Momen Ramadhan merupakan momen yang istimewa bagi semua umat muslim di seluruh penjuru dunia. Bagi saya pribadi, momen Ramadhan selalu dekat dengan masa lalu. Iya, karena bagi saya setiap bulan Ramadhan pasti mempunyai keistimewaan sendiri setiap tahunnya yang menjadikan saya sendiri kadang teringat dengan momen Ramadhan tahun yang lalu: khasnya, suka dan dukanya dan cerita lainnya.

Tapi berbicara tentang masa lalu, saya ingin sedikit berbagi tentang Ramadhannya orang dewasa. Bagi saya, semakin kita bertambah umur, seharusunya kita juga semakin bertambah kualitas pribadi diri kita sendiri, termasuk disini adalah kualitas ibadah kita ketika bulan Ramadhan.

Banyak orang (dewasa) yang menyia-nyiakan momen Ramadhan ini, misalnya saja dengan tidur terlalu banyak, berbuka puasa secara berlebihan yang semuanya itu sebetulnya sudah tidak dilakukan lagi di masa yang semakin ‘tua’ ini. Hihihi. Sayang lho jika tidak ada perubahan sikap diri padahal waktu terus berjalan dan kita semakin lama semakin berkurang umurnya.

Lalu apa si perbedaan ramadhannya anak kecil dan ramadhannya anak dewasa? Mari kita simak

1. Enaknya tidur setelah sahur seharusnya tidak dilakukan kamu yang sebentar lagi juga mau wisuda, lebih baik gunakan waktu sepertiga malammu untuk bermunajat kepada Allah.

Yang katanya sudah mau wisuda via http://www.uns.ac.id

Tidak diragukan lagi bahwa super-super nikmat jika setelah sahur kita bisa melanjutkan tidur pulas kita, walaupun hanya berkisar selama satu atau setengah jam saja. Tapi seharusnya hal ini sudah tidak lagi dilakukan kamu yang sekarang ngakunya sebagai orang dewasa. Lebih baik kita gunakan waktu yang tersisa itu untuk salat tahajjud dan berdoa memohon kepada Allah agar hajat kita bisa terwujud, atau kita juga bisa mengisi waktu itu dengan membaca Alquran dengan khusyuk agar pahala kita semakin banyak di bulan bonus pahala ini. Sayang lho kalau kita melewatkan bulan Ramadhan ini dengan kegiatan yang biasa-biasa saja. Belum tentu lho kita bisa bertemu dengan bulan Ramadhan tahun depan.

2. Jam puasamu yang dulu buat main PS dan tidur, mulai sekarang diganti aja deh dengan kegiatan yang lebih berarti, seperti baca Alquran, membaca buku, mengikuti pengajian atau berbagi kepada sesama.

Main PS via https://polka.id

Inget ngga dulu ketika kecil pasti kalian sering berebut PS dengan temanmu di bulan Ramadhan? Alasannya simpel: agar waktu berlalu dengan capat. Hehe. Atau dengan tidur habis-habisan dari waktu dhuha hingga waktu ashar. Waduhh. Tapi, dengan bertambahnya usia dan kesadaran, seharusnya kita tidak lagi melakukan itu. Daripada cuma buat tidur atau main PS, mending kita baca buku sebanyak-banyaknya. Ya kan? Mumpung di bulan Ramadhan biasanya kan banyak hari libur, kita bisa memanfaatkan waktu yang ada dengan menghabiskan dua atau tiga buku setiap minggu. Itu jauh lebih bermakna dan bermanfaat bagi kita.

3. Ngabuburit itu perlu, tapi jangan terlalu sering. Lebih baik isi waktumu dengan membantu ibu dan bapak mempersiapkan waktu berbukamu, atau datang ke majelis ilmu untuk mengkaji kitab, itu jauh lebih berkah dan bermanfaat bagi kamu, Guys!

Yuk mengaji via http://rilis.id

Advertisement

Horee, sore tiba! Waktunya pergi ke alun-alun kota untuk menunggu waktu berbuka!

Eiitss, tapi mulai sekarang agak diukurangi deh waktu ngabuburitmu, orangtuamu mengharapkanmu dirumah lho. Lebih baik kamu menggunakan waktu soremu untuk membantu ibu dan bapak mempersiapkan menu berbuka puasa, pasti ibu dan bapakmu bisa senang dengan kehadiramu. Atau bagi kamu yang memang masih haus ilmu, boleh tuh kita pergi bareng ke majelis ilmu sambil menunggu waktu berbuka puasa. Itu jauh lebih ‘dewasa’ daripada mereka yang hanya duduk-duduk di pinggir jalan melihat perempuan suasana kota.

4. Kalian yang merasa dewasa seharusnya bisa memilih menu berbuka yang sederhana saja, tidak perlu mewah-mewah apalagi terlalu banyak. Karena masih banyak orang di luar sana yang jauh lebih membutuhkan

Berbuka sebaiknya yang sederhana saja via https://didaytea.files.wordpress.com

Kalau dulu ketika kita kecil, wajarlah kalau kita berbuka dengan menu yang mewah. Ada ikan bakar, es campur, buah A B C D, lalu juga ditambah dengan kolak. Wajar. Itu kalau kita masih kecil, tapi kalau kita sudah merasa dewasa, seharusnya kita sudah bisa memilih menu yang memang dibutuhkan oleh tubuh. Karena selain tidak baik untuk kesehatan, masih banyak orang di luar sana yang masih membutuhkan uang kita. Lebih baik lagi, jika kita memang masih mempunyai uang lebih, bagi saja kepada orang yang kurang mampu, berikan mereka makanan yang menurut kita adalah makanan terbaik bagi kita. Wah, insyaallah kalian dapat pahala yang berlipat-lipat, apalagi di bulan Ramadhan. 

5. Momen takbiran selalu menjadi momen lembur dan bersenang-senang bagi kamu di masa kanak-kanak, tapi kini seharusnya momen takbiran menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan hidupmu sejauh ini.

Hehehe, bahasanya : merenung. Biar lebih terlihat serius saja si. Apalagi jika kita sedang berada pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, kita harus banyak-banyak merenung dan bermunajat kepada Allah SWT. Momen takbiranmu yang dulu cuma diisi dengan makan, bermain-main di masjid, harus diganti dengan malam perenungan dan waktu yang bersedih karena mengapa Ramadhan terlalu cepat meninggalkan kita.

6. Lebaran yang cuma senang karena uang, seharusnya sudah tidak ada lagi. Orang dewasa senang bukan karena uang, tapi senang karena masih bisa bertemu dengan keluarga besar di momen yang istimewa.

Orang dewasa bahagia karena bisa bertemu dengan keluarga via http://1.bp.blogspot.com

Siapa si yang tidak bahagia jika dikasih uang ketika lebaran, hehe, tapi ingat, orang dewasa bahagia tidak disebabkan karena uang bro, tapi karena ia bersyukur bahwa dia bisa bertemu dengan keluarga besar di momen yang istimewa.

Semoga Ramadhan kalian selalu istimewa ya, Guys!