“Eh rumah kamu mana sih, dari ringroad masih jauh ngga?”

“Dari ringroad masih luruuus terus nanti ketemu pasar masih lurus  5km, setelah ada ladang-ladang sawah, ketemu perempatan, belok kiri, terus belok kanan, habis itu belok kiri lagi”

“ya ampun jauhnyaaa, rumah kamu di kampung banget ya”

Istilah anak kampung, udik, atau bahkan ndeso pasti diakrabi bagi kamu yang tinggal di desa. Kebanyakan orang menganggap kehidupan desa itu primitif, tidak seperti di kota yang sangat familiar dengan perkembangan teknologi. Kamu yang tinggal di desa mungkin sering dianggap anak yang kurang gaul atau ketinggalan jaman. Mungkin hal itu pernah membuatmu merasa minder atau malu. Namun kamu tahu, tidak selamanya desa menjadi kehidupan yang berkesan lebih buruk dibanding kehidupan di kota. Ada beberapa hal yang sangat jarang didapatkan di kota. 

Berikut ini kebaikan-kebaikan yang bisa kamu rasakan karena tinggal di desa, yang mungkin sudah jarang ditemukan pada masyarakat kota.

 

1. Udara sekitar yang segar, jauh dari polusi serta pemandangan yang indah

Mari Bersepeda

Mari Bersepeda via http://www.satuharapan.com

Kamu tahu bahwa desa merupakan tempat yang hijau. Pepohonan, sungai, persawahan, gunung menghiasai setiap tempat. Selain indah di pandang mata, udara desa pun tetap terjaga, dan sehat. Sehingga bagi kamu yang lelah beraktifitas seharian sejenak bisa refreshing dengan menghirup udara segar tersebut ketika pulang ke rumah. Terlebih lagi, hal ini bisa mendorong kamu untuk rajin olahraga pagi, jogging, bersepeda, atau bahkan hanya berjalan ke mengelilingi kampungmu, karena  udara pagi di pedesaan yang sangat sejuk.

2. Kamu bisa bikin rumah pohon sesukamu, karena banyaknya pohon-pohon besar di desa.

Rumah Pohon

Rumah Pohon via http://travel.kompas.com

Mempunyai rumah pohon mungkin menjadi dambaan setiap anak kecil. Entah mengapa rasanya puas memiliki sepetak ruang kecil di luar rumah. Tak terkecuali kamu saat masih kecil. Bagi kamu, yang tinggal di desa, keninginanmu ini bisa dengan mudah terkabul karena banyaknya pohon-pohon besar di desamu. Apalagi jika pohon-pohon itu milik orang tuamu yang ditanam di kebun samping rumah. Dengan bantuan ayah atau kakak tertuamu, kamu bisa mebuatnya hanya dengan manata beberapa kayu dan daun-daunan di batang pohon yang cukup besar. Dan taraa….kamu punya rumah pohon yang bebas untuk bermain bersama teman-temanmu.

 

3. Masih banyaknya lahan yang kosong, kamu bisa bebas bermain di luar

Permainan Daerah

Permainan Daerah via http://forum.suara.com

Rumah-rumah di desa yang tidak terlalu rapat menyisakan banyak lahan kosong yang bisa untuk bermain, termasuk kamu sewaktu bocah dulu. Main di luar rumah bersama teman-temanmu sampai lupa waktu dan dimarahi ibumu, tak membuatmu jera untuk bermain lagi esok hari. Main gobak sodor, lompat tali, petak umpet, kejar-kerjaran dan masih banyak lagi seolah menjadi puncak kebahagiaanmu.

4. Kerukunan antar warga yang sangat terasa

Kerja Bakti

Kerja Bakti via http://www.solopos.com

Salah satu contoh kerukunan yang terjalin di desa adalah adanya kerja bakti atau gotong royong yang rutin. Entah untuk memperbaiki jalan yang rusak, membersihkan sungai di samping desa, atau membersihkan makam di desa. Tidak hanya itu, di desa jika ada salah satu warga yang sedang membangun rumah, pasti tetangga-tetangga bersemangat untuk membantu. Masih banyak lagi, bentuk-bentuk kerukunan yang di desa yang pasti kamu lihat sehari-hari.

5. Sopan santun dan tata karma yang masih dijunjung tinggi

Sopan Santun

Sopan Santun via https://www.brilio.net

Bagi kamu yang masih muda wajib hukumnya menyapa orang yang lebih tua ketika kamu berpapasan di jalan atau suatu tempat. Kamu yang hidup di desa, kebiasaan itu sudah tak asing lagi karena sudah kamu lakoni saban hari. Sopan santun dan ramh tamah ini merupakan ciri khas yang diajarkan oleh orang tua kita.

6. Solidaritas dan saling berbagi denga tetangga

Mungkin pernah suatu ketika kamu mau masak, tapi kehabisan beberapa bumbu dapur. Jauh mau beli ke warung akhirnya kamu minta ke tetanggamu. Bagimu,  ini bukan sesuatu yang aneh atau tidak sopan.

Kamu : “Bu, maaf saya bisa minta sedikit bawang putih sama merica?”

Tetanggamu : “O yaa, ini mbak” (diambilin bawang putih sama merica banyak banget)

Kamu : (nyengir, alamakk, padahal butuhnya Cuma 3siung, sama beberapa butir aja) “Makasih ya bu”

            Suatu hari gantian tetanggamu yang minta :

Tetanggamu : “Mbak, boleh ibu minta sedikit bawang merah sama cabainya?”

Kamu : “iyaaa bu, ini silahkan”

dan yang terjadi satu jam kemudian…..

Tetanggamu : “Mbak ini ada sedikit gulai ayam, monggo, tadi si bapak nyembelih ayam, suruh masakin gulai, padahal bumbu dapur lagi habis, jadi minta sama mbak. Makasih ya”

Kamu : (aduhai, cuma beberapa biji bawang merah sama cabai aja jadi semangkok gulai yang lezat ini???) “ Makasih banyak ya bu” *senyum merekah bahagia, kebetulan pas laper*

Selain gambaran di atas, tentunya masih banyak lagi kebaikan-kebaikan yang kamu rasakan sehari-hari.

Masih malu jadi anak ndeso? Harusnya kita bahagia dan bersyukur bisa hidup di pedesaan.