Mahasiswa adalah agen perubahan. Kamu pasti sering dengar kata-kata itu, 'kan? Baik itu di kampus maupun di media sosial organisasi kampus. Secara otomatis kamu mempunyai julukan sebagai agen perubahan, tapi tentunya perubahan yang positif, ya. Nah, sebagai agent of change, kamu sangat diharapkan kontribusinya untuk perubahan daerah asalmu tercinta menjadi lebih baik.

Sebagai mahasiswa, kamu pasti ingin ikut berkontribusi bagi daerahmu, bukan? Kebetulan kamu saat ini sedang menempuh kuliah di bidang Marketing? Ternyata, lewat ilmu Marketing yang kamu pelajari di kelas banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk ikut berkontribusi bagi daerahmu, lho. Pasti kamu ingin daerah asalmu lebih baik, 'kan? Dengan pembangunan daerah yang baik, tentu akan berimbas pada pembangunan negara yang baik pula.

Saat ini ilmu Marketing banyak dipakai dalam membangun daerah. Kamu sudah pernah denger City Branding? Sekarang ini mempromosikan daerah merupakan hal sangat lumrah. Tiap daerah saling bersaing menarik target pasar. Mereka tentu mengincar para wisatawan untuk mengunjungi objek wisata dan membeli produk khas daerah serta investor untuk menanamkan modalnya sehingga memacu pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengangguran. Pasti kamu tidak ingin daerahmu tertinggal dari daerah lainya, 'kan? Beberapa hal ini mungkin bisa menjadi inspirasimu dalam meningkatkan sektor pariwisata maupun sektor ekonomi daerah asalmu.

 

1. Tagline daerahmu masih kurang keren dan kurang menarik? Coba usulkan tagline baru yang lebih unik dan filosofis

Enjoy-Jakarta-Logo

Enjoy-Jakarta-Logo via https://seeklogo.com

Tagline yang keren bukan hanya milik perusahaan multinasional, sekarang daerah pun harus memiliki tagline yang menarik; yang akan menjadi identitas dalam promosinya. Kamu bisa usulkan tagline yang sekiranya menarik, tapi tetap mengandung unsur filosofis, sesuai dengan keadaan daerahmu.

Cobalah cari potensi unik daerahmu yang mendiferensiasikan dengan daerah lainya. Kamu bisa gunakan Bahasa Inggris ataupun Indonesia yang sekiranya banyak orang yang tahu artinya. Setelah kamu dapet tagline, kamu bisa sampaikan di rapat RIPPDA (Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah) yang biasanya diadakan rutin setiap tahun.

2. Gunakan kreativitasmu untuk mempromosikan pariwisata daerah melalui dunia maya

Saat ini penggunaan sarana online untuk mempromosikan tempat wisata sangat masif dilakukan karena banyak keuntungannya; lebih murah, menjangkau pasar yang luas dan mudah diakses.

Kamu bisa gunakan media sosial untuk mempromosikanya. Buat foto Instagram dengan angle dan disertai caption yang menarik, juga jangan lupa cantumkan tagar. Kamu bisa share di Facebook ataupun Twitter, kemudian buatlah ulasan yang membuat orang ingin mengunjungi wisata melalui fitur blo.

Selain melalui foto dan tulisan, kamu bisa gunakan video. Buatlah video yang keren dengan mencari spot yang kiranya menarik, lalu share di Youtube mengenai tempat wisata tersebut sehingga bisa merangsang orang-orang untuk mengunjunginya. Jadi, media sosialmu lebih berguna 'kan daripada cuma pasang foto narsis?

3. Tarik wisatawan mancanegara dengan seni dan budaya khas daerahmu

Selain tempat wisata yang indah, setiap daerah di Indonesia mempunyai kekhasan seni dan budaya yang mendiferensiasikan dari daerah lainya. Hal ini menjadi daya tarik dari setiap daerah. Tentu daerahmu punya seni dan budaya yang menarik, 'kan?

Perlu kamu ketahui, seni budaya merupakan daya tarik utama wisatawan mancanegara selain wisata alamnya. Kamu bisa mempromosikannya ke seluruh mancanegara dengan video mengenai seni budaya khas menggunakan Bahasa Inggris. Kamu bisa berkolaborasi dengan mahasiswa sastra Inggris. Selain kamu berlatih membuat video promosi yang menarik, kamu juga ikut melestarikan seni budaya yang semakin tergerus zaman.

4. Makanan khas daerahmu lezat dan menarik tapi kurang terekspos? Mungkin kurang aktif berpromosi

Tempe-mendoan

Tempe-mendoan via http://picture.triptrus.com

Di daerahmu, selain menawarkan potensi wisata dan seni budaya yang unik, pasti ada juga makanan khas yang enak dan menarik, bukan? Hmm, tapi makanan tersebut kurang terekspos?

Nah, mungkin makanan tersebut belum terlalu familiar. Berbagai cara bisa kamu lakukan agar makanan tersebut lebih terdengar gaungnya, seperti bikin Vlog ke tempat makanan khas maupun tempat oleh-oleh khas, terus share di Youtube, deh.

Selain itu, jika mereka belum memanfaatkan media sosial untuk menjual produknya, kamu bisa menjadi konsultan di bidang media sosial itu. Ingat, menjual produk di media sosial tidak bisa asal share tapi butuh ilmu marketing juga!

Seperti memilih media sosial yang cocok sesuai target pasar, kemudian pengaturan display yang menarik dan caption yang unik. Secara tidak langsung, kamu ikut melestarikan makanan khas daerah, di tengah makanan cepat saji yang semakin menjamur.

5. Berkolaborasilah dengan pemerintah daerah!

dinas-koperasi-dan-ukm-kabupaten-kuningan

dinas-koperasi-dan-ukm-kabupaten-kuningan via http://kuninganizer.com

Misalnya kamu bisa bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM. Di sini kamu bisa turut melatih UKM bagaimana memasarkan produknya, mengajarkan riset pasar untuk mengetahui produk apa yang diminati konsumen, kemudian bagaimana menciptakan brand produk yang baik, packaging yang menarik, saluran distribusi yang efisien. Selain meningkatkan taraf hidup mereka, kamu juga ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerahmu dan menambah relasi dengan pejabat setempat yang akan berguna bagi masa depanmu.

 

Nah, ternyata ilmu yang sedang kamu pelajari banyak memberi manfaat bagi daerah kalau kamu tidak pelit. Ingat! Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.