlah, orang tuamu mungkin dijodohkan, tapi toh mereka tetap langgeng sampai sekarang. Sedang di lain cerita, ada yang berjuang sampai kawin lari tapi pada akhirnya berpisah/ cerai jua. Maka dari itu hati-hati dengan restu.