Sesaat setelah perpisahan kita, aku mencari banyak cara untuk segera bangkit dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan ini. Walaupun tidak selalu berhasil dan masih selalu gagal untuk bangkit, paling tidak aku selalu berusaha untuk tetap berdiri setelah perpisahan ini.

1. Mungkin lagu yang pernah mengiringi perjalanan kisah kita, hanya akan menjadi kenangan indah yang seharusnya bisa kamu relakan.

Sabarlah! Lagu yang akan kamu putar akan banyak membuatmu mengingatnya via http://huffingtonpost.com

Akan ada banyak playlist lagu yang terdengar setelah perpisahanku denganmu. Aku harus menghadapinya dan tidak terlalu larut dengan lagu-lagu yang bisa membuatku mengingatmu kembali. Setiap langkah perjalanan kisah kita, selalu ada sesuatu hal yang membuat kita menyanyikan lagu yang dapat mengisahkan momen itu. Saat kita tidak lagi bersama, aku harus kalang kabut menghadapi semua yang pernah terekam di otakku.

Bahkan ketika banyak temanku yang akhirnya menyebut namamu, aku harus bisa bertahan dengan hati yang seharusnya bisa tegar.

''Lagu-lagu itu akan banyak dinyanyikan orang-orang sekitarmu. Itu akan membuatmu sedikit gelisah. Untuk sementara waktu, jangan terlalu larut dengan lagu-lagu yang bisa membawamu mengingat kenangan kalian dulu. Bersabarlah untuk sementara waktu hingga kamu siap mendengarkan lagu-lagu itu kembali.’’

2. Aku harus menyapu segala hal yang pernah kita lakukan di sepanjang jalan itu.

Advertisement

Lepaskanlah! Membiarkannya pergi mungkin adalah yang terbaik via http://cylalalove.com

Di sepanjang jalan yang telah kulewati adalah hal yang paling tidak aku sukai. Karena di setiap bagiannya, kamu ada di dalamnya. Bahkan hal sekecil itupun bisa membuatku kembali mengingatmu. Aku harus sadar dan berusaha keras untuk tidak terlalu lama menatap banyak hal yang telah aku lalui bersamamu.

3. Akhirnya, Tuhan menggerakkan hatiku untuk tidak mengharapkanmu lagi lebih dari ini.

Jika dia bisa melepasmu, kenapa kamu tidak? via http://shkolazhizni.ru

Dalam ibadahku, aku melakukan komunikasi singkat dengan Tuhan. Mengatakan padaNya jika Tuhanlah yang sanggup menggerakkan hati manusia, memutarbalikkan hati manusia, seperti awal pertemuan yang tidak pernah terfikir akan menjadi seperti sekarang ini. Seperti sekarang, aku sangat mengharapkannya. Dan Tuhan benar-benar menggerakkan hatiku yang telah membiarkanmu masuk dalam hidupku terlalu jauh.

Meminta pada Tuhan untuk perlahan menjauhkan dirinya dari hatiku. Jawaban Tuhan adalah proses yang tidak bisa dipercepat karena di balik semua jawabannya, pasti membutuhkan waktu agar kita bisa belajar dari hari-hari itu. Pada akhirnya, Tuhan dapat mengabulkan permintaanmu untuk tidak mengharapkannya lebih dari itu.

4. Kita telah diberikan waktu sesaat setelah mengakhirinya. Sekarang aku tahu jawabannya.

Beranikanlah untuk bertanya dan pertegas semua via http://wifflegif.com

Setelah ucapan perpisahan itu, aku tahu aku tidak dapat menanyakan banyak hal kepadamu yang telah sungguh-sungguh dengan perpisahan itu. Banyak pertanyaan yang tidak dapat tersampaikan. Banyak perasaan yang hingga sekarang tidak tahu arah tujuannya. Dan akhirnya, saat yang tepat membawa kita pada satu pertemuan terakhir.

Saat itu pula, aku pertegas masih adakah hatimu untukku yang berada di depan matamu ini. Jawaban ‘’tidak’’ adalah jawaban yang mempertegas jika kamu telah sungguh-sungguh ingin menyudahi semua yang kamu kejar selama ini. Apa boleh buat? Jika semakin dipaksakan, akan terasa semakin sakit dan membuat hatiku akan semakin menangis.

Walaupun kita tidak pernah tahu, ''tidak'' adalah ucapan dari hati atau hanya sebatas alasan. Walaupun aku tersenyum, tapi di dalam hati kecil ini sesuatu yang hancur telah terjadi.

Mengalahlah untuk perasaannya, yang sudah tidak ingin lagi membuka hatinya untukmu. Karena semua yang ada hanya akan menjadi pelajaran untuk kalian ke depannya. Tetapi dengan jawaban yang harus kamu cari bahkan kamu tanyakan padanya, bisa mempertegas langkahmu untuk benar-benar pergi dari dirinya yang telah meninggalkanmu sendiri.’’

5. Aku harus terbuka. Aku harus melalui semua ini dan menyadari bahwa kamu sudah tidak lagi di sisi ini.

Sadarlah! Dia tidak lagi di sisi. Kamu harus kuat! via http://dailyinspirationboard.com

Karena aku tidak bisa terus memaksamu untuk berada di sisiku lebih lama. Dan akhirnya, aku harus menyadari jika kamu telah lama beranjak pergi. Bangun dari kesedihan adalah apa yang harus kulakukan sekarang. Berkata pada diri sendiri dan mengajak diri sendiri untuk pergi dari apa yang telah membuatku terluka adalah usahaku yang terus kuperjuangkan.

Jika aku harus menenggelamkan diriku pada luka yang telah kamu buat, maka selamanya aku tidak akan pergi. Aku hanya butuh waktu untuk berpikir, di mana sekarang aku berada, dan apa yang harus kulakukan setelah ini. Karena sekarang aku sadar, aku telah banyak menjual impian-impian besarku padamu yang telah menyiapkan mimpi baru untukku.

Tetapi ketika berakhir, mimpi baru itu pun juga ikut berakhir. Mungkin ini belum terlalu terlambat untuk membuat impian lamaku itu kembali.

Memperjuangkan impian untuk seseorang yang menantikan kita sukses di rumah, seperti keluarga mungkin salah satu cara untuk merajut kembali impian-impian yang belum terlalu pergi jauh. Jangan pernah meninggalkan impianmu untuk seseorang yang belum tentu akan terus berada di sisi kita, sebelum terlambat.

Buatlah impian itu kembali untuk sesuatu yang baru dan terus berjuanglah!’