Seorang ayah adalah sosok pemimpin dalam sebuah keluarga. Layaknya sebuah kapal, keberadaan Ayah begitu dibutuhkan sebagai seorang nahkoda yang memimpin dan mengarahkan keluarga menuju arah yang lebih baik. Tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh seorang ayah pun tentunya tidaklah mudah. Dia harus menjadi panutan baik yang layak untuk dicontoh bagi seluruh anggota keluarganya.

Sering kali anak mengenal Ayah sebagai sosok yang pendiam, cuek dan egois. Dan terkadang juga ayah menggunakan cara kasar untuk memberikan peringatan dan hukuman karena kesalahan yang dibuat oleh sang anak. Sehingga hubungan antara ayah dan anak seringkali renggang karena hal tersebut, terutama pada anak laki-laki yang notabene memiliki sifat dan karakter yang sama.

Namun ayah juga adalah seorang laki-laki biasa yang memiliki kesulitan untuk mengekspresikan sebuah perasaan kasih sayang pada anaknya sendiri. Peringatan dan larangan yang Ayah berikanpun seringkali di salah mengerti oleh sang anak dan respon seperti “Ayah tidak sayang lagi padaku!!” inipun bukanlah hal yang baru.

Ayah dan ibu tentunya memiliki cara yang berbeda untuk menunjukkan kasih sayang mereka. Namun tidak jarang dari kita “terlambat” untuk menyadari bahwa apa yang dilakukan ayah adalah tanda cinta dan kasih sayangnya pada kita. Bagaimanapun sosok ayah dalam hidup kita, seburuk apapun dirinya pasti dalam hati kecilnya menginginkan yang terbaik dalam keluarganya.

Dan tidak sedikit dari kita telah mengalami kepergian ayah sebelum kita benar-benar membalas budi padanya. “Penyesalan selalu datang terakhir” kalimat inilah yang sering menghantui kawan-kawan kita yang telah ditinggal “pergi jauh” oleh sang ayah karena belum sepenuhnya berbakti pada orang tua. Tulisan ini memberikan kesempatan kepada kita sebagai anak-anak yang telah ditinggal oleh sang Ayah untuk tetap bisa melakukan semua kebaikan kepada ayah, sekalipun kebaikannya tidak akan pernah terbalas.

1. 1. Doa adalah cara terbaik meminta pada Tuhan untuk menjaga Ayah

Ayah dan Putrinya via https://images.pexels.com

Kepergian seorang Ayah tentunya akan begitu membekas bagi kita, entah itu karena kenangan bersamanya ataupun kebaikan yang pernah dia lakukan pada kita anaknya. Memang berat untuk tetap tegar dan merelakan Ayah yang telah lebih dulu pergi meninggalkan kita.

Tapi seandainya kita semua tahu bahwa Tuhan tentu sudah percaya bahwa seorang anak yang telah ditinggal pergi Ayah nya pasti ia telah dididik dengan baik oleh sang Ayah. Sehingga Tuhan yakin betul bahwa kepergian Ayah akan membuat sang Anak menjadi jauh lebih tegar dan lebih dewasa.

Namun kita hanyalah manusia biasa, kesedihan akan mengingat Ayah pasti saja masih sering terlintas. Kawan ingatlah selalu bahwa kita pun berhak meminta pada Tuhan yaitu dengan doa. Doa adalah senjata kita untuk berbicara kepada Tuhan, meminta pada-Nya untuk menjaga Ayah dan terus berharap yang terbaik agar Ayah ditempatkan di surga.

2. 2. Motivasikan diri untuk menjadi lebih baik dari Ayah

Advertisement

Pelukan sang Ayah via https://images.pexels.com

Ayah tentu memiliki kelebihan dan kekurangan dalam dirinya, hal itupun merupakan naluriah manusia. Kelebihan yang Ayah miliki tentunya membuat kita kagum akan keahliannya terutama ketika Ia menunjukkannya dengan bangga. Tapi tahukah kalian bahwa Ayah selalu malu bila anaknya mengetahui kelemahan yang Ia miliki, karena Ayah selalu ingin menjadi “superhero” untuk anaknya.

