Separuh jiwaku hilang meski semua aku tutupi dengan banyak tertawa dan tersenyum. Kalau boleh jujur, hatiku yang remuk ini serasa melayang hampir jatuh ke jurang dan sulit untuk bangkit. Namun, karena kekuatan hati seorang ibu, aku yang lemah ini kini berbalik arah menjadi sangat kuat sekuat baja!

 

1. November 2016; awal mimpi buruk itu datang

Semua berawal dari bulan November 2016. Bolak-balik ke rumah sakit mungkin kini sudah menjadi rutinitas bagi kami, terutama hero kami.

Pembengkakan di leher itulah awal dari ketegaran kami. Dimulai dari cek laboratorium yang tiada akhir. Dilanjut degan CT Scan, rekam jantung, MRI, dan lain-lain sampai biopsy dilakukan agar semua tanya kami terjawab.

Hari di mana biopsy itu datang, aku takut. Selayaknya seorang anak, aku rasakan ketakutan luar biasa karena ini pertama kalinya. Ketika bapakku keluar dari ruang operasi, aku melihat bapakku terbaring lemah di sana. Aku yang berjanji untuk tidak menangis akhirnya mengingkari janjiku sendiri. Hati anak mana yang tidak akan menangis ketika melihat orang tersayang ada di tempat seperti itu?