Distance should never matter, if two people love each other...

Ketika hubunganmu dan pasangan tak hanya dipisahkan oleh nama kota yang berbeda. Ketika negara tempatmu berpijak bukan lagi menjadi negara tempatnya bernafas. Ketika benua yang kamu arungi bukan lagi benua yang sama dengannya.

Untuk kamu yang sedang menjadi pejuang LDR tahap extreme, kamu pasti pernah merasakan 6 hal di bawah ini:

1. Kamu jadikan kode telepon negaranya sebagai kode telepon favoritmu. Abis gimana, jarak yang jauh bikin susah ketemu 🙁

Buat kamu yang sedang berada dalam hubungan LDR tahap extreme, namanya di handphone kamu bukan lagi My Hubby, Sayang, Baby atau sebagainya. Melainkan kamu akan menyimpan nomornya dengan embel–embel kode telepon negaranya. Jika dia yang sedang kamu perjuangkan cintanya tinggal di Malaysia, maka secara otomatis kamu akan menyimpan nomornya dengan nama “My +60”. Nah, ngaku deh siapa yang begitu?

2. Kamu jadi iri sama keluhan sesama pejuang LDR yang bilang, ‘Pacarku di Bandung, aku di Surabaya’. Yaelah, ini mah belum ada apa-apanya!

Saat mendengar keluhan dari teman kamu yang sama-sama menyandang gelar sebagai pejuang LDR, kamu pasti merasa iri dengan keluhan teman kamu yang tentunya hal itu menjadi harapan bagi kamu. Karena nyatanya, kamu selalu berharap bahwa sejauh apapun sosok yang kamu cinta berada, tempatnya harus tetap menjadi bagian dari Indonesiamu.

3. Jarang-jarang ada surprise dalam bentuk fisik. Tahu sendiri ‘kan biayanya nggak murah? 🙁

Advertisement

Kamu mulai mengumpulkan rupiah demi rupiah demi untuk memberinya sebuah surprise. Kamu juga mulai rajin googling tentang jasa ekspedisi pengiriman barang yang murah ke luar negeri. Tak jarang kamu kecewa, karena jasa pengiriman yang menurutmu murah belum bisa menjangkau kota di mana dia tinggal. Hmm, tetap tabah saja!

4. Ketika senyuman favoritmu hanya bisa dinikmati dari layar kecil bernama handphone ~

Tak jarang, perbedaan waktu yang cukup ekstrem membuatmu dan pasangan kesulitan menemukan waktu yang tepat untuk berkomunikasi. Jangankan video call, untuk sekedar chat saja tidak mudah. Hal ini membuatmu memiliki hobi baru, yakni melihat foto–foto lamanya sambil bernostalgia. Gemes!

5. Ini biasanya jadi kebiasaan kalian; mulai menghibur diri sendiri dengan berbagai kata penyemangat yang kamu temukan di situs online

Bukan rahasia lagi, kalau pejuang LDR sering kali mencari motivasi untuk tidak menyerah memperjuangkan sang tercinta melalui situs–situs online. Kamu pasti mulai membaca artikel berbau LDR untuk mengembalikan semangat juang kamu menghadapi jarak. “Hubungan ini jelas tidak mudah, tapi kita tidak dipertemukan hanya untuk merasa payah dengan jarak yang membentang hebat” setelah menemukannya, taraaaa~ kamu seperti mendapat ilham dari artikel tentang LDR yang kamu temui. Seperti artikel ini? Hahaha.

6. Keinginan untuk menyerah mungkin pernah terlintas. Tapi, kamu dan dia tetap yakin bahwa kekuatan cinta itu tak terbatas

Pasti ada masa di mana kamu mulai merasa lelah lalu ingin menyerah. Nggak sedikit dari kamu yang melantunkan lagu Cinta dari Jauh-nya Cassandra. Dan lirik yang paling kamu suka dari lagu itu adalah “Cukup untukku mencintamu dari jauh” yang pada akhirnya kamu merasa bahwa mencintainya dari jauh bukanlah pilihan yang tepat.

Yang terpenting adalah sebuah komitmen dan kepercayaan! LDR ataupun tidak, jika hubungan tanpa kedua hal itu tak akan berhasil, kok. Selamat berjuang, sahabat LDR-ku!