Semakin kita tumbuh dewasa tentunya kita sudah sadar dan mengerti mana hal yang baik dan yang buruk. Bisa memilah apa yang dilakukan oleh ayah kita layak dicontoh atau harus diperbaiki. Menjadi lebih baik dari ayah tentunya akan membuat dia senang sekalipun ayah sudah tidak ada di sisi kita lagi. Karena kita harus yakin bahwa segala kebaikan yang kita perbuat akan menjadi “tabungan kebaikan” untuk ayah yang telah berada di alam sana.

3. 3. Jadilah pengganti Ayah untuk Menjaga Ibu dan saudara kandungmu, tentunya ini akan membuat Ayah "Tersenyum"

Gandengan Sang Ayah via https://images.pexels.com

Ketika Ayah “pergi jauh” meninggalkan keluarga seringkali Anak laki-laki diharapkan menjadi pengganti ayah untuk menjadi kepala keluarga menggantikan peran ayah. Faktanya tidak sedikit juga kawan-kawan perempuan yang menggantikan peran ayah, entah karena sebagai anak pertama ataupun menjadi satu-satunya anak kesayangan ayah.

Kita semua tentu berharap memiliki keluarga yang lengkap namun Tuhan selalu punya rencana yang jauh lebih baik. Kita mungkin tidak setangguh dan setabah Ayah namun kita juga tentunya mewarisi darahnya maka kita harus yakin juga bahwa menjaga Ibu, kakak dan adik adalah bagian tugas kita sebagai anak.

4. 4. Bukankah Ayah juga seorang manusia? Maafkanlah segala kesalahannya

Kesayangan sang Ayah adalah anaknya via https://images.pexels.com

Sebagai manusia tentunya ayah pun pasti pernah melakukan kesalahan, sayangnya terkadang kesalahan yang Ayah perbuat sering kali menjadi tameng untuk sang Anak ketika melakukan kesalahan dengan berkata “Ayah juga begitu (melakukan kesalahan tersebut)!”. Wajar jika hal tersebut dilakukan saat anak masih kecil karena memang sebagai Ayah perlu mencontohkan hal yang baik pada anaknya.

Mirisnya lagi si anak lebih sering mengungkit-ungkit kesalahan ayah ketimbang kebaikan yang dia berikan pada anaknya. Dan hal inilah yang sering menimbulkan penyesalan ketika ayah sudah tidak ada di sisi sang Anak. Bukankah yang mengajari kita sepeda adalah sang Ayah, menjaga kita agar tidak terjatuh karena belum lancar menggoes sepeda.

Hal kecil tersebut juga adalah bagian dari kebaikan ayah, ingatlah kebaikan yang ayah lakukan pada kita lalu maafkanlah segala kesalahannya. Karena dengan memaafkan bukan hanya hati yang lebih ikhlas namun juga ayah akan lebih tenang di alam sana.

5. 5. Bantu ringankan beban Ayah dengan melunasi hutang dan meminta maaf atas kesalahan yang pernah Ia lakukan

Bercanda ria bersama Ayah via https://images.pexels.com

Banyak juga dari kita tidak begitu tahu apa saja perjuangan yang telah ayah lakukan untuk keluarganya. Dan sering kali ayah meninggalkan beban hutang yang seharusnya menjadi kewajibannya yang baru diketahui saat ayah telah tiada.

Namun percayalah semua yang ayah lakukan berawal dari niat untuk membahagiakan keluarganya. Dengan melunasi hutang tersebut saja bisa membuat beban ayah jauh lebih ringan. Ditambah lagi bila kita mewakili ayah untuk meminta maaf atas kesalahan yang mungkin saja pernah menyakiti hari orang lain itu akan jauh lebih mulia.

Sayangilah kedua orang tua mu selagi mereka masih berada di sisimu, memeluk seribu kali saat orang tua mu ada jauh lebih baik ketimbang memeluk batu nisan mereka.