Hai calon pacar, pendamping hidup, dan imam anak Farmasi? Apa kabar dengan cintamu hari ini? Masih lengkap sesuai dengan resep pertama atau sudah di copy? Semoga cintamu masih membara sama seperti saat pertama mengetahui pendidikannya.

FARMASI? Membanggakan bukan?

Sebelum jauh mempercayakan hatimu kepadanya, yuk nggak ada salahnya kan kalau kamu paham akan 7 hal ini:

 

1. Sudahkah kamu paham bahwa kami "Anak Farmasi" bukan hanya sekedar TUKANG OBAT!

Bukan sekedar tukang obat

Bukan sekedar tukang obat via http://www.zuliesikawati.wordpress.com

Bentuk kami memang sudah seperti kapsul, polos, dan siap dimasukkan kedalam etiket.
Eits tunggu tapi bukan berarti kami tidak mengenal cinta loh. Cieeyah cinta, sekolah aja belum kelar juga. Haha

Perlu kami para calon asisten apoteker jelaskan disini bahwa disekolah kami tidak hanya belajar ilmu resep dan melulu mengahal obat-obatan. Memang benar, tapi tidak seperti yang kalian bayangkan sejauh ini. Seperti,

Ex : "Paracetamol"

Golongan Analgetik Dan Antipiretik

Diminum 3 x sehari 1 tablet sesudah makan (bila perlu)

atau

Ex : "Amoxicillin"

Golongan Antibiotik

Diminum 3 x sehari 1 tablet sesudah makan (HABISKAN)

Tidaakkk!

Layanya pelajar lain kami juga belajar Matematika, Fisika, Kimia, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS, Agama dan mata pelajaran lain yang di ajarkan di sekolah kalian. Istimewanya kami dikenalkan Farmasi lebih dulu mulai dari teori, praktek resep, praktek Kimia Kualitatif, praktek Kimia Kuantitatif, praktek Kognosi dan keluarga besar di dalamnya.

Menyenangkan bukan? 

2. Tolong jangan pandang sebelah mata jurusan kami dengan sebutan "anak IPA"!

Smk Farmasi

Smk Farmasi via http://www.nyunyu.com

Hafalan? 

Itu adalah sarapan, ,menu makan siang sekaligus makan malam kami sehari-hari. Bahkan di bulan Ramadhan itu masuk menu sahur dan buka puasa kami selama 1 bulan penuh. Kurang ekstrim apa coba otak kami? *sampe sampe melilit kesana kemari*

3. Kurela pergi pagi pulang pagi hanya untuk sekolah Farmasi...

Sekolah kami memang padat, padat jadwal bukan padat penduduk. Hehe

Sampai-sampai kami harus mengatur jadwal mulai dari bangun pagi-pagi mengambil nomer antrian untuk mandi, cuci piring, cuci baju. 

Banyak deh, panjang ceritanya.

4. Bukan jalan yang singkat dan gampang menempuh sekolah farmasi.

Tiga tahun sudah masa pendidikan kami berlalu tapi buka berarti sudah selesai sampai disini, perjalan kami masih panjang. Bak mendaki gunung, kami masih harus berjuang untuk sampai puncak. Bukan hal gampang untuk kami dapat memindahkan tali dari kiri ke kanan kepala kami. Butuh proses, tenaga, juga waktu yang tidak sebentar.

Alhamdullilah di tanah perantauan ini kami telah berhasil memenangkannya. Mulai dari menahan lapar. Eeeh menahan rindu akan kampung halaman, rindu masakan ibunda tercinta, rindu peluk dan kecup ayah tersayang dan semua semua yang telah tertuang didalamnya. Tak heran jika air mata mengiringi perjalanan wisuda kami.

Terima kasih untuk tenaga yang terkuras lebih banyak, waktu yang tersita lebih banyak, biaya pendidikan yang tidak sedikit, uang makan, uang kost, uang jajan tiap minggunya juga cerita-cerita kekonyolan dalam kelas, kantin, waktu jam balik, ujian, praktek, hafalan, semuanya yang telah tertata rapi dan siap dirindukan.

5. Toga dan Wisuda. Itulah awal perjalanan baru kami dalam dunia farmasi.

Alhamdullilahiroballamin wisuda

Alhamdullilahiroballamin wisuda via http://www.farmasi.unud.ac.id

Lihat ayah, ibu betapa gagah dan cantik putra putri yang ayah dan ibu banggakan. Dengan make up, kebaya, jas, dasi dan toga. Terima kasih telah memepercayai kami sejauh ini. Kini tiba saatnya engkau menyaksikan kami di graha untuk wisuda.

6. Aku Farmasi. Aku bangga. Dan Aku siap bekerja!

Mencari rejeki

Mencari rejeki via http://www.m.facebook.com

Di usia yang terbilang cukup muda kami sudah siap dihadapkan dengan persoalan kerja. Jendela masa depan yang telah terbuka di depan mata siap kami jelajahi sekarang. Dengan niat, hati yang tulus dan bekal ilmu yang telah diberikan juga doa yang tak luput dijunjungkan kami siap melayani pasien-pasien kami.

7. Jika sekarang kamu masih mau pacaran sama anak Farmasi? Kamu harus siap diduakan dengan "pasien".

Masih berani?

Masih berani? via http://www.twitter.com

Jangan takut cinta, sayang yang dia berikan tidak akan berkurang namun terbagi. Terbagi disini bukan berarti kamu terlantarkan. Tapi tolong mengerti profesi kami, biarkan kami mengabdi sesuai dengan latar pendidikan kami. Juga dengan sumpah yang telah kami janjikan KepadaNya. Tuhan kami.

Jika sudah paham akan rutinitasnya, kami ucapkan terima kasih untuk para penjuang yang telah mempercayakan hatinya kepada anak Farmasi.

Seperti halnya meracik obat, kami akan menganalisa resep sebelumnya, memeriksa ketersediaan obat, menghitung dosis, meracik, dan menyerahkan dengan KIE kepada pasien dengan benar sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Maka dari itu kami harap kalian menuliskan resep cinta untuk kami "Anak Farmasi" dengan benar, bila perlu tulis CITO, agar kami mengerti dan cintamu tidak menunggu terlalu lama"

Semoga berhasil :)