Kini kita bersatu lagi, setelah mengalahkan ego masing-masing. Kini kita berdamai lagi, setelah masa mendiamkan yang cukup panjang, hanya untuk sebuah permenungan. Aku tak menyesal telah berbalik dan berjalan ke arahmu lagi. Hanya saja langkah-langkah kecil yang aku tapaki rasanya belum mantap dan masih terseret.

Aku bukan ragu pada diriku sendiri. Aku yakin bahwa selama ini aku sudah selalu mencintai. Tetapi untuk kamu, aku tak tahu apakah kamu baru sekedar ingin cinta, sudah hampir cinta, atau mungkin hanya sedang berpura-pura cinta. Malam-malam panjangku selalu dihiasi oleh tanda tanya yang sama.

1. Sebenarnya apa artinya aku buat kamu?

Tell me what do you see, are these the eyes of someone you could love?* via http://www.youtube.com

Terlepas dari semua mimpi dan ambisi yang tengah kita daki. Dan dari perihnya rasa sakit yang masing-masing pernah kita alami. Terlepas dari semua kenangan, bahwa kita pernah saling mencampakkan, meninggalkan, dan melupakan. Dari semua beban dan ketakutan, kalau-kalau kita tidak bisa saling membahagiakan.

Terlepas dari semua keadaan dan kenyataan. Hanya apa adanya kita.

Apa artinya aku buat kamu?
Jikalau kita tahu bahwa hari esok itu tak akan ada. Dan saat ini adalah satu-satunya kesempatan untuk benar-benar mengungkapkan perasaan. Jikalau kita tahu semua luka dan lara akhirnya akan menemukan obatnya.

Advertisement

Jikalau kita tahu seberapapun kerasnya untuk lupa, rindu akan tetap ada.

Jikalau kita tahu, jikalau kita bisa tahu semuanya..

2. Aku mengerti sayang, kisahmu yang terakhir memang tidak berakhir indah.

Tell me what I’m feelin’ isn’t some mistake.* via http://m.cdn.blog.hu

Aku percaya bahwa hati yang lara juga hanya bisa disembuhkan oleh yang pernah terluka. Meskipun aku mengerti luka yang ia tinggalkan bukan luka biasa. Goresan itu lebar, dalam, dan terbuka. Pasti tak terkira perihnya. Namun sebagai wanita biasa aku juga ingin meminta.

Jikalau kamu sudah memutuskan untuk kembali mempercayakan hatimu padaku, aku harap aku bisa memiliki semuanya. Bukan hanya kepingan-kepingan hati yang patah, yang jika dirangkaipun ternyata tidak bisa utuh sempurna.

Di mana sisa hatimu kamu sembunyikan? Apakah masih kamu gantungkan di dekatnya? Berharap sewaktu-waktu ia menyesal dan ingin kembali meraihnya? Kalau begitu bukankah yang sekarang ini kita perjuangkan sia-sia belaka?

3. Aku percaya, cinta itu usaha. Bukan sesuatu yang sekedar dijalani karena terbiasa.

Show me that good things come to those who wait.* via http://www.idiva.com

Jangan khawatir sayang. Bagiku, pernah disakiti, dibohongi, dan patah hati bukanlah alasan untuk berhenti memperjuangkan. Aku akan berhenti berjuang, jika kamu menyakiti, dan aku sudah tak mampu memaafkan lagi. Jika kamu membohongi, dan aku sudah tak mau untuk percaya lagi. Jika kamu, untuk ke sekian kalinya mematahkan hati ini, sampai akhirnya aku merasa tidak sanggup lagi untuk tetap mencintai.

Aku akan berhenti berjuang, ketika kita meyakini bahwa melepaskan bukanlah perkara mudah. Namun kita menyadari akan lebih sulit bagi kita untuk tetap bertahan. Selama aku masih bisa memaafkan, mempercayai, dan mencintai, aku masih ingin memperjuangkan kamu. Dan kamu seharusnya merasa beruntung, diperjuangkan oleh orang keras kepala seperti aku.

Dulu aku pernah sayang kamu.

Sekarang pun aku masih sayang kamu.

Dari dulu aku memang selalu sayang.

Dan sampai kapanpun aku akan tetap sayang.

4. Semua kata cinta yang keluar dari mulutmu seolah hanya setengah makna.

Tell me I’m not on my own.* via http://dating.about.com

Jika dibandingkan dengan gula, rayuan-rayuanmu itu tak akan kalah manisnya. Namun rasa aman itu yang masih belum ada. Keyakinan bahwa apapun yang terjadi kamu tidak akan berubah pikiran. Aku belum merasa keseriusanmu itu nyata. Aku ingin kamu meyakinkan bahwa aku adalah yang utama dan satu-satunya.

Aku tak mampu menjelaskan detail di bagian mananya. Ini murni sebuah naluri wanita. Dan setiap wanita pada dasarnya selalu butuh kepastian. Entah sudah dijelaskan puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali. Ia akan tetap bertanya hal yang sama. Mungkin bukan karena tidak percaya, tapi ya itu, hanya ingin memastikan.

Aku tak akan mengucapkan “Selamat tinggal!”

Karena aku memang belum sanggup pergi.

Aku tak ingin berkata “Aku menyerah!”

Karena aku memang masih mau berusaha.

Aku bahkan tak ingin mengeluh “Aku sudah lelah!”

Karena sampai saat ini aku masih mampu menunggu.

5. Sakit memang, ketika aku sendiri sudah merasa begitu yakinnya.

Tell me I won’t be alone.* via http://www.doctoranytime.gr

Kamu selalu saja terlihat santai. Asalkan kamu tahu; aku tak marah, aku peduli, aku tak pergi, bukan berarti aku sepenuhnya baik-baik saja. Kamu selalu berkata tidak akan tega meninggalkanku sendirian. Tapi kamu masih belum bisa membuat hatiku tak merasa kesepian. Terlebih jika aku menyadari; setiap membayangkan masa depan, yang ada di pikiranku ya aku sedang bersama kamu. Dan walau tidak mungkin semua orang bisa dibahagiakan, aku selalu berusaha agar bukan kamu yang bersedih.

JIka menyadari diriku yang bahkan tak punya waktu untuk merindukan orang selain kamu. Mengingat aku tak pernah menemukan kenyamanan, melebihi yang kamu tawarkan di bahumu. Menyadari berapa banyaknya hati yang sudah aku campakkan, karena tak ada lagi hati yang bisa aku berikan. Semuanya sudah kamu miliki. Dan mengingat kamu adalah laki-laki pertama dan satu-satunya, yang setiap berakhirnya senja namanya selalu kusertakan dalam doa.

Hanya kamu, kamu, dan kamu.