Orang kasmaran adalah salah satu tipe orang paling mengebalkan. Karena, nyaris tidak ada yang bisa menembus pertahanan cinta. Semua terasa indah, benar, baik, cerah, ceria....

Tidak jarang orang yang lagi kasmaran mengabaikan hal-hal lain yang tidak mendukung kisa asmara mereka.

Kasmaran itu wajar, kok. Setiap orang pasti pernah mengalaminya. Tapi, kalau sudah mengalami salah satu dari lima hal ini, sebaiknya kamu mulai waspada. Karena artinya, kasmaran yang kamu alami membawa kamu ke arah negatif.

 

1. Teman bisa menunggu, sang pacar nomor satu

Temenin aku shopping, Yank.

Temenin aku shopping, Yank. via http://georgebharata.com

“Di, ntar jangan lupa futsal di tempat biasa, ya.”

“Wah, sorry banget, Bro. Absen dulu. Udah telanjur ada janji sama Sisil.”

“Bukannya futsal kita rutin tiap minggu, ya? Artinya, kamu janjinya sama kita duluan, bukan sama Sisil.”

“....”

 

Minggu ini, kamu nggak bisa ikut futsal karena harus nganter pacar nyari lipstik yang warnanya senada dengan gaunnya yang baru.

Minggu sebelumnya, kamu juga nggak bisa karena harus nganterin pacar beli gaun barunya yang lagi dicariin pasangan lipstiknya itu.

Semenjak pacaran, kamu jadi jarang bisa kumpul dengan teman-teman. Jarang ikut futsal, batal ikut nonton bareng el clasico, nggak bisa lagi ikut nongkrong santai di beranda kos-kosan. Dan semua itu demi mendahulukan kepentingan sang pacar tersayang.

Nggak ada salahnya kok menyisihkan sedikit waktu untuk berkumpul dengan teman-teman. Kalau sang pacar nggak rela kamu kumpul dengan teman-teman karena harus siaga terus tiap hari 24 jam di sisinya justru perlu dipertanyakan. Kamu pacarnya atau pasukan pengaman?

2. Merasa Sanggup Menghadapi Segalanya Meski Kalian Hanya Berdua

Kalau berdua, kita pasti bisa menghadapi segalanya.

Kalau berdua, kita pasti bisa menghadapi segalanya. via http://i.telegraph.co.uk

“Kalo suatu saat nanti beneran ada zombie gimana, Yank?”

“Asal sama kamu, aku rela diserang zombie.”

“Kalo kamu jadi zombie, aku juga mendingan jadi zombie.”

So sweet....”

Invansi alien nggak ada apa-apanya selama kalian bersama.

Itu yang ada di pikiran kalian saat maen bareng game Plant Versus Zombie.

Oh, ayolah. Menghadapi perasaan sombong seperti judul poin nomor dua ini saja tidak bisa, mau menghadapi segalanya.

Dijauhi teman, ditegur guru, dimarahi orang tua karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama adalah pertanda kalian tidak bisa menghadapi masalah sederhana. Mengatasi hal seperti itu saja tidak bisa, mau jemawa berkata sanggup menghadapi segalanya. Coba bangun dulu dari mimpi, Anak Muda.

3. Kegiatan Sehari-harimu Berpusat Pada Senyum Sang Pacar Tersayang

Jangan ngambek, Yank. Pleaseee....

Jangan ngambek, Yank. Pleaseee.... via https://ningkelle.files.wordpress.com

“Gawat! Kalo telat, Sisil bakal ngambek seharian, nih. Sekalian mampir beliin tas Himalaya ajalah biar senyumnya tetap ada.”

Wow! (*0*)

Ketika kamu merasa tujuan kamu tercipta ke dunia adalah mengukir senyum di wajah sang pacar tersayang maka sebaiknya kamu segera memperluas pergaulan, atau setidaknya memperluas bahan bacaan.

Siapa tau, kamu jadi paham bahwa kisah Sitti Nurbaya, Samsul Bahri, dan Datuk Maringgih bukan hanya tentang cinta tak sampai karena pernikahan paksa. Contohnya sengaja yang hampir pasti ada di setiap perpustakaan sekolah. *alasan menutupi ketuaan*

Atau, malah dengar dan lihat langsung kejadian yang menyadarkan kamu bahwa cinta bukan berarti tentang terus-terusan menghadirkan senyuman di wajah sang pacar tersayang. Percayalah, cinta yang sebenarnya tidak pernah sesederhana itu.

4. Menomorduakan Keluarga

Gara-gara Ibu kelamaan di pasar, aku jadi telat. Sekarang, Sisil ngambek berat. Hiks.

Gara-gara Ibu kelamaan di pasar, aku jadi telat. Sekarang, Sisil ngambek berat. Hiks. via http://previews.123rf.com

“Ah, elah. Ibu lama banget, sih, di dalem? Aku dah ditungguin Sisil, Bu.”

Kamu rela nungguin sang pacar nyalon selama lima jam tapi nggak berhenti ngeluh pas nemenin Ibu ke pasar selama tiga puluh menit.

Ketika itu yang terjadi, sudah waktunya kamu berhenti memandangi foto kalian di ponsel dan mulai membuka album yang mungkin berdebu di sudut rumah. Mungkin, kalau kondisi kasmaranmu belum parah benar, kamu akan ingat kembali bahwa merelakan waktu sebentar untuk mengantar Ibu menembus riuhnya pasar nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan semua yang sudah dia lakukan untuk kamu.

Sementara sang pacar tersayang yang belum tentu menjadi orang terpilih di masa depan, sudah memberikan apa saja, sampai dibela-belain segitunya?

5. Bertemu Tuhan bisa nanti, kan Dia Maha Memaafkan. Kalau sang pacar tersayang yang marah, wah...

Kalau itu yang ada di pikiran kamu, sepertinya kamu lupa bahwa selain Maha Memaafkan, Tuhan juga Maha Kuasa. Kalau kata Tuhan kalian tidak jodoh, mau dibela-belain menomorduakan sahabat dan keluarga demi selalu ada bagai kesatria di sisinya pun tidak akan berjodoh. Lalu, setelah menyadari tidak mungkin bisa bersama, kalian mau apa?

Bunuh diri bareng?

Pfffttt....

Itu nggak “so sweet” sama sekali. Karena kalian bakal dikenang sebagai pasangan muda labil yang menyedihkan, bukan pejuang cinta yang patut dijadikan contoh untuk dunia.

Perasaan menggebu yang kalian alami memang salah satu pemberian Tuhan juga. Tapi, jangan sampai cara kalian menghadapinya keliru. Bukan menjauhi Tuhan yang bisa membuat kalian dekat, tetapi mendekat kepada Tuhan yang akan membuat kalian bersatu.

 

Sekali lagi, kasmaran itu wajar-wajar saja. Namun, jangan sampai membuatmu mengabaikan hal lain yang lebih penting. Sahabat dan keluarga adalah bagian hidup yang tidak boleh tergeser meski kalian sedang dimabuk asmara.

Jika merasa ada penghalang dalam kisah asmara kalian, mungkin ada baiknya melihat ke dalam hati masing-masing. Apakah asmara kalian memang membawa ke arah negatif?

Justru saat seperti ini, syukurilah kehadiran teman-teman yang cerewet menasihati.

Kalau tidak ada lagi yang cerewet ke kamu padahal kamu mengalami hal-hal di atas, mungkin karena mereka sudah lelah. Saatnya kamu yang mulai menghampiri mereka sebelum benar-benar kehilangan.